Kolom

Ramadhan Bulan Cinta

2 Mins read

Cinta akan datang setiap waktu pada diri kita, jika semua manusia mengerti pada pengertian cinta itu sendiri. Cinta pasti terkendali oleh orang yang mengerti apa itu cinta yang sesungguhnya. Di puasa Ramadhan, cinta pasti datang dengan sendirinya, karena Ramadhan adalah bulan penuh rahmat. Bulan Ramadhan merupakan tanda cinta Allah SWT kepada umatnya. Untuk mewarnai indahnya kehidupan, Allah SWT menghadiahkan Ramadhan, bulan penuh cinta ini kepada kita.

Kehadiran cinta tidak jauh dari kasih sayang. Maka dari itu, kita perlu menyadari akan pentingnya mencintai sesama dengan toleransi, agar melahirkan kehidupan yang mendamaikan. Sebab, toleransi adalah tonggak awal perdamaian. Di samping itu, kehadiran bulan Ramadhan setiap tahunnya menjadi penyemangat hati orang Islam. Sebab pada bulan ini, Allah SWT akan melipatgandakan pahala Mukmin. Pahala dan ampunan Allah SWT bertebaran dan berhamburan memenuhi setiap kehidupan di bulan Ramadhan.

Sementara itu, pada bulan Ramadhan, kita diwajibkan berpuasa selama satu bulan penuh. Puasa di bulan Ramadhan adalah ibadah yang dinantikan umat Islam di seluruh dunia. Karena saat kita sedang menjalankan ibadah puasa, Allah SWT akan melipatgandakan pahala umat Islam. Melalui melipatgandakan pahala inilah, Allah SWT sedang mencintai kita.

Dalam hadis HR. Bukhari No. 1904, 5927 dan Muslim No. 1151 pun dikatakan, yang berbunyi sebagai berikut: Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan, yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah SWT berfirman, artinya, Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan, yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Tuhannya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah SWT, daripada bau minyak kasturi.

Ibnu Rajab Al-Hambali, dalam kitab Latha’iful Ma’arif mengatakan, “Sebagaimana pahala amalan puasa akan berlipat-lipat dibanding amalan lainnya, maka puasa di bulan Ramadhan lebih berlipat pahalanya dibanding puasa di bulan lainnya. Ini semua bisa terjadi, karena mulianya bulan Ramadhan. Kemudian, puasa yang dilakukan adalah puasa yang diwajibkan oleh Allah SWT pada hamba-Nya. Allah SWT pun menjadikan puasa di bulan Ramadhan sebagai bagian dari rukun Islam, tiang penegak Islam.”

Janji Allah SWT yang akan melipatgandakan pahala bagi umat Islam yang serius beribadah, menjadikan Muslim di seluruh dunia berbondong-bondong untuk melakukan kebaikan terhadap sesama. Kebaikan manusia dalam melakukan hal-hal positif, akan dibalas kebaikan pula oleh Allah SWT, dengan melipatgandakan pahala bagi Muslim yang serius dan ikhlas beribadah hanya kepada Allah SWT.

Oleh karena itu, pada bulan Ramadhan umat Muslim sering melakukan rutinitas kegiatan yang positif, seperti saling berbagi kepada fakir miskin, anak yatim piatu, janda, orang-orang yang membutuhkan, dan lainnya. Selain itu, saat berbuka dan ketika kita sedang berada di perjalanan, kita kerap kali menemui seseorang atau kelompok yang membagi-bagikan takjil (makanan untuk berbuka puasa) secara gratis. Hal inilah yang menjadikan Ramadhan bulan kasih sayang atau bulan cinta.

Dengan demikian, Ramadhan merupakan memang benar-benar bulan penuh kasih sayang dan cinta. Karena di bulan ini, manusia berbondong-bondong melakukan kebaikan, sebab mereka ingat akan janji Allah SWT yang akan melipatgandakan pahala setiap Muslim yang serius melaksanakan ibadah untuk-Nya. Selain itu, Allah SWT pun Maha Penyayang, yang di mana kita tidak akan kaget jika umat-Nya memanifestasikan sifat Allah SWT yang satu ini. Perlu kita ketahui, penyayang dan cinta adalah satu kesatuan yang sama.

Related posts
KolomNasihat

Cara Berpikir Kritis ala Ibnu Khaldun

Menjadi Muslim, bukan berarti pasif menerima kehendak ilahi, melainkan berada dalam keadaan kritis yang konstan. Berpikir kritis adalah bagian penting dari warisan…
Kolom

Covid-19, Kegentingan yang Semakin Nyata

Kasus positif Covid-19 di Indonesia kembali mencetak rekor tertinggi sejak pandemi karena pertama kalinya menembus angka 20.574 kasus perhari pada Kamis (24/6/2024)….
Dunia IslamKolomNasihat

Demokrasi Pancasila itu Islami

Demokrasi memang telah mengantarkan Dunia Barat mencapai kemajuan menuju kemakmuran bagi rakyatnya. Namun, bagaimanapun demokrasi sebagai sebuah sistem pembangunan negara belum mencapai…