Kolom

Awas! Terjerumus Nalar Kadrun

2 Mins read

Organisasi perusak nama baik Islam, seperti Front Pembela Islam (FPI), Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan sejenisnya, biasanya kita kenal dengan istilah Kadrun (Kadal Gurun). Hal itu disebabkan, karena mereka membawa-bawa nama Islam dan mempunyai perilaku yang ke-Arab-Araban, padahal mereka hidup di Nusantara. Di negeri ini, mereka memaksakan kehendak dengan menghalalkan berbagai cara. Salah satunya menyudutkan individu atau kelompok yang tidak sesuai dengan syariat Islam. Dan parahnya lagi, mereka ingin mengubah Ideologi bangsa. Maka dari itu, kita harus waspada penyebaran nalar kadrun.

Kaum kadrun terkenal dengan gerakannya yang anti pemerintah dan ingin menggulingkan pemerintahan yang sah. Ideologi mereka bertolak belakang dengan Pancasila. Masyarakat juga menyebut mereka dengan gerakan Islam radikal. Dilihat dari jejak kelamnya, hampir seluruh aktivitasnya memuat ketakutan warga, seperti sweeping secara sepihak, tanpa pandang bulu. Setiap aksinya juga selalu mengandung ujaran kebencian. Karena itu, mereka dicap berbahaya oleh pemerintah.

Di samping itu, Islam tidak membenarkan pemeluknya mengucilkan orang lain dari kehidupan. Agama Islam mengajak umatnya untuk mempunyai sikap yang moderat, karena itu adalah salah satu ciri khas Islam. Dan melarang umatnya berbuat yang melampaui batas. Oleh karena itu, sikap moderat sangat diperlukan, ketika kita hidup di tengah keberagaman, seperti di negeri ini. Namun saat ini dalam politik, Islam nampak dimanfaatkan oleh sebagian kelompok untuk meraih kekuasaan. Peristiwa tersebut dikenal dengan politik identitas.

Nalar kadrun yang memanfaatkan agama untuk kepentingan politik tentunya tidak dibenarkan. Jika politik identitas digunakan sebagai alat untuk bersaing saat pemilihan umum, maka hal tersebut akan membahayakan keutuhan agama tersebut. Tentunya kegiatan itu akan menghapuskan kemurnian politik. Dan peristiwa tersebut pasti mencoreng wajah demokrasi kita. Karena politik demokrasi sangat diperlukan dalam situasi dan kondisi keadaan bangsa kita saat ini.

Perlu diketahui, pemerintahan Presiden Joko Widodo melakukan pembubaran dan penghentian kegiatan terhadap organisasi masyarakat (Ormas) Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan Front Pembela Islam (FPI). Pembubaran pertama kali dilakukan terhadap HTI pada tahun 2017. Dan di penghujung tahun 2020, pemerintah memutuskan menghentikan dan melarang kegiatan FPI. Pembubaran kedua organisasi tersebut, salah satu alasannya karena mereka bukan merupakan ormas berbadan hukum.

Anehnya para kaum kadrun di sini selalu memprovokasi masyarakat untuk membenci pemerintahan sekarang. Padahal mereka ini tinggal, dan mencari makan di negeri ini. Hal tersebut sangat lucu sekali. Di mana seseorang yang membenci pemerintahan, tetapi mereka mencari makan di sini. Di satu sisi, seharusnya mereka yang tidak menyukai pemerintahan saat ini dan mereka yang tidak menyukai budaya negeri ini, seharusnya mereka pindah dari negara ini.

Kewajiban kita sebagai anak bangsa adalah dengan mencintai Tanah Air, karena negeri ini telah memberikan kita tempat berlindung. Untuk itu kita jangan mengkhianatinya. Kemudian, kita harus berterima kasih, dengan cara menjaganya. Selain itu, kita harus selalu ingat pesan salah satu pahlawan bangsa, Hadratus Syaikh Hasyim Asy’ari, yakni hubbul wathan minal iman atau mencintai Tanah Air adalah sebagian dari iman.

Nalar yang disebarkan kaum kadrun cukup bahaya bagi anak bangsa. Sebab, mereka bisa mencuci otak masyarakat untuk kepentingannya. Mereka juga akan memengaruhi pola fikir yang dimiliki anak bangsa untuk mengubah ideologi bangsa menjadi Khilafah Islamiyah. Tentu paham khilafah tidak sepadan, jika berada di negeri ini, karena paham tersebut akan tertolak dengan sendirinya.

Dengan demikian, kita harus waspada terhadap penyebaran paham yang dilakukan kaum kadrun. Jangan sampai kita terjerumus nalar sesat kaum kadrun. Maka dari itu, kita sebagai warga yang mencintai Tanah Air, harus berbangsa dan bernegara. Selain itu, untuk mengantisipasi penyebaran nalar sesat kaum kadrun kita harus membentengi diri kita dengan nilai-nilai nasionalisme. Mewaspadai nalar sesat kadrun adalah tugas kita bersama.

Related posts
Kolom

Vaksinasi Lintas Agama, Memperkuat Persatuan Bangsa

Masjid Istiqlal menjadi tempat untuk melakukan vaksinasi para pemuka agama. Kegiatan tersebut dilaksanakan bukan hanya kepada yang beragama Muslim saja, tetapi untuk semua agama. Aktivitas yang melibatkan tokoh lintas agama ini menjadi salah satu alat untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. Pasti, nantinya hal tersebut akan menambah kerukunan warga antar agama. Sebab, para pemuka agama memiliki peran sentral demi meyakinkan masyarakat untuk membuktikan keamanan vaksin, sehingga program vaksinasi dapat berjalan dengan lancar.
Kolom

Indonesia Sehat Tanpa Hoaks

Angka penyebaran berita bohong atau hoaks masih terus tumbuh dengan pesatnya. Hoaks telah banyak menguasai media-media sosial, meracuni akal sehat pikiran manusia…
BeritaKolom

Edukasi Komunikasi Netizen Indonesia

Hasil laporan tahunan Microsoft tengah menampar netizen Indonesia. Pasalnya, netizen Indonesia dinilai paling tidak sopan se-Asia Tenggara oleh Microsoft dalam laporan yang…