Kolom

Presiden Jokowi Sang Pembangun Bangsa

2 Mins read

Tepat pada tanggal 21 Juni 2021, Presiden Joko Widodo menginjak usia yang ke 60 tahun. Ia lahir pada 21 Juni 1961 di Surakarta, Jawa Tengah. Di usia yang genap 60 tahun tersebut, tidak membuatnya menyurutkan kinerja untuk membangun bangsa. Kepedulian Presiden Jokowi terhadap negara ini, ditunjukkan dengan kesibukannya yang berkeliling ke daerah-daerah untuk melihat keadaan bangsa hari ini. Semangat membangun bangsa tidak hanya dilakukan dalam hal pembangunan infrastruktur saja, tetapi dalam segala hal.

Saat ini, dunia sedang dilanda musibah pandemi Covid-19, yang mengharuskan Presiden Jokowi fokus menangani permasalahan tersebut. Mulai dari Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), sampai vaksinasi terus dilakukan oleh pemerintah. Memang Covid -19 sekarang sangat menyulitkan dan merepotkan semua masyarakat dalam beraktivitas, tak terkecuali pemerintah dalam membangun bangsa. Namun, hal tersebut sudah terjadi dan tidak bisa dihindari. Masyarakat dan pemerintah harus bergotong royong dalam menangani pandemi Covid-19 demi membangun negara ini.

Di sisi lain, Presiden Jokowi juga gencar melakukan pembangunan infrastruktur, seperti jalan bebas hambatan atau jalan tol. Dari pulau Sumatera sampai Papua, ia terus melakukan percepatan pembangunan. Langkah ini tentunya bertujuan mewujudkan konektivitas dan aksesibilitas antar-wilayah di Indonesia. Selain itu, jalan tol juga dapat meningkatkan pemerataan hasil pembangunan dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. Maka demikian, tidak heran apabila jalan tol dapat mewujudkan dan meningkatkan perekonomian di tiap-tiap wilayah.

Tak hanya itu, Presiden Jokowi pula mewujudkan mimpi negara ini dengan membangun bandara, pelabuhan, rel kereta api, lumbung pangan, bendungan, dan lain sebagainya di berbagai daerah. Melalui hal tersebut, maka akan memancing industri untuk masuk dan beroperasi di daerah itu. Dengan meningkatkan pembangunan, lapangan kerja akan banyak tercipta bagi masyarakat di berbagai daerah. Kemudian, roda perekonomian akan berputar, tidak hanya terpusat di Jawa tetapi juga di pulau-pulau lain di seluruh Indonesia.

Konsep pembangunan seperti itu tentunya dapat mewujudkan cita-cita negeri ini. Melalui pembangunan infrastruktur, maka dapat menciptakan peradaban yang lebih baik. Menarik apabila kita melihat konsep Presiden Jokowi saat kampanye Pilpres tahun 2014. Pasangan Jokowi dan Jusuf Kalla merancang konsep Nawacita. Nawacita merupakan sembilan tujuan yang menjadi rujukan dari kinerja pemerintahan Jokowi-JK. Kemudian, Nawacita sesungguhnya secara substansial merupakan turunan dari ide Trisakti yang digagas oleh Bung Karno.

Menurut Arief Budimanta (2015), Nawacita adalah instrumen dari implementasi Trisakti. Trisakti adalah suatu strategi umum, sedang Nawacita adalah langkah-langkah taktis agar strategi itu tercapai. Sedangkan konsep Trisakti yang digagas Bung Karno memiliki tiga poin, yakni berdaulat di bidang politik, berdikari (berdiri di atas kaki sendiri) di bidang ekonomi, dan berkepribadian dibidang kebudayaan. Menurut Bung Karno, sebuah bangsa yang merdeka dan berdaulat wajib dan mutlak memiliki tiga hal tersebut.

Sementara itu, Nawacita sebagai fondasi utama untuk mereformasikan kembali pembangunan Indonesia, sebab pembangunan sekarang mengacu pada pertumbuhan ekonomi. Sedangkan Bung Karno dengan Trisaktinya, mengedepankan pemerataan ekonomi juga. Persamaan itulah yang menyebabkan pembangunan di negara ini menjadi sempurna. Untuk itu, dengan konsep tersebut, negara ini dapat memperkokoh dan memperteguh kemandirian bangsa dengan pijakan sendiri, tanpa tergantung pada negara manapun.

Namun, untuk meningkatkan pembangunan di negeri ini, Presiden Jokowi harus lebih berhati-hati dan jeli. Banyaknya infrastruktur dan segala hal yang dibangun oleh Presiden Jokowi, pasti ada saja orang-orang yang memanfaatkannya untuk melakukan korupsi. Sebab, melalui proyek-proyek tersebut peluang korupsi bagi orang-orang serakah semakin besar. Kasus seperti ini yang menjadi catatan negara dan tugas kita bersama. Tidak sedikit individu yang melakukan korupsi. Mereka yang melakukan korupsi sudah banyak yang ditangkap, namun ada juga yang belum tertangkap. Maka itu, pemerintah harus lebih jeli dalam menangani kasus tersebut.

Yang terakhir, semoga di hari spesial Presiden Jokowi, negeri ini dapat lebih maju dan berkembang lagi kedepannya. Melalui pembangunan yang dilakukannya, maka bangsa ini dapat mewujudkan cita-cita dan mimpi rakyat Indonesia. Apa yang dilakukan Presiden Jokowi semata-mata ingin membangun bangsa ini, sehingga dapat berdiri sejajar dengan negara-negara lainnya. Semoga impian Presiden Jokowi dalam membangun Indonesia dapat terwujud. Semangat terus Pak Presiden, kami rakyat Indonesia menunggu konsepmu dalam membangun Indonesia selanjutnya.

Selamat ulang tahun yang ke 60 Presiden Joko Widodo. Semoga panjang umur dan sehat selalu.

Related posts
KolomNasihat

Cara Berpikir Kritis ala Ibnu Khaldun

Menjadi Muslim, bukan berarti pasif menerima kehendak ilahi, melainkan berada dalam keadaan kritis yang konstan. Berpikir kritis adalah bagian penting dari warisan…
Kolom

Covid-19, Kegentingan yang Semakin Nyata

Kasus positif Covid-19 di Indonesia kembali mencetak rekor tertinggi sejak pandemi karena pertama kalinya menembus angka 20.574 kasus perhari pada Kamis (24/6/2024)….
Dunia IslamKolomNasihat

Demokrasi Pancasila itu Islami

Demokrasi memang telah mengantarkan Dunia Barat mencapai kemajuan menuju kemakmuran bagi rakyatnya. Namun, bagaimanapun demokrasi sebagai sebuah sistem pembangunan negara belum mencapai…