Beberapa waktu belakangan ini, telah ramai perbincangan di dunia maya tentang perseteruan Nikita Mirzani versus Maaher At-Thuwailibi dan Rizieq Shihab serta para simpatisannya. Peristiwa itu merupakan kasus penghinaan dan pengancaman terhadap perempuan yang dilakukan Maaher di Twitter dan Rezieq saat berceramah pada acara pernikahan anaknya sekaligus perayaan Maulid Nabi. Yang disayangkan, ketika seseorang yang mengaku ulama ini tak punya etika saat bertutur kata.
Kejadian tersebut berawal dari kepulangan Rizieq dari Arab menuju Jakarta. Banyak orang-orang yang mengeluhkan kepulangan Rizieq, karena menyebabkan kerusakan di Bandara Soekarno-Hatta dan kemacetan parah hingga 9 KM menuju Bandara. Kemudian beberapa orang mulai mengomentari atas kepulangan Rizieq tersebut. Salah satunya, yakni Nikita Mirzani, dia mengungkapkan kekecewaannya, yang menyebutkan “Habib Tukang Obat” dalam sebuah live Instagram. Lalu dibalas oleh Maaher menggunakan perkataan yang kasar, dengan menuntut Nikita untuk meminta maaf. Dan Maaher mengancam akan mengepung rumah Nikita, bersama para pasukannya.
Namun, ucapan Nikita menurut saya, tidak mengandung unsur penghinaan. Nikita juga sudah mengklarifikasi. Ia menyebutkan, bahwa dia tidak merasa melanggar sesuatu. First of all, tukang obat bukanlah pekerjaan yang hina. Nikita juga menyebut nama Habib tidak semata-mata dimiliki oleh satu individu saja. Sementara itu, Nikita justru menyebut tuduhan lonte dan babi betina yang dilontarkan Maaher sebagai bentuk hinaan terhadap perempuan. Dan juga, sebutan lonte juga dilontarkan oleh Rezieq saat berceramah pada pernikahan anaknya sekaligus perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Di sisi lain, saat menggelar acara pernikahan sekaligus Maulid Nabi SAW. Rizieq Sihab berceramah dengan melontarkan kata-kata lonte dan merendahkan Instansi Polri dengan sebutan, “Polisi kalang kabut jagain lonte, kacau-kacau. Lonte hina Habib dijaga Polisi. Ditangkap nggak, malah dijagain. Jangan-jangan minta jatah”. Dengan ketawaan dan beberapa kali mengucap kacau, secara tidak langsung dia merendahkan Instansi Kepolisian Republik Indonesia. Selain itu, ada seseorang yang mendoakan Presiden Jokowi dan Mantan Presiden Megawati, dengan dipendekkan umurnya.
Seharusnya acara Maulid Nabi dihindari dari perbuatan tercela. Karena Maulid Nabi adalah acara yang mulia. Namun, acara di atas tersebut diisi dengan suatu keburukan, seperti merendahkan dan menghina orang lain bahkan sampai mendoakan orang lain untuk dipendekkan umurnya. Doa seperti itu tidak diperbolehkan agama Islam, dibuktikan dengan hadis yang menyebutkan, Janganlah salah seorang di antara kalian mengharapkan kematian. Jika dia orang baik, semoga saja bisa menambah amal kebaikannya. Dan jika dia orang yang buruk (akhlaknya), semoga bisa menjadikannya bertaubat (HR. Bukhari No. 5673).
Sepertinya, saat ini, banyak sekali orang-orang yang memanfaatkan agama untuk kepentingan pribadi. Saya jadi ingat perkataan Ibnu Rusyd, yang menyebutkan, “Jika kau ingin menguasai orang-orang bodoh, maka bungkuslah segala sesuatu dengan kemasan agama”. Sepertinya perkataan Ibnu Rusyd telah terbukti. Sekarang banyak sekali orang-orang yang memanfaatkan agama untuk kepentingan pribadi, yang menggiring seseorang untuk mengagungkan satu individu dan merendahkan orang lain.
Hal seperti itu bertolak belakang dengan ajaran agama Islam yang sesungguhnya. Karena agama Islam adalah agama yang damai dan Rahmatan Lil Alamin. Maka dari itu, semoga kita terhindar dari segala bentuk dosa. Dan marilah kita mendoakan orang-orang tercela tersebut agar segera cepat bertobat, dipanjangkan umurnya, dilapangkan kuburnya, dijauhkan dari segala bentuk bahaya, serta diampuni dosanya oleh Allah SWT.
Sementara itu, Nikita Mirzani adalah penyambung perasaan rakyat, yang mewakili keresahan masyarakat negeri ini dengan ucapannya di media sosial, karena ia mengungkapkan kekecewaannya atas kemacetan dan kerusakan yang dilakukan simpatisan Rezieq itu. Di sisi lain, Nikita adalah seorang wanita penyayang dan pelindung keluarga. Banyak sekali kebaikan yang telah dia lakukan, yang tidak banyak diketahui orang, serta ada pula kedermawanan Nikita yang diketahui orang lain.
Contohnya ketika banjir melanda Jabodetabek awal 2020 lalu, Nikita terjun langsung untuk membantu para korban banjir dan memberi bantuan 20 juta untuk korban banjir. Kemudian ia menyumbang uang 100 juta dan memberikan alat pelindung diri untuk tim medis di RSCM. Semua bantuan tersebut untuk melawan covid-19 di Indonesia. Hal itu semata-mata bukan untuk menunjukkan kesombongan Nikita. Namun saat itu, Nikita berharap, ia dapat mendorong publik figure lainnya untuk melakukan tindakan serupa.
Nikita juga penyayang anak-anak yatim. Ketika merayakan ulang tahunnya, dia kerap kali merayakannya bersama anak yatim. Selain itu, Nikita pernah memberikan bonus berupa uang sebesar 1 juta kepada driver ojek online. Nikita pula sering traktir makan masyarakat yang ia temui di tempat makan. Kebaikan Nikita tak hanya itu, dia seseorang yang suka membangun Masjid. Banyak sekali kebaikan Nikita yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Menurut saya, Nikita itu tidak mempunyai niat untuk menampakkan kesombongannya, melainkan dia hanya ingin mendorong orang lain untuk melakukan tindakan yang sama.
Dengan demikian, dari sederet peristiwa yang menimpa Nikita, semoga tidak menyurutkan kebaikan Nikata untuk membantu sesama. Semoga Nikita terus diberi kekuatan untuk berjuang melawan ketidakbenaran. Dia banyak membantu masyarakat negeri ini, tidak hanya menggunakan uang saja, tetapi melalui omongannya yang menyambung perasaan kita. Nikita Mirzani adalah wanita pemberani, yang patut kita contoh dan dukung atas tindakannya saat ini.