Kepulangan Rizieq Syihab ke Indonesia, menimbulkan berbagai kontroversi dan kritikan dari berbagai pihak. Dari mulai masalah penjemputan yang dilakukan umat Rizieq Syihab, hingga melanggar protokol kesehatan covid-19.
Terbaru, ceramah yang seharusnya diisi dengan pengajian serta pengenalan sejarah Nabi malah dinodai dengan kata-kata kasar dan sumpah serapah. Apa lagi mengisi ceramah dengan kalimat lonte/pelacur, yang tentunya tidak elok didengar dan tabu untuk disampaikan kepada umat. Mengingat ceramah tersebut dihadiri oleh puluhan ribu orang dewasa lelaki dan perempuan serta anak-anak.
Mimbar dakwah yang seharusnya diisi dengan kajian yang menyejukkan dan mengenalkan Islam yang rahmatan lil alamin,malah sebaliknya dengan kata-kata yang tidak patut diucapkan apalagi seorang pimpinan Organisasi Masyarakat (Ormas) Islam. Terlebih, kata lonte berkonotasi yang tidak baik, hal ini menandakan bahwa Rizieq minus akhlak serta tidak menghargai orang lain.
Saya sendiri melihat isi ceramah yang ditayangkan pada kanal youtube Front TV tersebut, aneh sekelas Habib Rizieq Syihab mengeluarkan umpatan serta cacian terhadap orang lain. Namun, melihat track record Rizieq Syihad dalam berdakwah, sudah barang tentu Ia akan mengecam siapa saja yang mengusik dirinya.
Jika menelisik ke belakang, kontroversi dan track record Habib Rizieq Syihab juga tak luput dari kasus penyerangan, cacian, dan skandal yang mampu menerbangkan Rizieq Syihab ke Arab Saudi selama tiga tahun lebih lamanya. Istilah kata pepatah harta, tahta, dan wanita ini cocok disandingkan pada Rizieq Syihab apalagi jika disandingkan dengan kasus yang membelit Ia hingga saat ini.
Hal ini bermuara pada ultimatum Maaher At Thuwailibi, mengecam pendapat Nikita Mirzani atas kepulangan Rizieq Syihab yang disambut oleh puluhan ribu orang di Bandara Udara Seokarno-Hatta, Cingkareng. Akibat penyambutan kepulangan tersebut, beberapa maskapai mengalami penundaan penerbangan baik maskapai domestik maupun internasional, terlebih acara tersebut merugikan pihak bandara, dengan rusaknya fasilitas umum bandara.
Bak gayung bersambut, kecaman Ustadz Maaher tersebut disampaikan kembali oleh Rizieq kepada orang-orang yang hadir pada acara Maulid Nabi dan pernikahan anak Rizieq Syihab, walaupun Rizieq Syihab tidak secara sepesifik menyebutkan nama ataupun inisial, namun publik sudah bisa menerka kemana arah kata-kata itu dituju dan untuk siapa.
Jika berbica garis takdir, tidak ada orang yang ingin menjadi lonte/pelacur, namun takdir serta garis tangan sudah berdiri pada porosnya masing-masing dan tidak bisa dirubah, tentunya sudah diatur dan sunahtullah, begitu pula keturunan, pangkat, umur dan lainnya, sehingga manusia hanya menjalankan apa yang telah digariskan.
Dengan demikian, memang ada gaya ceramah yang bersipat tegas, namun tidak mencaci, mengecam dan sumpah serapah apalagi dengan kata-kata kotor serta kalimat lonte yang berkonotsi buruk dan merendahkan orang lain. Seharusnya pendakwah atau dai menyampaikan risalah dan mengenalkan Nabi Muhammad SAW kepada umatnya bukan yang lainnya.