Berita

Jaringan Teroris di FPI?

2 Mins read

Peristiwa penembakan 6 laskar Front Pembela Islam (FPI) simpatisan Muhammad Rizieq Shihab (MRS), oleh kepolisian saat menjalani tugas penyelidikan kasus MRS menuai pujian dari kalangan masyarakat. Pasalnya, berawal dari para laskar FPI yang melakukan penyerangan terlebih dahulu terhadap petugas ketika melaksanakan kewajibannya. Karena membahayakan keselamatan jiwa petugas, kemudian kepolisian malakukan tindakan tegas dan terukur terhadap para pelaku.

Jika kejadian tersebut sesuai dengan fakta, dari sini FPI dapat dikatakan jaringan terorisme gaya baru yang muncul di negeri ini. Selain itu, beredar ceramah dari pentolan FPI, MRS, yang menyuruh anak-anak untuk berjihad bela ulama agar mati syahid. Yang menjadi pertanyaan adalah ulama yang mana? Jika yang dibela adalah seseorang yang gemar caci-maki, menghina orang lain, membuat provokasi, dan membuat kejelekan lainnya, maka itu semua adalah dusta. Tentu hal tersebut tidak disa dibenarkan menurut ajaran agama dan negara.

Hal tersebut sama saja dengan ajaran yang selama ini digaungkan oleh jaringan terorisme global. Mereka menyerukan ajaran jihad dan mati syahid di jalan Allah untuk melakukan bunuh diri dan membunuh manusia yang tidak sesuai dengan keinginannya. Dalam hal ini, FPI mempunyai doktrin yang pernah dikatakan MRS, yakni kita diserukan berjihad, apabila kita mati syahid, nanti kita dapat mengajak 70 anggota keluarga untuk masuk surga. Itu sama seperti doktrin dusta yang dilakukan oleh para kelompok terorisme.

Sementara itu dalam buku, Kekhalifahan ISIS di Asia Tenggara, karangan Poltak Partogi Nainggolan menyebutkan “Dengan mengembangkan keprihatinan mereka atas nasib Muslim Rohingya, pimpinan ISIS Timur Tengah dan kawasan Asia Tenggara. ISIS telah menyampaikan kepada para simpatisan dan pendukungnya di Malaysia dan Indonesia, untuk menyatukan diri dan pergi berjihad ke Rakhine State, Myanmar. Di Indonesia seruan itu, antara lain disuarakan oleh organisasi Islam yang konservatif dan militan, seperti FPI”.

Apabila kalimat tersebut dipahami, maka sudah kita pastikan, bahwa FPI adalah organisasi yang bekerja sama dengan jaringan terorisme global, yakni ISIS. Sebelumnya, jika dilihat melalui gerakan kelam dari FPI ini, maka mereka masuk dalam nominasi organisasi lokal yang radikal. Di sisi lain, sejumlah orang mengatakan, bahwa FPI adalah teroris lokal yang berkedok agama bahkan di laman tren populer twitter menempatkan “FPI teroris” di trending satu.

Sementara itu, menurut informasi yang beredar, sejumlah anggota FPI terdeteksi merupakan jaringan terorisme yang berlatar belakang FPI. Antara lain, pertama Abdul Aziz, FPI pekalongan yang menyembunyikan Nurdin M Top, dan ditangkap tahun 2005. Kedua, Chandra Wahyu alias Abu Yasin ketua FPI Blora yang terlibat jaringan teroris MIT di Poso, dan ditangkap tahun 2016. Ketiga, Maryanto alias Themeng anggota FPI Bantul, terseret kasus pembuat bom, yang bekerja sebagai penjual bakso dan ditangkap tahun 2018.

Keempat, Fajar Novianto anggota FPI Solo yang ditangkap tahun 2010 dengan kasus pembuat bom. Kelima, Zainal Anshori S. Ag. FPI Lamongan 2008, yang ditangkap tahun 2017, karena terlibat menjadi Amir JAD. Keenam, Ahmad Yosefa alias Hayat, anggota FPI, yang ditangkap tahun 2011, karena menjadi pelaku bom Gereja Pekuton. Ketujuh, Muhammad Sofyan Tsauri, FPI Aceh 2009, yang ditangkap tahun 2010, karena kasus Jantho Aceh, Pok JI. Masih banyak lagi jaringan terorisme yang berlatar belakang FPI.

Melihat dari pengalaman sebelumnya, banyak kasus yang menjerat anggota FPI yang berkaitan dengan jaringan terorisme. Kemudian, perilaku ormas yang satu ini sering menimbulkan masalah antar masyarakat serta merugikan masyarakat. Beberapa kasus menyebutkan, ormas yang satu ini tidak segan-segan mengeluarkan perilaku anarkisme, jika ada kelompok atau seseorang yang tidak menuruti perintahnya.

Di samping itu, di twitter sedang trending satu, yang menyebutkan, bahwa “Fpi bibit radikalisme”. Namun, jika kita melihat jejak kelam perilaku FPI yang menakutkan, dapat disimpulkan, bahwa FPI bukan lagi bibit radikalisme, melainkan organisasi teroris yang wajib diperangi. Mereka adalah organisasi masyarakat yang melahirkan bibit radikalisme.

Dengan demikian, jaringan terorisme di FPI sudah jelas ada pada faktanya. Karena bukti-bukti yang tersebar dan memperlihatkan jejak kelam organisasi ini yang meresahkan masyarakat negeri ini. Dari penjelasan di atas, dapat dipastikan, jika mereka merupakan organisasi yang menyimpan jaringan terorisme lama yang dibentuk gerakan terorisme gaya baru. Maka dari itu, kita harus berhati-hati dengan organisasi ini. Mari kita dukung serta bantu usaha TNI dan Polri dalam menindak tegas para perusuh bangsa. Mari kita rawat persatuan dan kesatuan bangsa demi tetap tegaknya NKRI.

Related posts
BeritaDunia IslamKolom

Zuhairi Misrawi akan Harumkan Indonesia di Arab Saudi dan Timur-Tengah

Pengamat Timur Tengah, merupakan identitas pertama yang saya kenal dari seorang Zuhairi Misrawi atau yang kerap disapa Gus Mis. Persisnya, perjumpaan awal…
BeritaKolomNasihatNgopi

Tepat Sekali, Presiden Jokowi Pilih Zuhairi Misrawi Jadi Dubes RI Untuk Arab Saudi

Zuhairi Misrawi atau yang akrab dipanggil Gus Mis, dikabarkan dalam waktu dekat, akan menjadi Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi. Hal ini diketahui, karena sejumlah daftar nama calon Dubes tersebar di media-media. Selain itu, beredar kabar, bahwa Pimpinan DPR RI sudah mengkonfirmasi telah menerima Surat Presiden (Surpres) yang berisi nama-nama calon Dubes RI. Menurut saya, Presiden Jokowi sangat tepat memilih Gus Mis sebagai Duta Besar Arab Saudi.
BeritaDunia Islam

Zuhairi Misrawi dari NU untuk Arab Saudi

Intelektual muda NU, Zuhairi Misrawi dikabarkan akan dilantik menjadi Duta Besar Arab Saudi. Ini kabar baik bagi kita semua. Mengingat konsistensi Zuhairi…