Saat ini, sering kita jumpai banyak baliho bergambarkan Rezieq Shihab yang terpampang di beberapa titik, di wilayah Jabodetabek. Di mana, hampir keseluruhan baliho tersebut tidak mempunyai izin berdiri. Sementara itu dari beberapa kasus, pemerintah setempat menindak baliho yang tidak mempunyai izin, dengan membongkar baliho itu, tetapi para pendukung Rezieq memasangnya kembali. Selain itu, di media sosial sempat viral video pengikut Rezieq yang terlihat seperti memuja-muja. Hal itu menyerupai kaum jahiliyah yang memuja-muja berhala pada zaman sebelum Islam.
Berhala adalah barang atau patung yang dijadikan dewa atau sesuatu yang didewakan, yang disembah dan dipuja-puja. Demikian pula, setelah kita lihat di media sosial mengenai video pengikut Rezieq yang sedang viral, ada persamaan dengan pengertian berhala itu. Di mana, di video tersebut terlihat dengan jelas, jika ada puluhan orang pengikut Rezieq yang berbaris sambil bernyanyi menghadap baliho. Tindakan seperti itu terlihat seperti berhala baru yang sedang didewakan dan disembah. Saya beranggapan, bahwa peristiwa tersebut sepertinya memang ada unsur memuja-muja baliho.
Di beberapa waktu belakangan, para pengikut Rezieq ini kerap kali menimbulkan keresahan, karena ucapannya dan tindakannya yang semena-mena. Dalam video yang viral tersebut, pegiat media sosial, Denny Siregar menduga, bahwa Rezieq itu sedang disembah oleh para pengikutnya. Dengan menyinggung kelompok itu yang dianggap menyembah Baliho, Denny mengatakan kelompok itu gemar menyerang sesembahan agama lain. “Lu ngotot bilang, orang Kristen nyembah salib. Ngotot lagi bilang, orang Hindu nyembah patung. Nah, elu malah lebih parah. Baliho disembah,” tulis Denny Siregar di akun twitternya.
Di sisi lain, sekarang kembali viral memperlihatkan aparat gabungan TNI, POLRI, dan Satpol PP, yang menindak dan bersama-sama membongkar baliho yang merusak pemandangan tatanan kota. Sebelumnya, Satpol PP di beberapa titik daerah Jabodetabek melakukan pembongkaran baliho, tetapi ada tindakan pemasangan kembali baliho tersebut oleh para pengikut Rezieq. Hal itu disebabkan, banyaknya pengikut Rezieq yang menentang pembongkaran itu. Namun beruntungnya, aparat gabungan turun langsung untuk bekerja sama membongkar baliho-baliho.
Sebelumnya, sempat viral juga vidio yang memperlihatkan sekelompok TNI, pada malam hari yang menurunkan baliho. Namun video itu penuh dengan pertanyaan, sebab dalam video itu kelihatannya kurang jelas apakah yang menurunkan TNI atau orang lain. Demikian pula, pada akun twitter milik FPI yang menanggapi langsung video tersebut, dengan menuliskan, “Menanggapi video (katanya) TNI turunkan spanduk HRS: 1. Kami yakin bukan TNI. Karena kalau mereka TNI, kenapa harus malam dan diam-diam, 2. Jika memang resmi dari TNI, kenapa kesannya ketakutan, 3. Itu merendahkan TNI. Karena itu pekerjaan Satpol PP, 4. Upaya adu domba TNI-FPI yang selama ini harmonis”.
Hal itu langsung ditanggapi oleh Pangdam Jaya, Mayjen TNI Dudung Abdurrachman yang menyebutkan, “Ada baju loreng menurunkan baliho Rezieq Itu perintah saya. Karena beberapa kali Satpol PP menurunkan, dinaikkan lagi. Itu perintah saya”. Pangdam Jaya juga menegaskan, “kalau siapa pun di Republik ini, harus taat pada hukum. Kalau masang baliho sudah jelas ada aturannya, ada bayar pajak, dan tempat ditentukan. Jangan seenaknya sendiri, seakan-akan dia paling benar, tidak ada itu. Jangan coba-coba pokoknya”.
Demikian juga dia mengatakan, bahwa FPI itu dibubarkan saja, dengan kalimat. “Kalau perlu, FPI bubarkan saja itu. Bubarkan saja. Kalau coba-coba dengan TNI, mari. Sekarang kok mereka ini seperti yang mengatur suka-sukanya sendiri. Saya katakan, penurunan baliho itu perintah saya. Dan ini akan saya bersihkan semua, tidak ada itu baliho yang mengajak revolusi dan segala macam”. Dalam posisi ini saya sangat setuju sekali dengan Pangdam Jaya. Memang benar, dalam faktanya FPI itu seperti yang dikatakan Pangdam Jaya tersebut.
Sementara itu, beruntung baliho-baliho itu segera diturunkan. Jika baliho itu dibiarkan, takutnya nanti baliho itu akan menjadi berhala baru yang meresahkan seluruh masyarakat negeri ini dan umat Islam seluruh dunia. Kelakuan para pengikut Rezieq saat ini memang mengkhawatirkan kita semua, sebab mereka seperti memuja-muja Rezieq layaknya Tuhan.
Saya jadi ingat mengenai sejarah penyembahan berhala berbentuk patung dan gambar itu. Peristiwa tersebut dimulai oleh Amr bin Luhay Al-Khuza’i, seseorang berdarah Syam yang hijrah ke negeri-negeri Hijaz. Kemudian dia bernasib jelek yang terusir dari kota suci Mekkah. Lalu, penduduk Mekkah mengharamkan ‘Amr bin Luhay menginjakkan kakinya lagi di sana.
Maka dari itu, jika baliho itu dibiarkan begitu saja, maka akan berdampak buruk bagi kehidupan masyarakat negeri ini. Banyak masyarakat yang mengeluhkan dengan adanya baliho, sebab di dalam baliho, tidak semua orang menyukai gambar yang terpampang itu. Karena, seseorang yang berada dalam gambar atau foto yang tertera di baliho itu, dia mempunyai beberapa kasus hukum yang belum terselesaikan serta dakwah orang tersebut penuh kontroversi (mengandung cacian, ejekan, dan hinaan) dalam ceramahnya, dan hal itu tidak sesuai dengan ajaran Islam.
Selain itu, baliho yang terpapang di beberapa titik, sepertinya mengandung unsur pemujaan foto Rezieq. Namun, jika tidak ada unsur memuja-muja, sebaiknya juga semua baliho itu dibongkar. Karena yang ditakutkan nanti orang-orang malah salah kaprah. Orang-orang akan menyangka hal tersebut perbuatan syirik yang diharamkan oleh agama Islam. Dengan demikian, apa yang sudah dilakukan oleh aparat gabungan TNI, POLRI, dan Satpol PP itu sudah tepat sekali. Saya sendiri mendukung penuh tindakan tersebut.