Pengaruh globalisasi telah memberikan warna tertentu dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Kemajuan teknologi tidak bisa dihindari dalam budaya dan peradaban manusia. Dampak dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut bisa positif dan negatif. Yang mana, dampak negatifnya yakni adanya kehidupan perilaku manusia yang menyimpang dari norma-norma, nilai-nilai, dan moral, seperti pornografi yang merajalela di masyarakat, aksi teror, tawuran antar-pelajar, korupsi, dan masih banyak lagi. Hal ini merupakan bentuk penyimpangan nilai-nilai luhur Pancasila akibat tidak dipahami, dihayati, serta diamalkannya nilai-nilai tersebut dalam kehidupan nyata.
Adrian Gostick dan Dana Telforn (2006, dalam Gea 2016) menyebutkan bahwa dalam kamus Merriam-Webster yang paling mutakhir mendefinisikan integritas sebagai ketaatan yang kuat pada sebuah kode, khususnya nilai moral atau nilai artistik tertentu. Dengan begitu, integritas merupakan konsistensi dan keteguhan yang tak tergoyahkan dalam menjunjung tinggi nilai-nilai luhur dan keyakinan.
Pancasila merupakan dasar negara yang memiliki fungsi yang sangat fundamental. Selain sebagai sumber dari segala sumber hukum, Pancasila juga sebagai falsafah negara dan pandangan hidup bangsa dalam menjalankan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara untuk mewujudkan cita-cita bangsa. Pancasila mengandung nilai-nilai luhur yang harus dihayati dan dijadikan pedoman oleh seluruh warga negara Indonesia, dalam laku kehidupannya. Lebih dari itu, nilai-nilai Pancasila juga sepatutnya dijadikan karakter masyarakat Indonesia, serta identitas atau jati diri bangsa.
Selain itu, Pancasila juga sebagai bentuk kesadaran dan cita-cita moral yang meliputi kejiwaan dan watak yang sudah berakar di dalam kebudayaan bangsa Indonesia. Pancasila ialah suatu kebudayaan yang mengajarkan bahwa hidup manusia ini akan mencapai kebahagiaan, jika kita dapat berbuat baik dalam hidup manusia, meliputi hubungan manusia dengan alam, manusia dengan Tuhannya, serta dalam mengejar kemajuan lahiriah dan kebahagiaan rohaniah.
Nilai filsafat Pancasila, baik itu sebagai pandangan hidup (Weltanschauung) bangsa, sekaligus sebagai jiwa bangsa, memberikan identitas dan integritas serta martabat bangsa dalam budaya dan peradaban dunia modern, juga sebagai sumber motivasi dan spirit perjuangan bangsa Indonesia.
Pancasila seharusnya dipahami, dihayati dan diamalkan secara jujur dan benar, serta konsekuen oleh setiap warga negara, utamanya oleh para penyelenggara negara dalam melaksanakan tugasnya untuk mewujudkan Indonesia sebagai bangsa dengan masa depan yang dicita-citakan. Secara formal, bangsa Indonesia telah memiliki dasar yang kuat dan rambu-rambu yang jelas. Permasalahannya yang saat ini terjadi, yaitu bagaimana mengaktualisasikan dasar tersebut ke dalam kehidupan yang nyata pada setiap warga negara, sehingga bangsa ini tidak kehilangan nilai-nilai, norma-norma, dan moral sebagai penuntun dan pegangan dalam menjalankan tugas negara, dan untuk mengatasi krisis moral yang sedang melanda bangsa dan negara agar dapat menggapai masa depan yang dicita-citakan.
Maka dari itu, dibutuhkannya pembudayaan terhadap nilai-nilai luhur Pancasila, sebagai bentuk tanggungjawab bersama yang dilakukan oleh segenap komponen bangsa. Penerapan nilai-nilai tersebut harus memiliki konsistensi dari semua komponen bangsa, baik itu individu, keluarga, dan negara.
Pembudayaan nilai-nilai Pancasila di kalangan warga negara, utamanya para generasi muda bangsa ini, harus dilakukan melalui pendidikan, di mulai dari lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat yang saling bekerjasama untuk tetap menjaga dan memelihara nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Pemerintah seyogianya segera bertindak dengan membuat program negara untuk tetap mempertahankan ketahanan nasionalnya, dengan pembudayaan nilai-nilai Pancasila kepada segenap warga negaranya, sehingga mampu menghadapi tantangan perkembangan zaman yang semakin mengglobal yang dapat berpengaruh pada kehidupan bernegara. Negara bisa mengalami krisis multidimensional, jika tidak memliliki pertahanan yang tangguh dan kokoh. Hanya melalui pembudayaan nilai-nilai luhur Pancasila pada segenap warga negara, segala macam krisis dalam negara dapat diatasi.
Dengan demikian, segala bentuk ancaman, tantangan, dan hambatan harus dihadapi oleh warga negara dengan berusaha secara konsisten dalam memahami, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan nyata. Hal ini tentunya dapat dilakukan melalui pembudayaan nilai-nilai Pancasila yang dijalankan oleh semua komponen bangsa. Jika sudah dilaksanakan secara konsisten, maka integritas warga dapat terbangun dengan berpegang teguh kepada nilai-nilai luhur Pancasila.