Beredarnya postingan foto Raffi Ahmad sedang berkumpul tanpa masker bersama beberapa temannya setelah divaksin heboh. Kehebohan ini bukan tanpa alasan. Pasalnya, Raffi Ahmad merupakan orang pertama (perwakilan pemuda) di Indonesia yang difasilitasi untuk mengikuti vaksinasi sesi pertama oleh negara. Tindakannya demikian, tentu membuat geram masyarakat. Sebagai influencer dan orang yang mendapatkan privilege oleh negara tidak seharusnya ia melakukan itu. Tidak sedikit dari masyarakat yang merasa dikecewakan.
Vaksinasi merupakan program dan ikhtiar kita dalam memutus mata rantai korona selama satu tahun terakhir. Banyak harapan kita digantungkan pada vaksinasi, hidup normal, kembali berkumpul, dan roda kehidupan berjalan kembali sebagaimana mestinya. Tidak sedikit pula, di antara kita yang ingin divaksin terlebih dulu. Maka dari itu, tidak berlebihan jika kita kecewa tatkala menyaksikan Raffi Ahmad berkumpul dengan mengindahkan protokol kesehatan setelah divaksin. Apalagi, posisi dia sebagai orang yang masuk dalam kloter pertama vaksinasi. Ia tidak saja mencerminkan etika yang tidak baik, tetapi juga jiwa kebangsaan yang inflasi. Karenanya, dalam hal ini, menurut saya amat perlu mengingatkan pentingnya moral kebangsaan, khususnya bagi influencer.
Etika dan moral dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia dapat digali dari Pancasila yang merupakan dasar negara. Etika dan moral berbangsa perlu dianggap sebagai etika terapan karena aturan normatif yang bersifat umum. Diterapkan secara khusus sesuai dengan kekhususan dan kekhasan bidang kehidupan berbangsa dan bernegara. Sebagai etika khusus, etika dan moral berbangsa merupakan kontekstualisasi aturan moral umum dalam situasi konkret. Tiap-tiap masyarakat mestinya menyadari ini.
Krisis moral dalam suatu negara merupakan faktor utama dari semua masalah di sejumlah negara. Moralitas memegang kunci dalam mengatasi krisis moral. Indikator kemajuan bangsa tidak cukup diukur hanya dari kepandaian warga negaranya, tidak juga dari kekayaan alam yang dimiliki, tetapi dari hal yang lebih mendasar. Yakni, sejauh mana masyarakat suatu bangsa memegang teguh moralitas. Moralitas memegang kunci dalam mengatasi krisis moral.
Pancasila sebagai dasar filsafat bangsa pada hakikatnya merupakan suatu nilai yang menjadi sumber dari segala penjabaran norma dalam kehidupan berbangsa-bernegara. Dalam Pancasila juga terdapat pemikiran-pemikiran yang bersifat kritis, rasional, mendasar, nasionalis, komprehensif, dan sistematis. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa Pancasila merupakan nilai-nilai yang bersifat mendasar yang memberikan landasan bagi masyarakat Indonesia dalam hidup berbangsa dan bernegara. Dengan demikian Pancasila bukanlah hanya suatu norma yang bersifat normatif ataupun praksis, melainkan merupakan suatu sistem nilai-nilai etika yang merupakan sumber norma tersebut.
Pancasila sebagai falsafah hidup bangsa telah memberikan inspirasi dan ajaran tentang bagaimana mempraktikkan berbangsa-bernegara sesuai dengan moral Pancasila. Hal ini yang dipercaya akan membawa kita menjadi masyarakat yang bermoral dalam menghadapi krisis global. Jika saja, nilai-nilai Pancasila betul-betul dipahami, dihayati, dan diamalkan tentunya akan membawa perubahan positif bagi peradaban bangsa.
Adanya kejadian yang dilakukan oleh Raffi Ahmad sangat disayangkan. Padahal, negara dengan memberikan ia keistimewahan sebagai orang pertama (mewakili pemuda) karena menyimpan harapan penuh kepadanya. Negara berkeyakinan, jika ia dapat menjadi contoh yang baik. Apalagi, posisinya sebagai publik figur. Dan tentu, kejadian ini tidak saja ditunjukkan kepada Raffi Ahmad, tetapi kepada semua elemen masyarakat, khususnya influencer.
Sebagai influencer yang notabene memiliki pengikut atau setidaknya dikenal banyak orang, harusnya dapat menjadi teladan yang baik. Dapat mengaplikasikan nilai-nilai dan norma kebangsaan di kehidupan nyata. Jangan sampai citra kebaikan yang dibangun di media sosial, tidak tercerminkan sama sekali tatkala di belakang layar. Ini penting disampaikan dan diketahui. Masyarakat sudah cukup tersakiti dan tersiksa oleh korona, jangan sampai ditambahkan oleh beban-beban yang tidak berguna.