Nikita Adalah Indonesia

0
1
WhatsApp
Twitter

Nikita Mirzani saat ini, menjadi sorotan netizen, utamanya di media sosial. Nikita Mirzani banyak menuai sensasi dalam ucapannya, mulai dari pro-kontra berdatangan kepadanya, ia juga sering menerima cacian juga makian. Namun, pujian pun tak luput diperolehnya. Dari sensasi ini orang lain mulai berdatangan untuk mengikutinya, terbukti semakin menambahnya pengikut di akun instagram dan twitter milik Nikita.

Kita sering melihat di laman trending twitter yang menampilkan hashtag nama atau dukungan untuk Nikita. Nikita mulai diperbincangkan, karena Beberapa waktu yang lalu terlibat perseteruan dengan Rizieq Shihab dan Maaher at-Tuwailibi beserta para pengikutnya. Hebatnya, dalam permasalahan tersebut, Nikita hanya sendiri tanpa adanya bantuan dari siapapun. Namun, karena adanya ancaman yang dialami Nikita, ia pun bergegas membuat laporan polisi untuk menjaga kediamannya.

Problem saat ini yang dihadapi Nikita dapat mengancam dirinya, sebab ada ancaman dan hinaan dari pihak Rizieq, Maaher, dan para pengikutnya. Ancaman dan hinaan yang dilakukan Rizieq dan Maaher ini berupa pelanggaran hukum dan termasuk unsur pidana serta dapat dipidanakan. Ada beberapa UU dan pasal yang mengaturnya. Seorang Nikita patut kita acungi jempol, sebab keberaniannya mengkritik kepulangan Rizieq, yang telah menggaduhkan negeri ini, karena massa penjemputan Rizieq yang mengakibatkan kemacetan panjang dan kerusakan fasilitas Bandara Soekarno-Hatta.

Nikita sudah mewakili keresahan rakyat bangsa ini yang telah gelisah sejak lama. Sebagian aspirasi masyarakat negeri ini pasti sudah tersampaikan. Ketangguhan Nikita sudah tidak diragukan lagi, lantaran pengalamannya yang acap kali mengkritik pedas seseorang yang tidak sesuai dengan kehidupan sosial, yang menyebabkan keresahan pada masyarakat. Seperti kasus kemarin, sewaktu kepulangan Rizieq dari Saudi dan penjemputannya di Bandara Soekarno-Hatta. Nikita dengan berani menyindir seorang Rizieq, yang dibalas hinaan bahkan ancaman oleh Maaher terhadap Nikita.

Perlakuan yang dialami Nikita, mengingatkan kita pada zaman pra-Islam, saat itu wanita diperlakukan dengan penuh penghinaan. Waktu itu, dalam budaya Arab, wanita diperlakukan sebagai budak dan kebanyakan haknya tidak diakui. Secara umum, wanita dihinakan pada zaman dahulu (Dr. Majdah Amir, 2020). Maka demikian, orang-orang yang suka menghina wanita secara tidak manusiawi itu adalah mereka yang seperti hidup pada zaman pra-Islam dan bisa disebut manusia yang kurang moral dan harus direvolusi akhlaknya.

Padahal Nikita itu seorang wanita yang wajib kita lindungi, karena wanita mempunyai hak untuk menerima perlakuan baik serta hak istimewa dari laki-laki. Di negara ini, wanita juga memiliki hak istimewa, yang diperkuat dengan adanya beberapa UU dan pasal yang mengatur tentang perempuan. Keistimewaan perempuan juga dibuktikan dengan adanya Komnas Perempuan di negeri ini.

Sementara itu, Abu Hurairah meriwayatkan, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Aku menganjurkan kalian untuk berbuat baik pada para wanita, karena mereka diciptakan dari tulang rusuk dan sebagian besar lekukan tulang rusuk membentuk bagian atas tubuhnya, jika kamu mencoba untuk menegakkannya, maka itu akan patah. Dan jika kamu meninggalkannya, bentuknya akan tetap bengkok. Jadi aku memintamu untuk memperlakukan wanita dengan baik” (HR Bukhari dan Muslim). Maka dari itu, kita harus menghormati, menghargai dan menjaga perempuan.

Di sisi lain, memang cara berpenampilan Nikita kurang tertutup, tetapi kita tidak boleh menilai seseorang dari penampilannya saja. Banyak sekali perbuatan baik Nikita, yang sudah seharusnya kita dukung wanita yang satu ini. Sudah tidak diragukan lagi, Nikita berani melawan bahkan menentang seseorang dan kelompok yang dianggap mengancam dirinya dan negara. Di sini, nasionalisme Nikita sudah terbukti. Hal itu diperkuat dengan teori Hans Kelsen, yang menyebutkan, “nasionalisme sangat penting dimiliki oleh rakyat untuk memberikan rasa loyalitas dalam diri setiap rakyat yang berdasarkan kepada nilai moral dan kemanusiaan”.

Di sisi lain, seorang manusia berhak untuk mengeluarkan pendapatnya. Menurut buku, Pembebasan Manusia, Sebuah Refleeksi Multidimensi, Buah Pikiran Arnold Toynbee menyebutkan, “Ciri khas manusia, bahwa ia seharusnya mampu memberontak terhadap keterbatasan-keterbatasan manusiawi dan mencoba untuk mengatasinya”. Seorang Nikita telah terbukti memiliki itu semua. Keberaniannya patut kita beri apresiasi.

Dengan demikian, Nikita Mirzani adalah seorang wanita pemberani penyambung lidah rakyat. Perempuan pemberani yang juga mewakili hak-hak perempuan lainnya. Negeri ini membutuhkan wanita pemberani seperti dia. Nikita adalah wanita Indonesia yang harus kita dukung dalam kebijakannya saat ini. Indonesia bersama Nikita. Nikita adalah Indonesia.