Haikal Hassan Baras, menjadi perbincangan hangat netizen. Lantaran, pria yang kerap kali dipanggil ustadz tersebut, sering menuai kontroversi. Perkataan yang keluar dari mulutnya terkadang tidak sesuai dengan fakta yang ada. Selain itu, dia menyukai kegaduhan dan memprovokasi umat untuk menggiring isu, hingga menimbulkan gradasi sosial.
Sementara itu, dia pernah menghina Habib. Namun sekarang dia malah membela Muhammad Rizieq Shihab, yang dia anggap Habib, bahkan dia bela mati-matian. Hinaan terhadap Habib tersebut, dia lakukan pada 2013 lalu. Narasi tersebut berisi, “Jadi habib bukanlah keturunan Nabi Muhammad SAW, melainkan keturunan Abi Thalib yang masih kafir, ketika wafatnya.” Ujaran kebencian dari Haikal Hassan, menyebabkan kawan-kawan pecinta Habib tersinggung.
Selain itu, di beberapa media menyebutkan, Haikal Hassan merupakan penyuruh orang-orang yang menyerukan dan mengumandangkan adzan Hayya alal Jihad, yang ramai diperbincangkan beberapa waktu lalu. Karena terdapat video yang menunjukkan rekaman suara mirip Haikal Hassan, yang berisi seruan mengganti kalimat adzan dan mengumandangkannya. Pastiya, hal tersebut sangat bertentangan dengan faham yang telah diajari oleh Nabi Muhammad SAW. Dalam masalah adzan Hayya alal jihad, kepolisian seharusnya bekerja cepat dan tepat, karena bukti-bukti sudah banyak beredar.
Sebelumnya, Haikal Hassan selalu menggaungkan NKRI Syariah, yang katanya menjadi salah satu rekomendasi Ijtima Ulama IV. Hal tersebut menuai kontroversi dan penolakan dari banyak pihak. Karena NKRI Syariah tidak sesuai dengan pandangan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Dan NKRI telah berdiri di atas agama-agama yang tinggi akan toleransinya. Maka dari itu, NKRI Syariah yang di gaungkan Haikal Hassan, tidak sesuai dengan keadaan bangsa saat ini. Jika hal tersebut dipaksa untuk dijalankan, maka akan dapat merugikan banyak pihak.
Di samping itu, dalam situasi perpolitikan negeri ini, Haikal Hassan kerap kali tampil menjadi seorang yang menguasai isu, seperti isu politik. Namun dalam hal politik, Haikal Hassan tidak adil dalam mengkritik pemerintahan yang sah. Ketika mengkritik Presiden Jokowi, dia kerap kali melontarkan kritikan pedas untuk pemerintahan pusat. Namun, dia tidak pernah mengkritik Gubernur DKI Jakarta, Anis Baswedan. Di sini, Haikal Hassan terlihat pilih kasih. Dia perlu dididik menjadi seorang yang konsisten dalam mengambil keputusan dan pilihan.
Menurut Denny Siregar di kanal youtube Cokro TV menyebutkan, Haikal Hassan ini mirip Rocky Gerung. Penggiat palugada (Apa lu mau gua ada). Sebab dalam semua situasi negeri, dia selalu ada di acara Indonesia Lawyers Club (ILC). Ketika tema ILC ekonomi, dia mendadak jadi pakar ekonomi. Saat ILC tema politik, dia mendadak jadi pakar politik. Di sisi lain, dia pernah menjadi Juru Bicara (Jubir) kelompok 212, dan sempat jadi jubir Prabowo-Sandiaga Uno waktu kampanye Pilpres tahun lalu. Dari sana, dia kerap kali tampil di TV. Terlihat dia bekerja serabutan menjadi apa saja, yang penting mendapat uang dan bisa tampil di TV.
Nama Haikal Hassan semakin mencuat, ketika ia diduga mentransfer uang ke Daftar Pencarian Orang (DPO) dalam kasus pembobolan data. Haikal Hassan pun sudah mengakui penah mentransfer uang ke DPO tersebut. Dari sini, Haikal Hassan diduga membantu kejahatan. Di sisi lain, dia kerap kali melakukan ujaran kebencian di medsos. banyak tersebar bukti-bukti potongan layar yang menunjukkan tulisan Haikal Hassan melakukan hal itu. Sebenarnya, apa yang dilakukan Haikal Hassan itu sudah masuk ke ranah pidana dan dapat dilaporkan ke pihak yang berwajib.
Dia pula seorang yang tidak punya pendirian dan prinsip. Omongannya suka berubah-ubah, bahkan ngelantur kemana-mana. Dia pernah berbicara, jika jadi buzzer itu haram, tapi dia malah menjadi buzzer dan menyarankan pengikiutnya agar perang melalui media sosial atau menjadi buzzer. Dengan demikian, dari waktu ke waktu, jejak Haikal Hassan sangat buruk. Mulai dari tukang bohong, sampai ke kasus pidana yang diduga membantu kejahatan pembobolan data. Maka dari itu, sudah seharusnya Haikal Hassan tidak perlu didengarkan dan diikuti kelakuannya.