Kolom

Relevankah Mempertanyakan Agama Pejabat Publik?

Penggantian Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) yang baru nampaknya menemui jalan yang terjal. Pasalnya setiap pergantian pejabat publik isu sektarian selalu menjadi bumbu yang mengikuti, terlebih jika berbeda dengan kelompok mayoritas namun relevankah membicarakan agama pejabat publik terlebih seorang calon Kapolri yang baru?
Kolom

Kapok, Hakim Tolak Praperadilan Rizieq

Harapan bebas dari penahanan, Muhammad Rizieq Syihab (MRS) tampaknya hanya sekadar mimpi disiang bolong. Mengingat praperadilan yang diajukan, ditolak oleh hakim tunggal Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, serta menolak seluruhnya permohonan gugatan praperadilan tersangka kasus penghasutan dan kerumunan Rizieq pada (12/1/2025).
Kolom

FPI, Kembalikan Tanah Negara

Belum genap 1 bulan kasus kerumunan di dua tempat yaitu Petamburan dan Megamendung, Bogor, saat ini Muhammad Rizieq Syihab (MRS) masih harus kembali berurusan lagi dengan hukum dan pihak berwajib. Ia dan FPI mendapat somasi dari PTPN VIII soal penguasaan lahan yang bukan miliknya. Markaz Syariah FPI di Megamendung rupanya selama ini berdiri di lahan Hak Guna Usaha (HGU) PTPN VIII atau berdiri diatas tanah milik negara.
Kolom

Bahaya Ujaran Kebencian

Terpilihnya Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut menjadi Menteri Agama Republik Indonesia yang baru oleh Presiden Joko Widodo, tampaknya tidak diterima dengan baik oleh semua lapisan masyarakat, termasuk Said Didu. Dalam Twitternya Said Didu menuliskan bahwa Gus Yaqut mendapatkan tugas untuk menggebuk umat Islam melalui kekuasaannya sebagai Menteri Agama RI, walaupun hanya sekedar cuitan tetapi sangat terlihat akan ujaran tersebut sangat berbahaya dan mengandung kebencian laten.
Kolom

Munarman Raja Hoaks?

Sekjen Front Pembela Islam (FPI) Munarman kembali menjadi sorotan publik, hal tersebut akibat dari pembelaannya terhadap 6 laskar FPI yang ditembak oleh polisi kerana melawan dan mengancam nyawa petugas. Pernyataan Munarman sangat tampak menarasikan bahwa 6 orang tersebut tidak bersalah dan lainnya, sehingga publik menilai setiap pernyataan yang dikeluarkan tidak lebih sekedar pernyataan bohong untuk menggaet simpati publik.
Kolom

Imam Tidak Boleh Melanggar Hukum

Penahanan Muhammad Rizieq Syihab (MRS) menjadi isu yang boombastis, akibatnya tuntutan massa simpatisan MRS semakin keluar dari kaidah hukum di negeri ini. Tuntutan massa bukan sekadar tidak masuk akal, namun sudah berusaha menintervensi hukum. Apalagi simpatisan berangapan MRS tidak melanggar hukum, terkait fenomena yang terjadi selama beberapa pekan kebelakang ini.
Kolom

Spirit Toleransi Dalam Perayaan Natal

Bagi Umat Kriten, perayaan Natal merupakan ritus keagamaan yang hendak memuliakan Yesus Kritus. Kemuliaan itu tentu tidak sekadar menjadi menara kesucian yang tidak aksesibelitas, melainkan kemuliaan adalah bentuk teosofi dan emanasi yang harus dimanifestasikan ke dalam perilaku yang nyata. Dalam hal ini jelas, esensi dari perayaan Natal sangat penting jika dilakukan dalam spirit kebahagiaan untuk saling menghargai dan menghormati antar umat beragama.
Kolom

Publik Apresiasi Penahanan MRS

Semenjak penahanan Muhammad Rizieq Syihab (MRS), terkait ia dijadikan tersangka sebagai dalang penghasutan dan kerumanan massa di Petamburan dan Megamendung,Bogor. Publik semakin disuguhi berbagai drama dan kegilaan yang ditimbulkan oleh simpatisan FPI, salah satunya mendemoi Kantor Kepolisian Republik Indonesia, agar bisa ditahan dan meminta MRS untuk dibebaskan.
Kolom

FPI Jangan Rusak NKRI

Penahanan Muhammad Rizieq Syihab (MRS) di Rumah Tahanan (Rutan) Kapolda Metro Jaya, pada 12 Desember 2020, membuat simpatissan dan anggota Front Pembela Islam (FPI) kehilangan akal sehat dan ramai-ramai melakukan aksi dimana-mana, agar bisa ditangkap dan dipenjara bersama MRS. Entah apa yang dipikirkan oleh mereka, namun dari hasil tersebut ada upaya untuk merusak NKRI dari dalam dan ditunggangi oleh kepentingan elite dibelakangnya.
Kolom

Momentum Bubarkan FPI, Now

Dorongan agar membubarkan FPI kembali ramai mengemukan dengan adanya hashtag #BubarkanFPI yang menjadi trending di Twitter dan juga ada beberapa petisi yang begulir menginginkan FPI tidak beroperasi lagi di negeri ini. Sebelumnya, juga ada pernyataan dari Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman dan Irnjen Pol Fadli Imran Kapolda Metro Jaya, menyebutkan bila perlu FPI dibubarkan saja, menyusul sejumlah kegiatan yang melanggar aturan dan arogansi yang dilakukan ormas tersebut, terlebih telah merenggut korban.