Bulan suci Ramadhan identik dengan kebersamaan dan saling berbagi antar sesama. Terlebih, saat ini bangsa kita tengah menghadapi bermacam bencana alam disejumlah daerah. Tak hanya bencana alam, pandemi Covid-19 yang telah setahun lebih singgah di Indonesia pun, turut menambah berat beban bangsa. Oleh karenanya, marilah kita jadikan bulan suci Ramadhan ini sebagai momentum berbagi kebaikan.
Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sejak Maret hingga April (18/2021), total kasus Covid-19 yang ditemukan sebanyak 1.604.348 kasus, dengan penambahan kasus sebanyak 4.585 pada Minggu 18 April 20201. Meskipun angka penyebaran Covid-19 belum juga mereda, tidak lantas membuat kita melewatkan begitu saja momen Ramadhan untuk berbagi kebaikan. Tentu dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Penerapan 3M (memakai masker, mencucui tangan, menjaga jarak) dan 3T (tracing, testing, treatment) mesti terus digalakan. Jangan sampai, niat kita meraih keberkahan Ramadhan dan berbagi kebaikan, justru malah menciptakan masalah, yaitu membuat claster baru Covid-19.
Bulan Ramadhan, seperti kita ketahui, adalah bulan penuh ampunan, beriring penuh keistimewaan dan keberkahan. Dimana Allah telah menjanjikan pahala yang berlipat ganda kepada mereka yang berbuat kebaikan. Nabi SAW dalam sebuah sabdanya mengingatkan, Sebaik-baik sebuah sedekah, adalah sedekah yang dilakukan di bulan Ramadhan (HR. Tirmidzi). Hadis tersebut menjelaskan betapa istimewa dan spesial sebuah sedekah kebaikan yang dilakukan pada bulan suci ini. Seperti yang telah disebutkan di atas, bahwa ganjaran daripada kebaikan itu akan dilipatgandakan dibanding bulan biasa. Kita sebagai umat Muslim, sudah pasti merasa bahagia dapat kembali berjumpa dengan bulan suci ini dan ikut melaksanakan bermacam ibadah puasa serta melaksanakan kebaikan-kebaikan di dalamnya.
Beberapa hal berbagi kebaikan yang bisa dilakukan antara lain, pertama, berbagi takjil atau makanan untuk berbuka puasa dan sahur kepada Muslim lainnya. Kegiatan ini, selain sebagai ajang berbagi kebaikan, juga untuk melatih kepekaan kita pada sesama. Tanpa kita sadari, di sekeliling kita masih banyak orang-orang yang membutuhkan uluran tangan kita, masih banyak orang-orang yang kebingungan mau berbuka puasa apa yang hendak dimakan. Inilah momen kita untuk berbagi. Akan tetapi perlu diingat, selain bulan Ramadhaan, tetaplah menjadi dermawan.
Kedua, mengisi media sosial dengan konten-konten kebaikan. Kita tau era digital ini pengguna internet semakin hari semakin banyak. Hingga Januari 2021, Indonesia memiliki pengguna internet sebanyak 202,6 juta jiwa. Berdasarkan data dari Data Reportal, Senin (15/2/2025). Jumlah tersebut menurut Data Reportal, mengalami kenaikan sebanyakn 27 juta atau 16 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Dengan angka 202,6 juta pengguna internet, penyebaran berita bohong atau hoaks semakin memiliki kesempatan untuk berkembang. Dengan demikian, tugas kita yang masih memiliki akal sehat untuk terus memeberikan informasi yang sehat. Dan di bulan Ramadhan ini, akan lebih baik diisi dengan konten-konten kegamaan, misalnya membagikan keutamaan sholat tarowih, keutamaan al-Quran, mengingatkan zakat fitrah, membagikan ceramah-ceramah ulama. Dengan catatan ulama tersebut benar-benar ulama, semisal Habib Umar al-Hafidz, KH Maemun Zubaer, Habib Lutfi bin Yahya, KH Said Aqil Siraj, Habib Jindan dan ulama-ulama lainnya yang moderat dan mumpuni. Ini penting, agar dunia media sosial kita tetap sehat dan tidak mengurangi keberkahan atau bahkan merusak puasa kita.
Ketiga, berbuka puasa bersama dengan anak-anak yatim. Selain disini kita berbagi kebaikan, berbagi dengan anak yatim merupakan satu amalan sholeh. Allah SWT dalam al-Quran berfirman: “Dan mereka bertanya kepadamu mengenai anak-anak yatim. Katakanlah, memperbaiki keadaan anak-anak yatim itu amat baik bagimu (QS al-Baqarah : 220). Dalam ayat tersebut menjelaskan, memperbaiki anak yatim yang artinya berderma kepada anak yatim. Ini merupakan amal kebaikan yang besar bagi umat Muslim.
M.Khallurrahman al Mahfani dalam bukunya yang berjudul Dahsyatnya Doa Anak Yatim, menjelaskan beberapa keutamaan mengasihi anak yatim. Pertama, orang yang menyantuni anak yatim berpeluang bertemu dan menjadi teman Rasulullah di Syurga. Orang yang memelihara anak yatim akan masuk Syurga, berdektan dengan Rasulullah seperti dekatnya jari telunjuk dengan jari tengah. Rasulullah SAW bersabda, Saya dan orang yang mengasuk atau memeilihara anak yatim akan berada di Syurga begini ; kemudian beliau mengisyaratkan dengan jari telunjuk dan jari tengah dan merenggangkannya sedikit (HR Bukhari).
Kedua, orang yang merawat atau memelihara dan menyantuni anak yatim mendapat predikat abror (sholeh atau taat kepada Allah). Ketiga, akan mendapat pertolongan Allah, menghindarkan siksa di akhirat, memperoleh keberuntungan, investasi amal akhirat, dan mendapat jaminan masuk syurga. Nabi SAW dalam sebuah hadis menjelaskan, Orang yang memelihara anak yatim dikalangan umat muslimin, memberikan makan dan minum, pasti Allah akan masukan ke dalam Syurga, kecuali ia melakukan dosa yang tak bisa diampuni (HR Tirmidzi). Sungguh betapa beruntungnya sesiapapun yang mampu memuliakan anak yatim.
Sangat banyak hal-hal yang bisa kita lakukan untuk orang lain yang bernilai kebaikan di bulan Ramadhan ini. Semoga kita termasuk orang-orang yang selalu terbuka hatinya untuk berbagi kebaikan pada sesama. Dengan kita berbagi kebaikan, harapannya Ramadhan kita semakin berkah dan semakin mendekatkan kita pada Allah SWT. Mari kita jadikan Ramadahan sebagaai momentum berbagi kebaikan.