Berita

Vaksin Gratis, Terima Kasih Pak Jokowi

2 Mins read

Kabar gembira bagi kita semua. Masyarakat bersorak ria menyambut pengumuman keputusan Presiden Joko Widodo, dalam menggratiskan vaksin Covid-19. Setelah sempat muncul perdebatan tentang vaksin Covid-19 gratis vs mandiri. Kini, Presiden Jokowi akhirnya memberikan pernyataan menggembirakan.

Sebelumnya, masyarakat dibuat ketar-ketir, karena terdengar kabar, jika sekitar 75 juta masyarakat, harus membayar atau membeli vaksin Covid-19 tersebut. Namun untungnya, Presiden kita selalu mendengarkan masukan dan kritikan masyarakat soal vaksin. Akhirnya, Presiden menerima kritikan dan masukan masyarakat. Dan keputusannya, yakni vaksin Covid-19 digratiskan untuk semua kalangan masyarakat.

Presiden Jokowi juga siap untuk diberi vaksin pertama kali. Hal itu untuk memberikan kepercayaan dan keyakinan kepada masyarakat, bahwa vaksin aman digunakan. Memang sebelumnya masyarakat banyak yang bertanya, apakah vaksin tersebut aman atau tidak? Tetapi semua pertanyaan tersebut telah terjawabkan, sebab adanya pernyataan dari Presiden untuk siap divaksin pertama kali. Untuk menjamin keselamatan rakyatnya, Presiden Jokowi rela dan berani mengambil keputusan.

Selain itu, Presiden memberi instruksi kepada jajaran kabinetnya untuk memprioritaskan program vaksin di tahun anggaran 2021. Kemudian, Presiden memerintahkan Menteri keuangan untuk memprioritaskan dan mere-alokasi dari anggaran lain terkait ketersediaan dan vaksinasi secara gratis. Maka dari itu, tidak ada alasan lagi untuk masyarakat tidak mendapatkan vaksin.

Karena dari awal musibah pandemi muncul, masyarakat menunggu kapan datangnya vaksin tersebut. Akhirnya, hal yang ditunggu datang, dan sebentar lagi kita akan bersama-sama mendapatkan vaksin dari pemerintahan secara cuma-cuma. Kabar baik vaksin Covid-19 pun disambut dengan sukacita oleh netizen dan masyarakat bangsa ini.

Di sisi lain, ucapan terima kasih terus mengalir kencang, seperti arus sungai yang tak ada ujungnya. Netizen pun tak henti mengucap terima kasih melalui akun media sosial miliknya, khususnya di Twitter. Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Vaksinolog di Omni Hospitals Pulomas, dr Dirga Sakti Rambe MSc SpPD, juga ikut andil dalam berterima kasih terhadap Jokowi. Hal tersebut, disampaikan melalui akun Twitter pribadinya @dirgarambe, yang menuliskan, “Alhamdulillah. Terima kasih Pak @jokowi sudah mendengarkan masukan publik dan mengoreksi kebijakan yang keliru.”

Di samping itu, vaksin adalah zat atau senyawa yang berfungsi untuk membentuk kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit. Saat ini, dalam situasi darurat pandemi Covid-19, vaksin merupakan kebutuhan khusus manusia untuk memberi kekebalan tubuhnya. Maka itu, masyarakat sangat membutuhkan vaksinasi dengan cepat dan terukur. Melalui vaksin yang gratis ini, masyarakat berharap kepada pemerintah agar dalam pembagian vaksin tersebut adil dan merata.

Jokowi, selain menjadi Presiden yang baik, dia dinobatkan menjadi 500 Muslim yang berpengaruh di dunia, versi The World’s 500 Most Influental Muslim 2021, bersama Habib Luthfi bin Yahya, KH Said Aqiel Siradj, dan KH Ahmad Mustofa Bisri. Maka demikian, sebagai seorang pemimpin yang baik dan tidak sombong, Presiden Jokowi mencoba dekat dengan rakyatnya. Kita patut berterima kasih atas kebaikan yang telah dia berikan.

Efek dari vaksin gratis tersebut, dapat berdampak baik bagi negara. Sebab, setelah Presiden mengumumkan digratiskannya vaksin, saham menjadi naik. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan 16 Desember, dengan gemilang setelah mencetak kenaikan hampir 2 persen. Hal tersebut, efek dari pernyataan Presiden Jokowi terkait vaksin gratis. Peristiwa itu memancing investor asing kencang berbelanja saham di Indonesia.

Dengan demikian, Presiden Jokowi memberikan sukacita bagi kita semua. Vaksin gratis yang diberikan pemerintah untuk masyarakat pasti sangat bermanfaat dan berharga sekali. Maka dari itu, kita semua patut berterima kasih terhadap pemerintah dan para tenaga kesehatan yang mengorbankan waktu untuk bekerja demi negara dengan ikhlas.

Related posts
BeritaDunia IslamNasihat

Membangun Kesadaran Kritis Santri Masa Kini

Di tengah hiruk pikuk kegiatan pesantren yang beragam, pengajian merupakan satu aktivitas yang menjadi kewajiban dalam keseharian. Sebab melalui tradisi mengaji, terjadi…
BeritaDunia Islam

Dimensi Ukhuwah KH. Jalaluddin Rakhmat

Cendekiawan Muslim Indonesia, KH. Jalaluddin Rakhmat telah wafat pada Senin (15/02) di RS Santosa Internasional. Sebagai tokoh, Kang Jalal sapaan akrabnya, kabar…
Berita

Ujaran Kebencian Yahya Waloni, Ormas Islam Kok Diam?

Penceramah mualaf Yahya Waloni kembali sorotan publik, setelah mengatakan dalam pengajiannya dengan sengaja menabrak anjing dengan nada kebencian. Minimnya etika dan sopan santun ditunjukan oleh Yahya Waloni sangat kental terasa dengan cara memaki ataupun menebar kebencian. Sayangnya, ujaran kebencian yang banyak tersebar melalui video tersebut tidak direspon oleh ormas Islam dan terkesan diam