Umat Islam diberi keistimewaan di bulan Ramadhan, yatu malam Lailatul Qadar. Pada malam itu, umat Islam dihadiahai ibadahnya bernilai 1000 bulan. Malam Lailatul Qadar dikenal juga sebagai malam diturunkannya kitab suci al-Quran ke bumi. Maka dari itu setiap Muslim mendambakan mendapatkan malam istimewa ini.
Allah SWT berfirman dalam al-Quran: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya al-Quran saat Lailatul Qadar atau malam kemuliaan. Dan taukah kamu apakah Lailatul Qadar itu? Lailatul Qadar itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh kesejahteraan sampai terbit fajar” (al-Qadar:1-5)
Allah memberitaukan bahwa Dia menurunkan al-Quran pada malam Lailatul Qadar, yaitu malam yang penuh keberkahan. Seperti tergambar dalam ad-Dukhan ayat 3, Sesungguhnya Kami menurunkan al-Quran pada satu malam yang diberkahi. Dan malam tersebut berada di bulan Ramadhan. Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkannya al-Quran (al-Baqarah :185)
Malam itu dinamakan malam Lailatul Qadar karena keagungan nilainya dan keutamaannya di sisi Allah SWT. Juga karena pada saat itu ditentukannya ajal, rizqi dan lainnya selama satu tahun. Sebagaimana Allah jelaskan dalam surat ad-Dukhan:4, Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah. Kemudian Allah dalam satu firmannya menganggungkan kedudukan Lailatul Qadar yang Dia khususkan untuk menurunkan al-Quran. “Dan taukah kamu apakah Lailatul Qadar itu?” Selanjutnya Allah menjelaskan nilai keutamaan Lailatul Qadar dengan firman-Nya, “Lailatul Qadar itu lebih baik dari seribu bulan”
Beribadah di malam itu dengan ketaatan, sholat, tilawah, dzikir, dan doa-doa sama nilainya dengan beribadah selama seribu bulan di waktu-waktu yang lain. Lalu Allah memberitaukan keutamaanya yang lain, juga berkahnya yang melimpah dengan banyaknya malaikat yang turun di malam itu, termasuk Jibril alaihi salam. Mereka turun dengan membawa semua perkara, kebaikan maupun keburukan yang merupakan ketentuan dan takdir Allah. Mereka turun dengan perintah Allah.
Dalam satu firmannya, Allah SWT menjelaskan, Malam itu penuh kesejahteraan hingga terbit fajar (al-Qadar:5). Artinya, malam tersebut adalah malam keselematan dan kebaikan selruhnya, tak sedikitpun ada kejelekan di dalamnya sampai terbit fajar. Di malam itu malaikat-malaikat mengcapkan salam kepada orangorang yang beriman. Oleh karenanya, sangat dianjurkan untuk melakukan qiyamul lail di malam tersebut. Rasulullah SAW menyebutkan keutamaan itu dalam satu sabdanya, Barang siapa melakukan shalat malam pada saat Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala Allah, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu (Hadis Mutafaq alaih)
Lantas kapan waktu terjadinya malam Lailatul Qadar? Perihal waktu kapan datangnya malam kemuliaan ini, Rasulullah menjelaskan dalam sabdanya, Carilah Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan (HR.Bukhari-Muslim). Dikesempatan lain, Nabi mengatakan, Carilah Lailatul Qadar pada bilangan ganjil dari sepuluh hari terahir bulan Ramadhan (HR. Bukhari-Muslim).
Adapun cara mendapatkan malam Lailatul Qadar, adalah dengan menghidupkan malam tersebut dengan berbagai amalan dan ibadah yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Kita tidak perlu menebak-nebak kapan terjadinya malam Lailatul Qadar, alangkah lebih baik kita menyibukan diri dengan menghidupkan setiap malam Ramadhan dengan amalan-amalan seperti biasanya, seperti sholat isya berjamaah di lanjutkan sholat tarowih, membaca al-Quran, berdzikir, memperbanyak doa, termasuk doa Allahuma innaka afuwun tuhibul afwa fa’fu anni dan sholat malam. Dengan begitu, nicaya kemuliaan Lailatul Qadar akan kita dapatkan.
Hikmah dirahasiakannya malam Lailatul Qadar ini adalah agar kaum muslimin bersungguh-sungguh dan memperbanyak amal ibadah diseluruh Ramadhan dengan harapan ada yang bertepatan dengan malam Lailatul Qadar. Jika Lailatul Qadar dipastikan kapan datangnya, dikhawatirkan kesungguhan dalam beramal hanya pada malam itu saja. Akibatnya malam-malam lain di bulan Ramadhan biasa-biasa saja dalam beribadah, bahkan cendrung menurun kualitasnya.
Dengan demikian, marilah kita hidupkan disisa Ramadhan ini dengan kesungguhan dalam beribadah. Selalu menjaga sholat berjamaahnya, memperbanyak membaca al-Quran, berdzikir, dan berdoa kepada Allah SWT. Semoga kita semua termasuk umat yang mendapat kemualiaan lailatul Qadar. Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annii. Ya Allah, Engkau Maha Pengampun dan mencintai orang yang meminta ampunan, maka ampunilah aku.