Acara Rizieq Syihab di Petamburan, Jakarta pada sabtu 14 November 2020. Menimbulkan reaksi kekecewaan dari banyak pihak. Sikap aparat dan Pemprov DKI Jakarta dianggap tidak tegas dalam menjalani dan menegakkan peraturan protokol kesehatan covid-19, apalagi Rizieq Syihab mendapatkan bantuan 20 ribu-an masker dan hand sanitizer dari Kepala Satuan Tugas (Satgas) Covid-19, Doni Monardo.
Pongahnya sikap Rizieq, menimbulkan berbagai kecaman hingga menimbulkan bara yang siap membakar dari berbagai pihak, terlihat dari berbagai upaya pemerintah dengan melalui lembaganya mencopot Kapolda Metro Jaya dan Kapolda Jawa Barat, kerana gagal mengantisipasi kerumunan masa yang hadir dalam acara Maulid Nabi dan pernikahan putri Rizieq Syihab.
Selain itu, rasa kekecewaan atas perilaku yang diperlihatkan oleh Ketua Satgas Covid-19, dengan memberikan bantuan masker dan hand sanitizer kepada Rizieq Syihab, sehingga ramai-ramai para relawan covid-19 di Jabodetabek melakukan pengunduran diri. Hal ini, dikarenakan tingkah Doni Monardo selaku Ketua Satgas diangap berat sebelah dan mendukung perorangan daripada masyarakat umum.
Akibat rasa kekecewan masyarakat melihat perilaku Rizieq Syihab, hari ini tagar bubarkan FPI menjadi trending nomor satu di Twetter. Masyarakat menganggap bahwa keteledoran pemerintah atas memberikan izin berkerumun akan berakibat pada adanya cluster covid-19 yang baru, apalagi Indonesia kasus positifnya semakin hari semakin meningkat.
Melihat track record FPI selama ini sangat meresahkan warga, sehingga banyak sekali julukan yang didapati seperti preman pasar, kelompok anarkis, pereman berjubah, dan lainnya. Hal itu merupakan dari sisi buruknya yang diungkapkan oleh masyarakat, namun dari sisi baiknya tentunya masih ada, walaupun belum terlihat banyak dimata masyarakat.
Upaya pembersihan nama Rizieq Syihab oleh FPI, dilakukan oleh lembaga bantuan hukum milik FPI dan patner dengan membayar denda sebesar 50 Juta Rupiah, ini mengacu pada UU Kekarantinaan Kesehatan. Namun, publik menganggap hal ini justru menilai Rizieq lari dari tangungjawab, apalagi sekadar membayar denda dan tidak meminta maaf kepada publik secara terbuka.
Pihak FPI menyatakan bahwa telah mengantongi izin acara dari Pemprov DKI Jakarta. Terlebih apabila FPI benar-benar mendapatkan izin acara dari pihak terkait, maka Indonesia mengalami resesi kepemimpinan yang perduli kepada masyarakat, apalagi Indonesia sedang mengalami keadaan yang super darurat yang mengharuskan orang-orang bekerja di rumah, berjamaah di rumah, jaga jarak, dan melakukan gaya hidup sehat. Hal ini, merupakan keterbalikan dari kehidupan masyarakat Indonesia sebelumnya.
Bak hero, dalam serial televisi Anies Baswedan menolak izin Ormas FPI untuk melakukan kegiatan reuni akbar 212 di area Monas, DKI Jakarta. Ini merupakan desakan publik agar area Monas steril dari reuni dan terbebas dari melonjaknya covid-19 di DKI Jakarta. Namun, menelisik ke belakang hubungan mesra antara Anies dan FPI tidak bisa ditutup-tutupi lagi dan sudah menjadi rahasia umum, sebab Anies berhutang budi pada Rizieq dan Ormas FPI tersebut.
Selain kontroversi atas ceramah dan pernikahan anaknya, beberapa beliho Rizieq Syihab yang terpasang di berbagai daerah seperti DKI Jakarta, dan provinsi lainnya akan diturunkan kerana melanggar berbagai ketentuan termasuk ajakan yang memprovokasi masyarakat untuk melawan negara dan pemerintahan yang sah. Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman, memberikan pernyataan pihaknya akan mencopot seluruh baliho pimpinan FPI Rizieq Shihab yang terpasang sembarangan dan tanpa izin.
‘Ini (baliho) akan saya bersihkan semua, tidak ada itu baliho yang mengajak revolusi dan segala macam’ kata Dudung setelah menggelar apel TNI persiapan Pilkada di kawasan Monas, Jakarta, Jumat (20/11). Beberapa kalangan terang-terang dan mengapresiasi atas upaya TNI dan Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman. Hal tersebut bukan kerana tidak ada sebab dan alasan, beberapa alasan yang dapat ditulusuri seperti, bernada kebencian, merusak tata kota, dan tidak membayar pajak.
Semenjak banyak kecaman yang mengecam tindakannya, Rizieq Syihab menghilang dari publik dengan alasan sakit dan kelelahan akibat acara dan pertemuan yang dia hadiri dengan beberapa tokoh. Namun, asumsi publik beranggapan lain terhadap pimpinan FPI ini. Pertama, Rizieq sengaja menyembunyikan diri agar tidak selalu disalahkan. Kedua, Rizieq ingin mencitrakan kepada publik dan umat pencinta FPI, bahwa ia sedang dalam keadaan sakit. Ketiga, khas politisi akan memberikan klarifikasi apabila keadaan sudah stabil dan menguntungkan bagi FPI dan juga Rizieq.
Dengan demikian, ia dan pengikutnya tidak akan dianggap bersalah dalam kontroversi yang terjadi. Apalagi ia dan beberapa simpatisan akan melakukan safari ke berbagai daerah di Indonesia, dengan tema ‘Revolusi Akhlak’ barang tentu akan menjadi pertimbangan bagi Rizieq untuk menghilang sementara dari sorotan publik.