Kolom

Hati-Hati Propaganda FPI

2 Mins read

Penangkapan terduga teroris oleh tim Datasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri semakin gencar. Dalam pembekukan terduga teroris di daerah sekitar Jakarta dan Bekasi beberapa waktu lalu, polisi menemukan barang bukti berupa atribut serta aksesoris yang berhubungan dengan organisasi terlarang Front Pembela Islam (FPI). Selain itu, beredarnya video pengakuan terduga teroris sebagai simpatisan FPI menandakan, bahwa organisasi ini adalah organisasi yang melahirkan individu penyebar teror mematikan. Maka dari itu, setelah penangkapan sejumlah pentolan FPI dan dicapnya FPI sebagai organisasi terlarang, kita harus berhati-hati atas propaganda yang dilakukan simpatisan FPI.

Pengakuan empat terduga teroris yang beranggotakan FPI, telah menyita perhatian publik, lantaran kelompok terlarang tersebut, dikaitkan dengan jaringan serta aksi terorisme mendatang. Tentunya hal ini menguatkan dugaan saya, bahwa FPI adalah organisasi berbahaya yang harus dihalau aksi dan tindakannya. Sebab jika dibiarkan, anggota FPI tersebut akan terus mengganggu keamanan negara dan kedamaian masyarakat. Perlu kita ketahui, pengikut kelompok Islam radikal seperti FPI ini memiliki militansi yang sangat kuat.

Sebelum adanya pelarangan, organisasi ini sering melakukan kesewenang-wenangan sendiri, hingga melakukan kekerasan. Namun, sekarang organisasi ini naik tingkat dan bisa disebut sebagai kelompok terorisme. Sebab, aksinya yang selalu menimbulkan teror nyata terhadap khalayak. Selain itu, saat Muhammad Rizieq Shihab (MRS) ditangkap, nampaknya puncak frustasi simpatisan FPI semakin meningkat. Karena banyak terduga teroris ditangkap yang mengaku sebagai simpatisan FPI. Banyaknya simpatisan FPI yang ditangkap, menandakan tujuan FPI masih ingin merusak negeri.

Dari waktu ke waktu, kebenaran akan terungkap. Satu per satu, pelaku teroris yang berlatar belakang FPI akan tertangkap. Data-data terduga terorisme yang beranggotakan FPI juga sangat banyak di media. Saat belum menjadi organisasi terlarang, FPI telah melakukan beberapa aksi yang merugikan. Ormas yang satu ini tidak segan-segan mengeluarkan perilaku anarkis, jika ada kelompok atau seseorang yang tidak menuruti perintahnya. Tak hanya itu, ormas satu ini kerap kali menimbulkan masalah antar warga yang merugikan masyarakat.

Dari sini, umat Islam sebaiknya tidak meniru tingkah laku FPI. Karena FPI adalah kelompok teror yang dibalut agama. Mereka memanfaatkan agama untuk berbuat kekerasan. Melalui dalil haram, mereka berbuat seenaknya terhadap kelompok lain. Hanya organisasi ini yang mempersulit agama. Paham yang berbeda dengan ideologi mereka, dicap kafir. Selain itu, banyak sekali catatan hitam yang dilakukan FPI. Salah satu contohnya, ketika para pentolan FPI melaksanakan kegiatan 212. Banyak orang meyakini, bahwa dengan mengatasnamakan Islam kegiatan tersebut ingin meruntuhkan pemerintahan resmi.

Sementara itu, pentolan FPI, MRS pernah menyatakan dukungannya terhadap gerakan kelompok teroris Islamic State Iraq and Syria (ISIS). Hal tersebut sangat miris sekali. Dengan dukungan tersebut, masyarakat telah menganggapnya sebagai seorang teroris. Peristiwa ini pernah diprediksi oleh Gus Dur, Dalam sebuah kesempatan, usai bertemu Duta Besar Amerika Serikat (AS), Ralph Leo Boyce di Kantor PBNU, Senin, 30 September 2024 lalu. Dia mengatakan, bahwa Rizieq Shihab adalah teroris lokal. Perkataan tersebut dilontarkan Gus Dur, karena saat itu FPI kerap kali menimbulkan keresahan dengan cara kekerasan. Saya pula beranggapan, bahwa FPI saat ini juga adalah teroris lokal yang berbahaya.

Dengan demikian, penangkapan terduga teroris yang juga anggota FPI telah menjadi fakta, bahwa radikalisasi FPI tidak pernah berhenti. Mereka akan terus bermetamorfosa demi melancarkan aksinya yang membahayakan negara. Melalui propaganda-propaganda yang dilakukan FPI tersebut, negara dalam bahaya. Maka dari itu, negara tidak boleh diam. Saat ini, negara pula harus fokus terhadap permasalahan bangsa, termasuk masalah intoleransi, ekstremisme, radikalisme, terorisme, dan sejenisnya. Dengan melakukan itu, negara dapat membendung propaganda FPI. Dan bangsa ini akan menjadi negeri yang nyaman dan aman.

Related posts
KolomNasihat

Cara Berpikir Kritis ala Ibnu Khaldun

Menjadi Muslim, bukan berarti pasif menerima kehendak ilahi, melainkan berada dalam keadaan kritis yang konstan. Berpikir kritis adalah bagian penting dari warisan…
Kolom

Covid-19, Kegentingan yang Semakin Nyata

Kasus positif Covid-19 di Indonesia kembali mencetak rekor tertinggi sejak pandemi karena pertama kalinya menembus angka 20.574 kasus perhari pada Kamis (24/6/2024)….
Dunia IslamKolomNasihat

Demokrasi Pancasila itu Islami

Demokrasi memang telah mengantarkan Dunia Barat mencapai kemajuan menuju kemakmuran bagi rakyatnya. Namun, bagaimanapun demokrasi sebagai sebuah sistem pembangunan negara belum mencapai…