Kolom

Ciptakan Damai Saat Ramadhan

2 Mins read
Kolom

Ciptakan Damai Saat Ramadhan

2 Mins read

Ramadhan sekarang dan tahun kemarin terlihat berbeda. Jika di tahun kemarin Ramadhan banyak diwarnai aksi sweeping terhadap para pedagang secara sepihak, kali ini Ramadhan tercipta kedamaian yang tenteram. Lantaran, kelompok yang dulunya bertindak merugikan orang lain atau sweeping tersebut sudah resmi dibubarkan pemerintah. Setelah dibubarkannya kelompok tersebut, kita perlu menciptakan dan memperbarui pola kedamaian di bulan nan suci serta mulia ini agar melahirkan kehidupan yang adem, ayem, tenang dan sejahtera.

Ramadhan adalah bulan kesembilan dalam kalender Islam, yang dirayakan oleh umat Muslim di seluruh dunia dengan berpuasa. Puasa Ramadhan merupakan salah satu dari rukun Islam. Bulan Ramadhan akan berlangsung selama dua puluh sembilan, hingga tiga puluh hari atau satu bulan penuh. Selama berpuasa dari pagi hingga petang, Muslim diharuskan untuk menahan seluruh hawa nafsu. Pada Bulan Ramadhan pula, wahyu pertama turun kepada Nabi Muhammad SAW, yakni al-Quran.

Selain itu, Muslim diperintahkan untuk menghindari perbuatan dosa, demi menyempurnakan pahala puasa. Perbuatan dosa yang antara lain, seperti menghina, memfitnah, mengutuk, berbohong, gibah, gosip, berkelahi, dan sejenisnya. Dengan menghindari perbuatan demikian, kedamaian saat berpuasa akan tercipta.

Saat puasa Ramadhan, biasanya dijalani dengan memperbanyak ibadah (salat sunnah, membaca al-Quran, sedekah, dan kebaikan lainnya). Bulan Ramadhan menjadi waktu yang dinantikan semua umat Muslim. Bagi Muslim, dengan meningkatkan ibadah di Bulan Ramadhan, mereka percaya pahalanya akan dilipatgandakan. Di Bulan Ramadhan pula, banyak sekali ibadah-ibadah yang jika dilakukan akan mendapatkan bonus pahala.

Sebagaimana dalam hadis disebutkan, “Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat”. Allah SWT berfirman, “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi” (HR. Muslim).

Apabila kita beribadah di Bulan Ramadhan, maka pahala kita seperti lingkaran. Ibarat seperti lingkaran, yang tak pernah habis apabila dilipatgandakan. Kenapa seperti lingkaran? Karena lingkaran merupakan salah satu bangun datar yang memiliki satu sisi dengan simetri putar dan lipat yang tidak terhingga. Itulah sebabnya, mengapa kita harus selalu beribadah di Bulan Ramadhan, agar pahala kita seperti lingkaran yang tak pernah habis bila dilipatgandakan. Di samping itu, jika kita terus beribadah dan berbuat kebaikan di Bulan Ramadhan, maka pahala kita akan terus berputar tak pernah habis.

Untuk itu, sebagai Muslim, kita harus menjadi contoh bagi manusia lainnya. Dengan menciptakan kedamaian, Allah SWT akan melipatgandakan pahala kita, karena menciptakan damai pula merupakan ibadah. Dengan damai, toleransi antar sesama pasti terjaga. Dan akhirnya akan melahirkan senyuman manis setiap manusia. Dengan demikian, Muslim harus menciptakan kedamaian di Bulan Ramadhan agar melahirkan ketenteraman sesama manusia.

Related posts
Dunia IslamKolomNasihat

Puasa, Saleh Ritual dan Saleh Sosial

Sesungguhnya setiap amaliah ibadah yang kita kerjakan mengandung nilai, makna, dan hikmah yang mungkin banyak tidak disadari oleh kaum Muslim sendiri. Ibadah…
Dunia IslamKolomNasihat

Menyoal Hadis Tidurnya Orang Puasa Ibadah

Biasanya, di bulan Ramadhan seperti ini kita banyak mendengar hadis yang membahas keutamaan orang berpuasa. Satu yang populer ialah tentang tidurnya orang…
Kolom

Puasa Ramadhan Bentuk Syukur dan Takwa

Tujuan utama ibadah pada bulan ramadham adalah untuk meningkat rasa syukur sebagai hambanya, atas pemberian. Selain, menjalankan rutinitas dalam agama puasa merupakan bentuk takwa bagi muslim untuk bekal di hari akhir. Sesuai dengan Al-quran surah al-Baqarah ayat 183. Artinya, ”Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan kepadamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”