Kolom

Keberagaman ala KH Said Aqil Siradj

2 Mins read

Kunjungan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siradj, ke Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, menandakan Kiai Said peduli akan keberagaman keagamaan di Nusantara. Sebelumnya, Gereja Katedral yang terletak di Makassar tersebut menjadi titik kebrutalan aksi terorisme. Kunjungannya tersebut merupakan bentuk nyata keindahnya toleransi di negeri ini. Maka dari itu, praktik toleransi yang dibawa Kiai Said tersebut perlu dijadikan dicontoh oleh semua kalangan masyarakat, agar kemajemukan di negeri ini dapat hidup dan dirasakan semua umat.

Dalam kunjungannya Kiai Said berharap, komunikasi antarumat beragama terus terjalin. Umat beragama juga perlu terus membangun dialog dan diskusi (diskusi antara pemuda NU dan Katolik, PMII dengan Mahasiswa Katolik). Kemudian, terus melakukan beragam kegiatan-kegiatan positif bersama-sama. Sebelumnya juga, Kiai Said menyampaikan bahwa keluarga besar NU mengutuk keras terhadap teror bom yang terjadi di Gereja Katedral Makassar ini.

Kemudian yang sangat istimewa adalah, ketika ia memuliakan bangsa, negara, dan budaya. Saat berdakwah ia tidak pernah mengesampingkan atau menyudutkan budaya Nusantara. Bahkan ia menjadi salah satu ulama penyebar Islam Nusantara. Dalam dakwahnya, ia selalu mengajak Muslim Nusantara untuk memperkokoh Islam Nusantara. Menurut Kiai Said, Islam Nusantara bukanlah sebuah mazhab, sekte, maupun aliran baru. Namun, Islam Nusantara merupakan tipologi umat Islam di Nusantara, yakni Islam yang menyatu dengan budaya.

Islam Nusantara adalah paham yang mengakomodasi kearifan lokal atau praktik tradisi masyarakat Indonesia yang tidak bertentangan dengan ajaran agama Islam, tentunya itu sudah sesuai dengan tuntunan al-Quran dan Hadis shahih, kata Robikin Emhas saat menjadi pembicara dalam Seminar Nasional Kebangsaan Nahdlatul Ulama (NU), di Meulaboh, Aceh Barat, 2019 lalu.

Maka demikian, ajaran Islam Nusantara adalah ajaran agama Islam yang tidak menyimpang dari paham sesungguhnya, karena Islam Nusantara ajaran yang diselaraskan dengan budaya Nusantara, sehingga menjadi ajaran pemersatu bangsa. Dengan Islam Nusantara yang digaungkan oleh NU, negeri ini dapat hidup dengan damai. Karena tidak menyingkirkan budaya, kepercayaan, dan agama lainnya.

Menurut saya, segala hal yang ada di tengah masyarakat Nusantara boleh dihadapi, selama tidak bertentangan dengan syariat Islam. Kemudian, kebudayaan yang ada di Nusantara tidak perlu dihilangkan, melainkan harus dijaga, dilestarikan dan perlu dijiwai dengan spirit Islam. Nantinya, jika hal tersebut terjadi, maka akan menunjukkan persatuan pada hubungan budaya dan agama di Nusantara. Dan akan menghasilkan suatu konsep menyatukan perbedaan dengan damai.

Dengan demikian, negeri ini adalah negeri yang sempurna, sebab dilengkapi kemajemukan yang damai. Walau masih ada saja seseorang atau kelompok yang ingin mengganggu keragaman ini. Namun, hal tersebut dapat teratasi, lantaran adanya ulama seperti Kiai Said yang selalu berjuang untuk mempertahankan kerukunan antarumat.

Maka dari itu, keberagaman harus disyukuri masyarakat Indonesia. Karena dengan keberagaman, Allah telah memberikan penghargaan tertinggi bagi diri manusia yang hidup di negeri ini, untuk bisa belajar dari banyaknya perbedaan yang ada. Sementara itu, Kiai Said dalam setiap dakwahnya selalu menekankan kepada jamaahnya untuk mencintai Tanah Air, mencintai Pancasila, menghormati sesama tanpa memandang latar belakangnya, dan segala hal yang melahirkan kebaikan. Dengan demikian, hal ini yang membuat Kiai Said adalah ulama pemersatu bangsa yang dicintai masyarakat.

Related posts
KolomNasihat

Cara Berpikir Kritis ala Ibnu Khaldun

Menjadi Muslim, bukan berarti pasif menerima kehendak ilahi, melainkan berada dalam keadaan kritis yang konstan. Berpikir kritis adalah bagian penting dari warisan…
Kolom

Covid-19, Kegentingan yang Semakin Nyata

Kasus positif Covid-19 di Indonesia kembali mencetak rekor tertinggi sejak pandemi karena pertama kalinya menembus angka 20.574 kasus perhari pada Kamis (24/6/2024)….
Dunia IslamKolomNasihat

Demokrasi Pancasila itu Islami

Demokrasi memang telah mengantarkan Dunia Barat mencapai kemajuan menuju kemakmuran bagi rakyatnya. Namun, bagaimanapun demokrasi sebagai sebuah sistem pembangunan negara belum mencapai…