Bulan Ramadhan merupakan salah satu momentum umat Islam dalam melatih dan meningkatkan kualitas kesabaran. Pada puasa Ramadhan, kita sekuat tenaga harus berjuang melawan hawa nafsu, dan godaan serta rayuan setan, demi mendapat keridhoan Allah SWT. Pada dasarnya, manusia hidup tidak jauh dari permasalahan dan cobaan. Untuk itu, kita harus selalu senantiasa bersabar, karena dengan kesabaran, kita mempunyai nilai plus dalam menjalankan ibadah puasa.
Sabar adalah kemampuan seseorang dalam mengendalikan diri, selalu menaati perintah Allah SWT, serta bisa menjalani dan menghadapi ujian dan cobaan dari Allah SWT. Allah SWT paling menyukai orang-orang yang sabar. Dalam al-Quran disebutkan beberapa kata sabar. Salah satunya, yakni QS Al-Baqarah Ayat 153 yang menyebutkan, Hai orang-orang yang beriman, mohonlah pertolongan kepada Allah SWT dengan sabar dan shalat, sesungguhnya Allah SWT bersama orang-orang yang sabar.
Ayat tersebut menjelaskan, bahwa Allah SWT memerintahkan orang-orang yang beriman untuk meminta pertolongan kepada-Nya dengan sabar dan shalat. Baik pertolongan untuk meraih kebahagiaan di dunia maupun di akhirat. Maka dari itu, kita harus memanfaatkan bulan Ramadhan, karena bulan Ramadhan sudah menjadi sarana umat Islam di seluruh dunia untuk meningkatkan kesabaran yang dimilikinya. Dengan kesabaran, kita akan memetik buah dari keberhasilan.
Selain itu, Nabi Muhammad SAW pun pernah berkata, Puasa itu separuh sabar (HR. Ibnu Majah). Maksudnya, ketika berpuasa kita dibarengi dengan ujian dan tantangan. Dari sana kita dituntut untuk terus selalu bersabar dalam menjalani puasa. Menurut Fadli Yasir dalam artikelnya di Detik.com mengatakan, orang yang puasa pasti sedang bersabar, orang yang bersabar berarti dia sedang bertakwa kepada Allah SWT, dan orang bertaqwa pasti mengikuti perintah Allah SWT untuk berpuasa.
Di sisi lain, pada bulan Ramadhan, puncak dari keberhasilan umat Muslim adalah merayakan Hari Raya Idul Fitri. Sebelum meraih hari kemenangan tersebut, umat Islam di seluruh dunia wajib menjalankan ibadah puasa. Pada saat berpuasa, kita harus menjalani ujian dan cobaan, seperti tidak boleh makan, minum, menuruti hawa nafsu, dan sejenisnya, dari sebelum Adzan Subuh hingga Adzan Magrib. Selain itu, diwajibkan bagi kita untuk menjalani kehidupan dengan penuh kesabaran.
Sementara itu, kesabaran manusia tidak hanya berlaku pada bulan Ramadhan saja, tetapi diharapkan setelah bulan Ramadhan selesai, kesabaran tersebut terus muncul dalam diri manusia. Kesabaran harus terus dibangun dalam segala hal, karena kesabaran dapat menumbuhkan rasa empati terhadap semua makhluk hidup. Dalam kehidupan, kesabaran sangat penting dilakukan. Oleh karena itu, di bulan Ramadhan ini kita perlu tingkatkan kesabaran dan keikhlasan agar puasa kita memiliki nilai ibadah serta nilai sosial.
Dengan demikian, puasa melatih kita untuk menjadi orang yang sabar, sabar untuk tidak makan, sabar untuk tidak minum, sabar untuk tidak marah, sabar untuk tidak mengadu domba orang lain, sabar untuk tidak bertengkar dengan orang lain, dan sejenisnya. Saya percaya, setiap manusia pasti memiliki jiwa yang sabar. Untuk itu di bulan Ramadhan ini, kita harus mengasah, memperkuat, dan memperbaiki kesabaran yang kita miliki dengan bertakwa kepada Allah SWT, agar hidup kita diberkahi oleh Allah SWT.
Yang terakhir, semoga seluruh ibadah kita diterima oleh Allah SWT. Dan semoga Allah SWT senantiasa menuntun hidup kita ke jalan yang benar. Aamiin Ya Rabbal Alamin.