Lagi-lagi Haikal Hassan Baras atau Haikal Hassan mengklaim, bahwa ia bukan anggota dari Front Pembela Islam (FPI) ataupun Front Persatuan Islam (FPI Baru). Mengingat, pemerintah memang lagi berupaya untuk bersih-bersih ormas radikal di negeri ini, tentunya akan berdampak kepada anggota FPI maupun simpatisan seperti Haikal Hassan yang cari aman.
Semejak kasus yang melilit Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, membuat nama Haikal Hassan semakin diperhitungkan dalam kancah politik Indonesia. Dengan ketenaran namanya, tak ayal Prabowo Subianto memasukan Haikal Hassan menjadi tim kemangannya, kala maju melawan Presiden Joko Widodo di pilpres tahun lalu. Tentunya, track dan record Haikal Hassan bukan sekedar menjadi tim pemenangan Prabowo Subianto, masih banyak hal besar yang belum terungkap apalagi Haikal Hassan begitu melekat kepada sosok Imam Besar FPI yaitu Muhammad Rizieq Shihab (MRS).
Selain kedekatanya MRS, Haikal Hassan merupakan Sekjen HRS Center yang merupakan orang nomor dua memegang kuasa penuh kegiatan HRS Center. Akibat kedekatan tersebut, ia mendapatkan banyak panggilan untuk dakwah dan juga diskusi berbagai hal dari kelompok FPI dan simpatisan FPI. Bak habis manis sepah dibuang’ pepatah ini menggambarkan bagaimana Haikal Hassan tidak mengakui sebagai anggota FPI.
Jika menurut hirarki keorganisasian, Haikal Hassan benar adanya tidak masuk dalam kelompok FPI. Tetapi setidaknya Haikal Hassan masuk kedalam kategori anggota pasif ataupun sekadar simpatisan FPI yang loyal terhadap organisasi radikal tersebut. Sangat sulit, bagi masyarakat untuk mempercayai perkataan yang keluar dari mulut Haikal Hassan, walaupun pendakwah dan dikenal sebagai Ustaz yang berani mengkritisi pemerintah, Haikal Hassan sudah beberapa kali melakukan pembodohan dan juga pembohongan kepada publik. Salah satu kasus, yang masih hangat ditelinga masyarakat. Dimana Haikal Hassan bermimpi bahwa Rasulah mengatakan mereka sebagai syuhada.
Menurut pengakuan Haikal Hassan dalam kanal YouTube milik Akbar Faizal Uncensored, dipublikasikan Senin (1/2/2025). Membantah jika publik melabeli Babe Haikal sebagai pentolan FPI ataupun anggota FPI yang baru. Namun, dalam urusan keorganisasian HRS Center, Haikal Hassan mengatakan berkat kedekatan ia dengan Imam Besar tersebut, terlebih HRS Center merupakan tempat untuk melakukan kegiatan sosial lainnya.
Haikal juga kerap tampil sangar dalam mengkritik pemerintahan lewat berbagai mimbar dakwah. Tidak hanya itu, dirinya juga kerap mencuitkan pemikiran lewat media sosial Twitter dengan berbagai isu, termasuk selalu menjadi tandem FPI jika ormas tersebut mengalami masalah ataupun lainnya. Namun, ia tidak menafikan bahwa sebagai sekjen HRS Center dan kedekatannya terhadap beberapa pendiri dan petinggi Eks FPI di Indonesia.
Kali ini, Haikal Hassan berperan seolah-olah tidak memiliki hubungan dengan kelompok FPI. Namun, fakta lapangan dan jejak digital membuat argumen Haikal Hassan malu sendiri, jelas bahwa dalam beberapa video yang kami temui Haikal Hassan mengakui memiliki kedekatan emosional pada ormas yang membesarkan nama MRS tersebut.
Namun, temuan kami lainnya bahwa Haikal Hassan sedang menyembunyikan sesuatu dan juga ketakutan akan jati diri selama ini. Terlebih pemerintah memasukan persyaratan melarang peserta pemilihan legislatif maupun eksekutif berafiliasi kepada ormas radikal seperti HTI , JI, JAD dan lainnya. Sehingga akan menyulitkan karir politik yang selama ini dibangun oleh Haikal Hassan jika mengakui sebagai pentolan FPI, ataupun otonomi FPI lainnya. Singkatnya, pernyataan Haikal Hassan tersebut belum bisa dipastikan secara ilmiah. Walaupun demikian, pengakuan tersebut tidaklah melunturkan pendapat dan penilaian publik terhadap dirinya yang dekat dan sangat vokal jika terkait FPI.