Barisan Ansor Serbaguna (Banser) tersebar di seluruh wilayah Nusantara. Ketika negeri ini dirundung bencana alam, Banser selalu muncul dari berbagai daerah membawa gerakan kerelawanannya untuk melakukan aksi kemanusiaan. Tanpa menunggu arahan pun, mereka sudah langsung bergerak menuju daerah yang terkena musibah. Sebab, hal tersebut sudah menjadi kebiasaan yang tertanam dalam diri setiap anggota Banser. Maka itu, di mana ada musibah bencana, di situ ada Banser yang selalu peduli dan ingin membantu.
Tidak peduli latar belakang agamanya, Banser selalu siap, apabila diminta bantuan. Itulah keistimewaan dan kelebihan Banser yang tidak dimiliki organisasi lain. Banser juga sering mendadak menjadi trending topic di media sosial Twitter dalam negeri, terkait aksinya yang ikhlas. Selain itu, dukungan untuk Banser juga mengalir di sejumlah media sosial lainnya. Hal tersebut merupakan salah satu alasan para anggota Banser menjadi semakin semangat untuk membantu sesama.
Sementara itu, saat bencana banjir di Kalimantan Selatan, terlihat anggota Banser Satkorwil Kalsel turun tangan membantu warga yang terdampak musibah. Di beberapa wilayah yang terdampak bencana tanah longsor di Sumedang, gempa bumi di Sulawesi Barat, dan daerah lainnya, Banser telah bergerak ke berbagai tempat untuk menyalurkan logistik serta membantu para korban bencana.
Kiprah Banser di berbagai daerah dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana memang sudah tidak diragukan lagi. Selain bertugas dalam menjaga para ulama, Banser juga merupakan organisasi yang tangguh dalam ikut serta menangani dan turun langsung untuk membantu para korban yang terdampak bencana alam. Mereka menyalurkan bantuan, tidak hanya berbentuk logistik, tetapi juga dengan tenaga yang mereka miliki.
Ketika bencana terjadi, para relawan Banser rela menempuh jarak jauh yang membutuhkan waktu lama dan melewati daerah atau jalan yang terputus karena rusak untuk mencapai titik bencana. Di awal tahun 2021, Banser selalu sigap dan siap saat terjadi Bencana, karena mereka mempunyai kebiasaan membantu tanpa diperintah terlebih dahulu.
Sebagaimana namanya, barisan serbaguna, Banser menjalankan berbagai fungsi yang biasanya dilakukan oleh pihak-pihak instansi pemerintah. Seperti pengaturan lalu lintas, pengamanan sebuah acara, menjaga para ulama, membantu sesama, dan menjadi tenaga relawan dalam peristiwa-peristiwa yang membutuhkan bantuan cepat, semacam dalam sebuah bencana alam.
Di samping itu, Banser juga sering mendapatkan fitnah atau berita bohong terkait kegiatannya. Banyak sekali kelompok atau organisasi yang sentimen terhadap prestasi yang diperoleh Banser. Selain itu, di medsos, Banser pula kerap kali mendapatkan ejekan dari netizen. Mereka mengejek Banser dengan sejumlah kalimat yang menyudutkan Banser. Di antaranya desakan untuk pergi ke Papua, ormas yang suka menjaga gereja, suka membubarkan pengajian, dan menjaga acara dangdutan. Kalimat yang menyudutkan Banser sudah sering terjadi dan diterimanya sampai dia kebal dengan ejekan-ejekan tersebut.
Sementara itu, sebelumnya perlu kita ketahui, Banser adalah akronim dari Barisan Serbaguna Nahdlatul Ulama (NU). Ia merupakan lembaga semi-otonom dari Gerakan Pemuda Ansor, organisasi pemuda NU yang berdiri pada 1930, empat tahun setelah NU didirikan. Banser adalah barisan pemuda yang dikenal dengan penampilannya, mulai dari pakaian, sepatu, topi, hingga atribut-atribut lainnya, yang mirip dengan pasukan militer. Kemudian yang istimewa dari organisasi ini adalah, Banser memiliki tujuh satuan khusus.
Dengan demikian, prestasi Banser dan kepedulian Banser terhadap sesama sudah tidak diragukan lagi. Mereka selalu siap siaga ketika dibutuhkan oleh seluruh masyarakat negeri ini tanpa memandang latar belakang agamanya. Semoga para relawan Banser selalu diberikan kesehatan, sehingga mereka tetap semangat dalam membantu sesama. Dan semoga negeri ini diselamatkan serta dijauhi dari segala bentuk bencana. Aamiin.