Kolom

Bu Risma, Pemimpin yang Melayani Rakyat

2 Mins read

Tri Rismaharini yang kerap disapa Bu Risma, kembali menjadi perbincangan publik. Pasalnya, aksi blusukan yang dilakukannya setelah dilantik menjadi Menteri Sosial, menuai pro dan kontra. Beberapa menilai, bahwa ini merupakan pencitraan. Namun, tak sedikit pula yang mengapresiasi gebrakan awal Bu Mensos. Melihat sepak terjang Bu Risma selama menjadi kepala daerah yang kerap terjun langsung ke masyarakat, tentu ini memang merupakan gaya kepemimpinannya. Ketika menjadi Mensos ia pun ingin memastikan langsung keadaan di masyarakat agar kebijakan yang ia keluarkan, memang berdasarkan kepentingan rakyat. Oleh karena itu, Bu Risma merupakan contoh pemimpin yang tulus bergerak melayani rakyat.

Hal ini dibuktikan dengan banyaknya masyarakat Surabaya yang benar-benar puas terhadap kepemimpinan Bu Risma. Berdasarkan data riset Surabaya Survey Center (SSC) yang menyatakan bahwa 95,7% masyarakat Surabaya merasa puas terhadap kinerja Bu Risma. Jika selama ini blusukan yang ia lakukan hanya sekadar pencitraan, maka tidak mungkin hampir seluruh masyarakat Surabaya puas dengan kinerjanya selama ini.

Bagaimanapun, Kemensos memiliki tugas besar untuk menjalankan amanat UUD 1945. Yang mana, fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara dan dilindungi oleh negara. Dengan begitu, Bu Risma sebagai Mensos benar-benar ingin memastikan bahwa hari ini negara hadir di tengah masyarakat miskin. Memastikan segala kebutuhan rakyatnya dapat terpenuhi.

Kegagalan dan kesalahan Mensos sebelumnya dalam menjalankan amanat konstitusi, dan jelas menghianati seluruh rakyat Indonesia. Tentu, menjadi Pekerjaan Rumah besar bagi Bu Risma untuk membereskan semuanya. Dari mulai internal Kemensos, maupun memastikan langsung ke tengah masyarakat agar mengetahui langsung permasalahan sosial yang ada. Dan, bantuan yang diberikan dapat tepat sasaran.

Dalam hal ini, kepercayaan masyarakat terhadap Kemensos sudah hancur. Tugas Bu Risma yaitu mengembalikan kembali kepercayaan masyarakat terhadap lembaga yang memegang tugas penting terkait kesejahteraan rakyat. Bu Risma yang selama ini terbukti sebagai pemimpin yang tulus melayani rakyat, harus melakukan beberapa langkah untuk mengembalikan kondisi bangsa ini.

Menurut saya ada 3 cara mengembalikan kepercayaan masyarakat kepada Kemensos. Pertama, memberikan bansos secara cepat dan tepat. Kondisi masayarakat yang masih terdampak Covid-19, membutuhkan penanganan cepat dari Kemensos. Pasalnya, mereka yang terdampak masih menggantungkan harapan kepada pemerintah. Dengan begitu, pendataan bagi masyarakat yang terdampak benar-benar harus segera diselesaikan agar bantuan bisa langsung didistribusikan. Bekerjasama dengan berbagai pihak, dari mulai tingkat RT/RW sampai kementerian terkait seperti Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), dan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).

Kedua, melakukan transparansi anggaran. Hal ini sangat penting dilakukan. Sebab, rakyat harus mengetahui dan dapat mengawal penggunaannya. Di tahun ini, total anggaran untuk bantuan sebesar Rp. 110 Triliun yang akan disalurkan ke seluruh wilayah di Indonesia. Tentu, ini harus ada transparansi dan pengawalan yang ketat agar bantuan tersebut dapat tersalurkan dengan baik. Jumlah yang diterima pun sesuai yang telah ditentukan. Tidak ada potongan-potongan liar. Selain itu, Bu Risma harus memastikan agar pemerintah ditingkat daerah pun memiliki transparansi anggaran yang jelas.

Ketiga, turun dan menemui langsung masyarakat. Menurut saya hal ini bukan sebuah pencitraan. Sebab, bagaimanapun Bu Risma harus memastikan langsung keadaan masyarakat. Selain itu, juga untuk mendengar dan mengetahui apa yang dibutuhkan oleh masyarakat agar Kemensos dapat mencari cara untuk memenuhi hal tersebut. Dengan begitu, setiap kebijakan yang dikeluarkannya dapat sesuai dengan aspirasi rakyat.

Maka dari itu, ketiga hal ini harus segera dilakukan agar masyarakat benar-benar merasakan kehadiran Kemensos. Meskipun nanti dana bansos akan diberikan melalui transfer, Kemensos tidak boleh lengah untuk terus mengawal pendistribusiannya.

Dengan demikian, Bu Risma sebagai Menteri baru, penting mengetahui situasi lapangan terlebih dahulu, tidak bisa hanya sekadar mendengar laporan saja. Sebab, sebelum mengeluarkan kebijakan, ia harus memastikan kondisi lapangan. Bu Risma sebagai pemimpin yang melayani rakyat, tentu kebijakannya harus sesuai dan tepat untuk kepentingan rakyat.

Related posts
Kolom

Vaksinasi Lintas Agama, Memperkuat Persatuan Bangsa

Masjid Istiqlal menjadi tempat untuk melakukan vaksinasi para pemuka agama. Kegiatan tersebut dilaksanakan bukan hanya kepada yang beragama Muslim saja, tetapi untuk semua agama. Aktivitas yang melibatkan tokoh lintas agama ini menjadi salah satu alat untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. Pasti, nantinya hal tersebut akan menambah kerukunan warga antar agama. Sebab, para pemuka agama memiliki peran sentral demi meyakinkan masyarakat untuk membuktikan keamanan vaksin, sehingga program vaksinasi dapat berjalan dengan lancar.
Kolom

Indonesia Sehat Tanpa Hoaks

Angka penyebaran berita bohong atau hoaks masih terus tumbuh dengan pesatnya. Hoaks telah banyak menguasai media-media sosial, meracuni akal sehat pikiran manusia…
BeritaKolom

Edukasi Komunikasi Netizen Indonesia

Hasil laporan tahunan Microsoft tengah menampar netizen Indonesia. Pasalnya, netizen Indonesia dinilai paling tidak sopan se-Asia Tenggara oleh Microsoft dalam laporan yang…