Seorang ustadz sudah seharusnya memiliki ilmu mulia yang wajib disampaikan kepada semua orang. Karena ustadz merupakan seorang guru yang mempunyai murid atau pengikut melimpah. Saat ini, ustadz adalah gelar ulama yang dihormati semua kalangan. Namun, akhir-akhir ini gelar ustadz itu dimanfaatkan beberapa orang untuk menyebarkan kebencian. Oleh karenanya, seorang ustadz harus memiliki akhlak yang baik. Karena akhlak merupakan sifat mulia yang seharusnya dimiliki oleh setiap manusia.
Belakangan ini sedang viral seorang ustadz, bernama Maheer at-Thuwailibi, yang dengan enteng berbicara melalui akun twitternya menghina orang lain bahkan dengan ucapan yang tidak seharusnya dikeluarkan dari mulutnya. Maka dari itu, sudah bisa dipastikan, jika orang tersebut tidak layak dipanggil ustadz. Kelakuannya mencoreng nama baik Islam serta gelar ulama negeri ini. Ustadz adalah ulama yang harus menyampaikan kebaikan dalam dakwahnya.
Sementara itu, Maaher at-Thuwailibi merupakan seorang yang katanya dipanggil ustadz, tetapi kelakuannya tidak mencerminkan ustadz pada umumnya. Banyaknya peristiwa yang kerap menimbulkan kontroversi membuat seorang Maaher tak lepas dari perdebatan publik media sosial. Orang-orang seperti Maaher ini justru yang harus direvolusi akhlak, bahkan dicuci otaknya agar berkelakuan baik dan tak sembarangan menjustifikasi orang lain dengan seenak jidadnya.
Dari beberapa persoalan yang menjerat Maaher, ada beberapa kasus baru yang menyebabkannya dia tak bisa tidur nyenyak. Pertama, seperti yang sedang viral di media sosial dan yang sempat diunggah di akun instagram milik Nikita Mirzani, bahwa ada selembar surat pernyataan mantan istri Maaher yang mengherankan publik. Dalam surat tersebut menyebutkan, jika seorang Maaher berkelakuan kasar terhadap mantan istri bahkan anak-anaknya.
Kedua, perkara penghinaan terhadap perempuan. Perempuan itu seorang yang wajib kita lindungi dari segala bentuk kejahatan. Perempuan merupakan sosok istimewa yang diciptakan Allah SWT, untuk menjadi makhluk yang pantas dicintai dan dihormati. Namun beberapa hari yang lalu, Maaher seenaknya berbuat dan melakukan penghinaan terhadap wanita sekaligus seorang model, yang bernama Nikita Mirzani. Dia menyebutkan perkataan tidak senonoh yang menimbulkan prahara pertikaian rumah tangga Indonesia. Mulai dari anak-anak sampai orang dewasa ikut mengomentari peristiwa ini.
Ketiga, selain suka menghina perempuan, Maaher juga sering menghina dan merendahkan para ulama. Utamanya ulama yang tidak sepemikiran dengan dia. Ulama yang pernah dihina dan direndahkan, yakni Habib Luthfi bin Yahya. Padahal Habib Luthfi dalam dakwahnya selalu menenangkan hati para pengikutnya serta dalam ceramahnya tidak pernah menuai kontroversi, dalam kata lain, dakwah Habib Luthfi itu dakwah yang damai. Namun, tanpa adanya sebab, tiba-tiba melalui akun twitternya, Maaher menampakkan foto Habib Lutfi ditambah dengan perkataan, “Iya tambah cantik pake jilbab. Kayak kiainya Banser ini ya”.
Tidak tahu punya dendam apa, sehingga Maaher dengan mudah menjustifikasi ulama yang dicintai masyarakat negeri ini, yakni Habib Luthfi bin Yahya. Selain itu, ulama NU (Nahdlatul Ulama), Gus Baha, juga menjadi korban dari keberingasan hinaan Maaher, dengan mengatakan, “Ulama besar NU (Gus Baha): Harus kita katakan lonte!”. Padahal, sama seperti Habib Luthfi, Gus Baha adalah ulama Nusantara yang menyebarkan kedamaian. Ulama ugahari yang menjadi contoh kaum muda dalam kehidupan. Tidak seperti Maaher yang selalu menuai kontra dan memecah belah umat.
Hal yang sama, lebih parahnya lagi Maaher pernah menghina mantan Presiden kita, yaitu Gus Dur, dengan kalimat, “Yang udah mati itu Gus Dur. Kiai buta yang pernah mengatakan al-Quran adalah kitab porno. Dia udah mati. Udah jadi bangkai. Kalau saya belum”. Orang yang sudah meninggal pun dia jelek-jelekkan tanpa menggunakan hati. Perkataan kotornya menyebabkan umat Islam sakit hati. Semua hinaan itu dilakukan Maaher di akun twitternya. Maka dari itu, sudah dibuktikan, bahwa seorang Maaher itu mengalami krisis akhlak bahkan krisis ilmu, sehingga dia perlu di perbaiki akhlaknya.
Maka dari itu, seseorang seperti Maaher, jika dibiarkan menyebarkan ujaran kebencian, maka akan menyebabkan dan berdampak buruk bagi kelangsungan hidup manusia. Karena tajamnya perkataan Maaher yang dapat memecah belah bangsa dan umat manusia. Oleh karena itu, ini menjadi tugas aparat hukum yang harus ditindak cepat. Jika tidak, orang seperti Maaher ini akan seenaknya sendiri berkeliaran dan terus menyebarkan ujaran kebencian. Maka itu, Maaher perlu direvolusi akhlak agar lebih baik ke depannya.