Indonesia tengah berduka. Pasalnya, beberapa bencana silih berganti melanda dan merenggut korban jiwa di sejumlah daerah di Tanah Air kita. Pandemi yang belum usai, dan pencarian korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang belum selesai. Kemudian disusul dengan sejumlah bencana alam, yaitu tanah longsor di Sumedang, banjir di Kalimantan Selatan, gempa bumi di Sulawesi Barat, banjir dan longsor di Manado, dan awan panas Semeru, serta erupsi Merapi. Rentetan bencana ini tentu merupakan duka kita bersama. Oleh karena itu, pentingnya spirit Pancasila agar situasi sulit ini dapat segera kita lalui bersama.
Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang rentan dilanda bencana alam seperti letusan gunung berapi, gempa bumi, tsunami, banjir, tanah longsor, dan lain sebagainya. Kerentanan ini tidak lain ditengarai oleh faktor geografis yang dikelilingi oleh cincin api pasifik. Sekaligus negara kepulauan yang terletak pada pertemuan empat lempeng tektonik dunia, yaitu lempeng Euro-Asia di bagian Utara, lempeng Indo-Australia di bagian Selatan, lempeng Filipina dan Samudera Pasifik di bagian Timur. Di sisi lain, untuk mengurangi kerusakan yang lebih besar, maka penting bagi kita menjaga kelestarian lingkungan dengan baik.
Ketika bencana alam sudah terjadi seperti ini, yang dibutuhkan adalah kerjasama antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat. Bukan malah menanggapinya dengan ujaran kebencian, seperti Neno Warisman yang mengatakan bahwa bencana ini terjadi karena kezaliman yang dilakukan oleh pemimpin negeri ini. Ungkapan itu tentu bukan solusi dalam menangani situasi ini, tetapi hanya akan menimbulkan keresahan di masyarakat. Sebab, yang dibutuhkan saat ini, yaitu semangat gotong royong dari semua pihak.
Gotong royong sebagai sari pati Pancasila, dan merupakan spirit utama Pancasila. Sebagaimana yang dikatakan oleh Bung Karno, jikalau saya peras yang lima menjadi tiga, dan yang tiga menjadi satu, maka dapatlah saya satu perkataan Indonesia yang tulen, yaitu perkataan “gotong royong”. Negara Indonesia yang kita dirikan haruslah negara gotong royong! Alangkah hebatnya! Negara gotong royong! Maka dari itu, kita perlu bersama-sama membantu saudara kita yang tertimpa bencana, dan bantuan tersebut dapat berupa apapun.
Pancasila bukan hanya formalitas belaka. Bukan hanya berisi nilai-nilai tanpa makna. Namun, Pancasila memiliki nilai yang bermakna luar biasa, yang mana terdapat nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial. Pancasila juga bukan milik golongan dan agama tertentu, tetapi seperti kata Bung Karno, Pancasila adalah milik semua dan untuk semua.
Dalam situasi seperti ini, pentingnya membangkitkan spirit Pancasila. Yang mana, semangat dan energi untuk membantu dan menolong para korban tanpa melihat hubungan darah, etnis, dan agama. Bencana alam selalu menggugah rasa kemanusiaan kita dan bahkan menyatukan rasa kebangsaan kita. Misalnya, pamflet ucapan duka yang disebarkan melalui media sosial, melakukan aksi doa bersama, melakukan aksi galang dana, serta terjun langsung ke tempat bencana untuk membantu proses evakuasi.
Aksi gotong royong seperti ini merupakan langkah yang sangat baik. Dengan semangat gotong royong dan didukung dengan teknologi komunikasi, langkah kecil ini mampu membongkar sekat perbedaan sehingga membuat setiap orang terpanggil untuk ikut membantu. Selain itu, sebagai sesama anak bangsa, kita dapat saling menguatkan, sekaligus menguatkan moral bangsa Indonesia dalam melewati masa sulit ini.
Dalam hal ini, pemerintah harus menunjukkan spirit Pancasila, dengan cara sigap dalam memberikan bantuan kepada korban bencana. Jangan sampai, ada warga yang tidak terselamatkan akibat lambatnya dalam melakukan evakuasi, dan menyediakan kebutuhan primer, seperti makanan dan obat-obatan. Selain pemerintah, masyarakat pun harus terus bergerak. Misalnya, Influencer harus memanfaatkan media sosialnya untuk melakukan galang dana. Kemudian organisasi mahasiswa dan organisasi masyarakat, juga harus cepat melakukan gerakan.
Namun, perlu diingat bahwa aksi gotong royong ini bukan hanya dilakukan ketika terjadi bencana. Setelah pulih dari bencana pun spirit Pancasila ini harus terus dilakukan, tetapi dengan cara yang berbeda, yaitu dengan aksi gotong royong dalam menjaga lingkungan. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya bencana alam, atau setidaknya meminimalisir dampak yang terjadi ketika bencana itu datang.
Dengan demikian, sebagaimana alam Indonesia yang kerap ditimpa dengan bencana, tetapi selalu bertambah subur tanahnya, pun dengan Pancasila yang telah mengalami berbagai benturan dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia, justru semakin menguatkan solidaritas sosial dan nasionalisme bangsa ini.
Sikap tenggang rasa terhadap sesama, hidup rukun berdampingan dengan penganut agama lain, serta semangat gotong royong dalam menghadapi musibah, menjadi kekuatan besar bagi bangsa kita untuk memacu masa depan yang lebih baik. Maka dari itu, rentetan bencana ini, mampu dilalui dengan spirit Pancasila kita bersama.