Kolom

Bulan Ramadhan Sebagai Syahru Ibadah

2 Mins read

Ada begitu banyak ibadah yang dapat dilaksanakan di bulan Ramadan. Terlebih terdapat berbagai jenis ibadah-ibadah khusus yang hanya dilaksanakan pada bulan Ramadhan, seperti puasa, tarawih, dan zakat fitrah.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, “Pada malam pertama bulan Ramadan setan-setan dan jin-jin yang jahat dibelenggu. Pintu-pintu neraka ditutup, tidak ada satupun yang terbuka. Pintu-pintu surga dibuka, tidak ada satupun yang tertutup. Seseorang menyeru, ‘Wahai yang mengharapkan kebaikan bersegeralah (kepada ketaatan). Wahai yang mengharapkan keburukan/maksiat berhentilah, Allah memiliki hamba-hamba yang selamat dari api neraka pada setiap malam di bulan Ramadan.” (HR. Tirmidzi).

Dari hadis diatas, Rasullah SAW menekankan bahwa kemualian bulan ramadhan begitu besar sehingga Allah memberikan ramhat serta ganjaran yang setimpal dengan menutup pintu neraka serta membuka pintu-pintu surga. Keberkahan lainnya dalam bulan puasa bukan hanya terletak dalam ibadah namun juga menjaga silahraturhami, baik sesama saudara, orang lain, atau bangsa.

Rasululah Saw bersabda, “Telah datang pada kalian Ramadan, bulan keberkahan, Allah melimpahkan kebaikan untuk kalian di dalamnya. Rahmat diturunkan, dosa-dosa dihapuskan, doa dikabulkan. Allah melihat orang-orang yang berlomba-lomba di antara kalian, serta membangga-banggakan kalian di hadapan para Malaikat-Nya. Maka perlihatkanlah kepada Allah kebaikan. Karena orang yang merugi adalah yang diharamkan dari rahmat Allah Azza wa Jalla. (HR. Thabrani dalam Musnad Asy-Syammiyyin)

Bulan Ramadhan tahun ini ditandai dengan suasana yang kurang menggembirakan. Kita menyaksikan berbagai musibah dan bencana alam, tindak kekerasan dan kriminalitas, penodaan agama, penyimpangan moral, serta kesenjangan sosial, dan ketimpangan ekonomi. Sementara itu, kita tidak menutup mata terhadap kehidupan manusia yang cenderung individualistis dan materialistis, sehingga upaya untuk saling menasihati tentang kebenaran, kejujuran, keadilan, dan kesabaran perlu terus ditingkatkan.

Hal ini menjadi tantangan bagi umat Islam untuk bercermin dan mengkaji kembali tentang pemahaman dan pengamalan agama yang benar dan dampaknya dalam kehidupan pribadi dan sosial. Kita merasa prihatin tentang rapuhnya jalinan ukhuwah islamiyah (persaudaraan Islam), kepedulian terhadap sesama, saling membantu dan memaafkan seperti apa yang diajarkan oleh Rasullah SAW, agar apa yang menjadi labeling oleh umat Islam sebagai Syahrul Ibadah tidak dikotori oleh kelompok radikalis maupun individu.

Seperti dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim dijelaskan bahwa Rasulullah SAW menyampaikan dua kegembiraan yang akan didapatkan umat muslim ketika berpuasa yakni, “Dan bagi orang yang berpuasa ada dua kegembiraan, ketika berbuka mereka bergembira dengan bukanya dan ketika bertemu Allah mereka bergembira karena puasanya.”

Kegiatan berpuasa di bulan Ramadhan merupakan salah satu bentuk ketakwaan umatnya kepada sang pencipta, selain itu puasa bentuk penghapus dosa-dosa yang terdahulu apabila dilaksanakan dengan ikhlas berdasarkan iman dan hanya mengharapkan pahala dari Allah , sebagaimana Rasulullah bersabda:”Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah , niscaya diampuni dosa-dosanya telah lalu.” Muttafaqun ‘alaih.

Ramadhan merupakan salah satu bentuk kasih sayang Allah pada kita, agar kita dapat kesempatan mengikuti Training Manajemen Syahwat tersebut secara intensif dan berulang-ulang. Hal tersebut disebabkan karena syahwat adalah ancaman permanen terbesar dalam diri orang-orang beriman. Syahwat bisa membinasakan kehidupan kita, baik di dunia maupun di akhirat. Syahwat bisa membutakan mata hati dan pikiran kita sehingga yang haram menjadi halal, yang halal menjadi haram, yang baik menjadi buruk, yang buruk menjadi baik dan seterusnya.Sehingga ibadah maupun lainnya tidak akan dapat diindahkan lagi, terlebih sepenuhnya telah dikuasai oleh syahwat.

Related posts
KolomNasihat

Cara Berpikir Kritis ala Ibnu Khaldun

Menjadi Muslim, bukan berarti pasif menerima kehendak ilahi, melainkan berada dalam keadaan kritis yang konstan. Berpikir kritis adalah bagian penting dari warisan…
Kolom

Covid-19, Kegentingan yang Semakin Nyata

Kasus positif Covid-19 di Indonesia kembali mencetak rekor tertinggi sejak pandemi karena pertama kalinya menembus angka 20.574 kasus perhari pada Kamis (24/6/2024)….
Dunia IslamKolomNasihat

Demokrasi Pancasila itu Islami

Demokrasi memang telah mengantarkan Dunia Barat mencapai kemajuan menuju kemakmuran bagi rakyatnya. Namun, bagaimanapun demokrasi sebagai sebuah sistem pembangunan negara belum mencapai…