Kolom

Fadli Zon Cocok Menjadi Imam Besar FPI

2 Mins read

Fadli Zon selaku politisi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), memberikan bantahan terkait penyebutan partainya yang mendukung langkah negara membubarkan ormas intoleran, yakni Front Pembela Islam (FPI). Padahal, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Rahayu Saraswati telah menyatakan, bahwa Gerindra mendukung pemerintah untuk bersikap tegas terhadap kelompok intoleran. Hal ini tentu bukan kali pertama bagi Fadli Zon, sebab selama ini ia kerap memperjuangkan FPI. Melihat Fadli Zon yang memiliki kedekatan dengan para petinggi FPI, dan selalu berjuang dalam membela FPI, sangat cocok bila ia menjadi Imam Besar FPI.

Kita tahu, dalam berbagai rentetan aksi FPI yang selalu mengundang kontroversi, kerap menghadirkan sosok Fadli Zon yang tak pernah ketinggalan dalam melakukan pembelaan terhadap FPI. Apapun yang dilakukan oleh FPI, selalu benar di matanya. Bagaimana tidak, FPI sebagai ormas yang kerap meresahkan dan memicu perpecahan, selalu mendapatkan dukungan dari Fadli Zon.

Padahal, sudah jelas bahwa dalam AD/ART FPI, tidak tercantum asas Pancasila, tetapi malah menyebutkan visi misinya yang akan menerapkan Syariat Islam secara kaffah di bawah naungan khilafah Islamiyah. Beberapa aksi yang dilakukannya pun, sering bertentangan dengan Pancasila. Bahkan, pimpinannya beberapa kali menghina Pancasila. Faktanya, berbagai aksi FPI yang kerap main hakim sendiri, melakukan kekerasan, menyebarkan ujaran kebencian dan caci maki, memprovokasi, melakukan penghinaan terhadap suku dan agama lain, dan lebih parah lagi, mendukung ISIS. Tetap, mendapatkan dukungan dan pembelaan dari Fadli Zon, dengan mengatakan bahwa FPI mendukung Pancasila dan NKRI.

Bukan hanya itu saja, dari mulai aksi TNI yang melakukan pencopotan terhadap baliho-baliho yang tidak sesuai dengan aturan, kasus kerumunan yang dilakukan oleh pimpinan FPI, sampai sengketa markas FPI yang tidak memiliki izin, di mata Fadli Zon itu semua benar. Oleh karena itu, ia membelanya mati-matian. Bangunan yang jelas tidak memiliki izin pun, ia anggap bukan kesalahan FPI, tetapi dianggap sebagai bentuk diskriminasi terhadap FPI. Lantas, apa kabar dengan FPI yang sering menutup rumah ibadah dengan alasan tidak memiliki IMB? Ko Fadli Zon tidak mengutuk FPI sebagai pelaku diskriminasi terhadap kelompok agama lain?

Berdasarkan survei Mujani Research and Consulting (SMRC), pada November 2020, 43% responden yang menyukai Rizieq, kemudian sebanyak 43% responden juga mengatakan menyukai FPI. Angka ini tentunya jauh bila dibandingkan dengan Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, yang mana sebanyak 80% mendukung perjuangan NU, Muhammadiyah (58%), dan FPI hanya (33%), berdasarkan survei Januari 2018.

Data tersebut menunjukkan bahwa sebenarnya kebanyakan rakyat tidak menyukai Rizieq dan FPI karena dianggap sebagai kelompok ekstrem. Dengan begitu, Fadli Zon sebagai wakil rakyat, seharusnya melindungi negara dari kelompok ekstrem dan radikal, yang meresahkan, juga mengancam persatuan bangsa, bukan malah keras membelanya mati-matian.

Selain itu, berdasarkan survei Alvara Strategi Indonesia, pada 2016 juga menunjukkan bahwa 22,4 % responden menganggap FPI sebagai ormas garis keras, 9,5% menganggap FPI sebagai ormas brutal atau anarkis, dan hanya 17,8% yang menganggap FPI sebagai ormas pembela Islam. Hasanuddin mengatakan bahwa responden menganggap FPI sebagai provokator yang sering melakukan sweeping. Hal ini tentunya menunjukkan bahwa FPI memang sebagai ormas yang meresahkan. Dari tahun ketahun, tidak ada perubahan. Bahkan, malah jauh lebih brutal.

Dalam hal ini, Fadli Zon seharusnya sadar, jika dirinya merupakan wakil rakyat. Suaranya mewakili suara rakyat, bukan mewakili suara ormas radikal. Rakyat yang semestinya diperjuangkan, bukan ormas yang selalu mendiskriminasi agama lain, bukan juga ormas yang sering menghina Pancasila, apalagi ormas yang tidak patuh terhadap hukum dan hanya bisa memecah belah bangsa.

Fadli Zon sebagai Dewan Perwakilan Rakyat yang merupakan lembaga pembuat undang-undang. Seharusnya marah terhadap kelompok yang melakukan tindakan seenaknya tanpa memperhatikan aturan yang ada. Selain itu, Fadli Zon sebagai negarawan, seharusnya mengutuk keras ormas-ormas yang mengancam keutuhan bangsa dan negara. Namun, itu berbanding terbalik, Fadli Zon tidak gentar, dan terus lantang dalam membela FPI di hadapan publik. Maka dari itu, Fadli Zon, jauh lebih cocok menjadi Imam Besar FPI.

Dengan demikian, ormas yang baru saja dideklarasikan yaitu Front Persatuan Islam (FPI), saya menyarankan agar Fadli Zon diangkat sebagai Imam Besar FPI. Sebab, sejauh ini Fadli Zon konsisten dalam membela FPI, dan itu sudah tidak diragukan lagi.

Related posts
Kolom

Vaksinasi Lintas Agama, Memperkuat Persatuan Bangsa

Masjid Istiqlal menjadi tempat untuk melakukan vaksinasi para pemuka agama. Kegiatan tersebut dilaksanakan bukan hanya kepada yang beragama Muslim saja, tetapi untuk semua agama. Aktivitas yang melibatkan tokoh lintas agama ini menjadi salah satu alat untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. Pasti, nantinya hal tersebut akan menambah kerukunan warga antar agama. Sebab, para pemuka agama memiliki peran sentral demi meyakinkan masyarakat untuk membuktikan keamanan vaksin, sehingga program vaksinasi dapat berjalan dengan lancar.
Kolom

Indonesia Sehat Tanpa Hoaks

Angka penyebaran berita bohong atau hoaks masih terus tumbuh dengan pesatnya. Hoaks telah banyak menguasai media-media sosial, meracuni akal sehat pikiran manusia…
BeritaKolom

Edukasi Komunikasi Netizen Indonesia

Hasil laporan tahunan Microsoft tengah menampar netizen Indonesia. Pasalnya, netizen Indonesia dinilai paling tidak sopan se-Asia Tenggara oleh Microsoft dalam laporan yang…