Berita

Akar Masalah Dari Terorisme

2 Mins read

Penangkapan kelompok teroris di Jawa Timur, membuat publik semakin tidak nyaman akan keberadaan kelompok yang mencurigakan. Terlebih kelompok teroris seperti ini belum bisa diungkapkan apa tujuan serta masalahnya sehingga mau menjadi marti kelompok teroris?

Aksi terorisme bisa dipahami sebagai suatu tindakan kejahatan yang tidak memiliki sasaran secara pasti. Sejauh ini, sasaran kelompok terorisme masih tertuju pada lembaga pemerintahan dalam negeri maupun luar negeri, selain itu kelompok teroris menjadikan lembaga keamanan negara seperti Kepolisian dan TNI sebagai ladang jihadnya. Namun, dari semua sasaran tersebut menjadikan masyarakat sebagai korban hidup merupakan kesalahan yang tidak bisa dimaafkan seperti yang diatur dalam covenant Hak Asasi Manusia (HAM).

Fenomena jihad ala terorisme, mendapatkan perhatian khusus dari para peneliti serta pengamat keamanan negara. Hal itu, hanya diperuntukan mendapatkan sumber akar masalah serta meracik berbagai peraturan untuk memberikan rasa nyaman bagi masyarakat luas. Sebenarnya, beberapa sumber masalah sudah banyak dibahas, akan tetapi sangat sulit untuk diintervensi terutama pada fundamentalisme. Lingkungan masyarakat fundamentalis yang merupakan tempat tumbuh suburnya kelompok terorisme, fundamentalis dalam hal ini secara garis besar hanya mempercayai kelompoknya yang benar ataupun sistem serta keyakinan nya yang benar.

Di Indonesia sendiri tidak luput dari aksi-aksi brutal kelompok teroris, setidaknya 20 tahun kebelakang banyak sekali terjadi bom bunuh diri maupun serangan fisik terhadap lembaga kepolisian. Hampir setiap tahun, berita penangkapan kelompok teroris ataupun terduga terorisme seringkali menghiasi lini masa media kita, namun untuk mencari solusi sangat sulit sekali dalam memberantas kelompok ini. Terlebih sifat kerahasian serta berpindah-pindahnya tempat menyulitkan bagi pihak keamanan mengendus keberadaannya.

Disisi lain, beberapa organisasi masyarakat secara terang-terangan mendukung tindakan kelompok teroris dengan cara menyiapkan kombatan ataupun materil. Beberapa ormas yang terindikasi mendukung kelompok teroris seperti Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Front Pembela Islam (FPI) dan beberapa ormas lainnya. Tujuan dari kelompok teroris relatif berbeda-beda dalam merekrut masyarakat tergantung pada kekuatan masing-masing. Biasanya, masyarakat yang direkrut kelompok teroris akan dijadikan martir atau pelaku bom bunuh diri bagi kelompok teroris.

Pada satu sisi masyarakat juga mengetahui apa motif dari kelompok teroris di Indonesia, saat melakukan aksi-aksinya. Menurut A.M. Hendropriyono dalam bukunya setidaknya ada beberapa tujuan dari kelompok teroris seperti mendirikan negara yang berbasis syariat, tujuan ekonomi, serta balas dendam. Hal ini tentunya bisa dilihat bagaimana tahanan teroris yang menjadi subjek penelitian, mengatakan bahwa mereka juga menginginkan adanya perubahan dalam segi ekonomi serta negara yang bersyariat.

Namun, dalam prakteknya tidak semua teroris yang ada di Indonesia menjadikan agama sebagai bahan pembenaran bagi kelompoknya. Beberapa indikasi kuat adalah adanya keuntungan dalam segi ekonomi serta motif balas dendam kepada pihak berwenang dalam kasus ini yaitu kepolisian. Ironisnya bagi kelompok teroris yang menggunakan agama tertentu langsung dibantah bahwa agama mengajarkan kekerasan kepada masyarakat, agama, ataupun lainnya.

Miris, jika diksi agama digunakan oleh kelompok teroris sebagai wadah meraup perhatian serta dukungan dari masyarakat. Terlebih banyaknya pengikut kelompok teroris tidak mengerti dasar-dasar agama secara utuh, mengakibatkan matinya nurani kemanusian serta sangat mudah masuknya dogma dan doktrin radikalisme. Menurut, beberapa ahli sangat tidak tepat meletak agama sebagai pembenaran bagi kelompok teroris, namun lebih baik jika menggunakan frasa lainnya.

Singkatnya, kelompok teroris memiliki sudut pandang serta nilai-nilai yang membesarkan kelompok mereka. Kebanyakan dari kelompok teroris hanya menggunakan martir atau pelaku bom bunuh diri untuk melambungkan nama mereka, selain itu mencari keuntungan dengan melibatkan ormas maupun masyarakat luas adalah tujuan utama mereka. Tentunya, akar masalah kelompok teroris di Indonesia tidak hanya berpaku dalam ruang lingkup sempit, mengingat kelompok teroris selalu menyesuaikan dengan kondisi terkini.

Related posts
Berita

Amal Baik Tidak Menggugurkan Kewajiban Shalat

Shalat lima waktu adalah ibadah wajib bagi setiap Muslim. Printah ini mutlak sebagai bukti pengabdian hamba kepada Tuhannya, tak bisa digugurkan dengan…
BeritaKolomNasihat

Mencermati Warisan Kolonial di Masa Kini

Kolonialisme bukan sekadar menjadi persoalan masa lalu. Kemerdekaan secara de facto dan de jure yang telah disandang bangsa ini nyatanya bukan jaminan…
BeritaKolom

Terpidana Korupsi Tak Layak Dikasihani

Pengadilan Tinggi DKI Jakarta menerima banding yang diajukan terdakwa kasus korupsi Pinangki Sirna Malasari. Majelis hakim memutuskan memangkas hukuman Pinangki, dari 10…