Kolom

Pentingnya Wawasan Pancasila Bagi Anak

2 Mins read

Peristiwa perusakan 12 makam di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cemoro Kembar, Kelurahan Mojo, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, Jawa Tengah, meresahkan masyarakat. Pasalnya, belasan makam yang dirusak merupakan tempat bersemayamnya orang-orang Nasrani. Yang lebih mengejutkan lagi, para pelaku perusakan ternyata anak-anak di bawah umur dan sedang menempuh pendidikan di tempat mengaji yang sama. Kejadian tersebut tentunya membuat miris kita semua. Hal ini yang menyebabkan anak-anak wajib diajari mengenai pentingnya berwawasan Pancasila. Sebab, dengan mengerti wawasan Pancasila, mereka akan memanifestasikan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dan pasti mengedepankan akhlak, adab, serta perilaku sopan santun.

Sementara itu, kita harus tahu apa penyebab mereka berani melakukan perbuatan tidak terpuji tersebut. Apakah karena tempat pendidikan yang mengajarkan perbuatan intoleran? Apakah salah didikan orang tua? Atau karena lingkungannya? Kepolisian setempat memang harus melakukan penyidikan lebih dalam lagi. Di samping itu, dalam menyikapi kasus tersebut, pernyataan Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, cukup tegas. Dia mengatakan, jika ada rumah belajar di Solo yang mengajarkan paham intoleran, maka harus secepatnya ditutup.

Yang ditakutkan, apabila anak-anak melakukan tindakan itu karena salah pendidikan. Berbahaya jika indoktrinasi paham intoleran dilakukan kepada anak-anak dibawah umur. Sebab, anak-anak di bawah umur cepat menangkap doktrinasi yang dilakukan orang tua atau gurunya. Selain itu, anak-anak juga akan cepat percaya. Dan kemudian, mereka pasti membawa ingatan doktrinasi paham tersebut sampai dewasa, apabila mereka tidak segera dibina dengan wawasan kebangsaan. Indoktrinasi paham radikal sejak dini lebih berbahaya, daripada indoktrinasi ketika dewasa. Hal ini yang perlu kita waspadai.

Di sinilah peran penting wawasan Pancasila bagi anak-anak. Demi mempertahankan Pancasila sebagai karakter asli masyarakat Indonesia, diperlukan suatu usaha dengan sengaja untuk mengampanyekannya. Belajar Pancasila tidak hanya sekedar mengerti atau memahami saja, tetapi harus ada praktik-praktik nyata untuk menerapkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Ideologi Pancasila sejatinya tidak akan hilang, apabila kita serius mempertahankannya. Karena Pancasila adalah ideologi tahan banting yang relevan dengan zaman sekarang dan tidak akan hilang ditelan bumi.

Penguatan nilai-nilai pancasila sangat penting, terutama dalam pendidikan anak dan generasi muda. Namun, jangan sampai Pancasila hanya sekedar teori saja, karena yang paling penting adalah Pancasila dapat diimplementasikan pada tindakan kita sehari-hari. Untuk itu, peran keluarga, guru, teman adalah kuncinya. Keluarga, guru, dan teman harus selalu mengajari dan mengingatkan tentang pentingnya berpancasila.

Di dalam Pancasila pastinya mengandung nilai-nilai luhur yang selaras bagi kehidupan berbagsa dan bernegara. Namun, jika kita mengabaikan Pancasila, maka nilai-nilai luhur tersebut akan luntur dalam diri kita. Pada zaman sekarang, banyak sekali tantangannya untuk menjaga keutuhan Pancasila. Seperti, seseorang yang ingin menggantikannya dengan ideologi lain. Hal tersebut yang menyebabkan timbulnya praktik-praktik intoleransi, radikalisme, sampai terorisme di sekitar kita.

Maka dari itu, industri atau segala kegiatan tentang intoleransi dan sejenisnya harus dihilangkan dari muka bumi ini, karena hal tersebut termasuk pelanggaran hukum yang meresahkan masyarakat. Saat ini yang menjadi tantangannya adalah keseriusan kita dalam mendidik karakter setiap individu agar melahirkan individu yang bermanfaat bagi negara dan masyarakat.

Sementara itu, Pancasila tidak hanya penting untuk bangsa ini, melainkan keberadaan Pancasila penting bagi dunia. Menurut Bung Karno, dalam pidatonya di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Pancasila sebagai ideologi bukan hanya memenuhi kebutuhan Indonesia yang majemuk, malainkan juga memenuhi kebutuhan rekonsiliatif dalam pergaulan antarbangsa. Nilai-nilai Pancasila bisa menjadi fundamen bagi suatu usaha membangun tata dunia baru dengan semangat melaksanakan ketertiban dunia yang berlandaskan kemerdekaan, perdamaian, dan keadilan.

Dengan demikian, perlu ada usaha secara sungguh-sungguh, terencana, sistematis, terpadu, terukur, dan kesinambungan dengan melibatkan semua pemangku kepentingan. Masyarakat dan pemerintah harus bekerja sama dalam mengampanyekan pembinaan ideologi Pancasila terhadap anak-anak. Selain itu, hal ini dilakukan agar menguatkan prinsip Pancasila dalam diri anak-anak dan menguatkan ideologi Pancasila itu sendiri, baik sebagai dasar negara, pandangan hidup bangsa, maupun ideologi nasional. Dalam usaha demikian, negara memiliki peran penting untuk memfasilitasi dan memenuhi aktivitas pembinaan, baik yang dilakukan secara resmi oleh pemerintah maupun praktik langsung yang dilakukan masyarakat.

Related posts
KolomNasihat

Cara Berpikir Kritis ala Ibnu Khaldun

Menjadi Muslim, bukan berarti pasif menerima kehendak ilahi, melainkan berada dalam keadaan kritis yang konstan. Berpikir kritis adalah bagian penting dari warisan…
Kolom

Covid-19, Kegentingan yang Semakin Nyata

Kasus positif Covid-19 di Indonesia kembali mencetak rekor tertinggi sejak pandemi karena pertama kalinya menembus angka 20.574 kasus perhari pada Kamis (24/6/2024)….
Dunia IslamKolomNasihat

Demokrasi Pancasila itu Islami

Demokrasi memang telah mengantarkan Dunia Barat mencapai kemajuan menuju kemakmuran bagi rakyatnya. Namun, bagaimanapun demokrasi sebagai sebuah sistem pembangunan negara belum mencapai…