Jihad Mengenalkan Islam dan Nabi Muhammad di Barat

0
0
WhatsApp
Twitter

Pernyataan kontroversi Presiden Prancis Emmanuel Macron kini tengah menjadi perbincangan publik. Tidak hanya perbincangan biasa, namun menuai banyak kecaman dari sejumlah pihak, khususnya umat Islam seluruh dunia. Pasalnya, terdapat sejumlah pernyataan Macron dinilai menyudutkan umat Islam.

Macron melabeli Islam sebagai teroris pasca pemenggalan guru sejarah bernama Samuel Paty. Insiden itu ditengarai setelah guru sejarah tersebut mendiskusikan dan memperlihatkan gambar yang ia sebut sebagai Nabi Muhammad. Sebelumnya, Macron memberikan pernyataan kontroversi yang membuat umat Islam resah dan marah, yakni mengizinkan pencetakan karikatur Nabi Muhammad yang ia anggap itu sebagai kebebasan berekspresi di negaranya.

Gambar visual Nabi Muhammad merupakan sesewatu yang dilarang keras dalam agam Islam, sebagaimana diterangkan oleh Prof. M. Quraish Shihab bahwa, visualisasi figur Nabi Muhammad dikhawatirkan akan memunculkan pengultusan dan pemujaan terhadap Nabi. Selain itu, visualisasi gambar Nabi Muhammad tidak menutup kemungkinan adanya pelecehan terhadap Nabi Muhammad SAW. Maka untuk menghindari itu semuanya, lantas dilarang gambar itu.

Persoalan menghina Nabi Muhammad SAW memang bukan perkara baru. Rasulullah telah dihina, dicaci maki dan diperlakukan dengan kejam dan keji, sejak beliau SAW mengajak umat manusia untuk beriman kepada Allah SWT. Hinaan dan cacian itu datang bertubi-tubi mengampiri Nabi SAW. Bahkan, hinaan itu tidak berhenti dengan wafatnya beliau, melainkan terus berlanjut hingga saat ini.

Pada masa sekarang, gaya penghinaan terhadap Nabi berubah mengikut arus perubahan zaman. Negara-negara Barat yang mula-mula mencetuskan bermacam pendiskreditan terhadap Islam mulai menggunakan strategi baru mereka dengan serangan pemikiran, yaitu serangan melalui media elektronik dan media cetak terhadap Islam dengan slogan hak kebebasan bersuara.

Tentu kasus-kasus semacam ini sangat melukai hati kita semua sebagai umat Islam. Adalah tugas kita bersama berjihad, dengan bersungguh-sungguh mengenalkan dan memberikan gambaran yang baik tentang bagaiamana Islam dan Nabi Muhammad SAW. Bahwa Islam datang untuk menjadi penyelamat dunia, sebagai rahmatan lil ‘alamin. Setiap ajaran Islam memiliki nilai kebenaran yang tidak diragukan lagi. Islam berusaha menciptakan perdamaian di bumi sehingga umat manusia dan seluruh makhluk Allah dapat hidup sejahtera.

Islam sebagai agama yang membawa perdamaian sesungguhnya tidak membenarkan adanya praktek kekerasan. Cara-cara radikal untuk mencapai tujuan politis atau mempertahankan apa yang dianggap sakral bukanlah cara-cara yang Islami.

Masalah kemanusiaan dan Islam memang menjadi semacam wacana dari dulu sampai sekarang yang tidak pernah selesai dipermasalahkan untuk diberitakan. Berbagai pemberitaan cenderung mendiskreditkan Islam identik dengan teroris. Distorsi informasi demikian menciptakan gambaran kepada masyarakat dunia, sehingga terjadi kesalahpahaman dalam menerima informasi.

Islam sebagai agama yang membawa misi perdamaian dengan tegas mengharamkan kepada umat manusia melakukan kedzaliman, kapan dan di mana saja. Islam sangat menekankan perdamaian dalam kehidupan sosial di tengah masyarakat, keadilan bagi siapa saja walau dengan musuh sekalipun. Dengan ditegakkannya keadilan, maka tidak ada seorang pun yang merasa dikecewakan dan didiskriminasikan sehingga dapat meredam rasa permusuhan, dengan demikian konflik tidak akan terjadi

Islam juga menyeru kepada umat manusia untuk hidup rukun dan saling tolong menolong dalam melakukan perbuatan mulia dan mengajak mereka untuk saling bahu membahu menumpas kedzaliman. Selain itu, Islam menganjurkan kepada umatnya saling toleransi atas segala perbedaan yang ada, dalam rangka mencegah terjadinya pertikaian yang dapat merugikan semua pihak.

Bahwa figur Nabi Muhammad SAW bukanlah ilusi, tetapi realita. Kebenaran yang beliau bawa bukan nisbi, tetapi absolut, menembus dimensi ruang dan waktu. Siapa saja, kapan saja dan dimana saja, dapat mudah mencontoh Rasulullah SAW, karena beliau hadir sebagai uswatun hasanah dan rahmat bagi semesta.Tauladan beliau adalah sebaik-baik tauladan karena beliau adalah sebaik-baik makhluk.

Sebagaimana dalam Al-Quran surat Al-Ahzab ayat 21 dijelaskan, ‘’Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah suri tauladan yang baik bagi dirimu, yaitu orang-orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.’’

Karen Amstrong, dalam bukunya, Sejarah Tuhan; Kisah Pencarian Tuhan yang Dilakukan oleh Orang-orang Yahudi, Kristen, dan Islam selama 4000 Tahun, menjelaskan bagaimana Islam lahir sebagai agama yang rasional. Islam mampu mengubah masyarakat jahiliyah Arab menjadi pusat peradaban duni baru.

Dalam buku Muhamad Prophet for Our Time (1991), Karen Amstrong juga memaparkan sosok Nabi Muhammad SAW sebagai sosok yang luar biasa, yang berbakat, pemberani, dan kompleks. Dia memperlihatkan karakter dan ide-ide Nabi demikian kuat untuk mengubah sejarah secara drastis dan menarik jutaan pengikut.

Senada dengan Amstrong, Dr Zuwaimer, Orientalis Kanada mengatakan, tidak diragukan lagi bahwa Muhammad adalah termasuk pemimpin agama terbesar. Muhammad adalah seorang reformis, mumpuni, fasih, pemberani, dan pemikir yang agung. Tidak boleh kita menyebutnya dengan apa yang bertentangan dengan sifat-sifat ini. Al-Quran datang bersama Muhammad dan sejarahnya menjadi saksi atas kebenaran ini.

Kemudian Goethe, seorang sastrawan Jerman menuturkan, sesungguhnya kita warga Eropa dengan seluruh pemahaman kita, belum sampai kepada apa yang telah dicapai Muhammad. Dan tidak akan ada yang melebihi dirinya. Saya telah mengkaji dalam sejarah tentang keteladanan yang tinggi untuk umat manusia ini. Dan saya temukan itu pada Nabi Muhammad. Demikianlah seharusnya kebenaran itu menang dan tinggi, sebagaimana Muhammad telah sukses menundukan dunia dengan kalimat tauhid.

Pada akhirnya, persepsi media Barat tentang Islam sangat ditentukan oleh bagaimana umat Islam menampilkan potret dirinya di hadapan dunia. Karena itu, dibutuhkan cara-cara kreatif dalam mengetengahkan paras Islam dan keistimewaan Nabi Muhammad yang sesungguhnya kepada publik dunia. Dan salah satu cara itu adalah melaui media, baik media cetak maupun media sosial yang didukung dengan kemajuan teknologi. Dengan kemajuan teknologi media dapat menyiarkan informasi secara aktual kapan saja.

Terkait soal Islam ini memang, yang paling dilihat media Barat sampai saat ini adalah kurangnya suara-suara moderat Islam yang secara tegas mengutuk tindak-tindak kekerasan yang dilakukan oleh para tersangka terorisme yang melibatkan mereka yang memakai label Islam. Itu yang sangat mereka sayangkan.

Betapa pentingnya media-media Islam sebagai garda terdepan untuk memperbaiki stigma negatif yang kerap dialamatkan oleh media-media Barat kepada Islam. Oleh karena itu, media Islam harus dapat menjernihkan semua itu sehingga nilai-nilai keislaman dapat ditransformasikan secara benar dan reputasi serta citra Islam dapat diperbaiki melalui media-media proposional.

Dalam memanfaatkan media ini, diperlukan beberapa langkah dalam membentengi sekaligus mengenalkan Islam dan Nabi Muhammad kepada Barat, yaitu pertama, menonjolkan akhlak Islam secara konsisten dalam penyebaran informasi dengan menjauhi penyebaran fitnah, menghina, mengadu domba, propaganda dan sebagainya.

Kedua, senantiasa menyebarkan akhlak Islam dan berpesan agar media terdidik dengan budaya Islam yang mementingkan akhlak. Ketiga, memberi jawaban segera menurut pandangan dan ajaran Islam sebenarnya terhadap isu umat Islam, sehingga media tersebut menjadi instrumen dakwah.

Keempat, mewujudkan sebanyak mungkin media massa (audio visual), baik media cetak maupun elektronik serta laman web yang sempurna dan menarik sehingga menjadi perhatian bagi pembaca, pemirsa, penonton dan pengunjung web terutama generasi muda dalam mendapatkan informasi akurat, terkini, dan menariktentang Islam.

Demikianlah, kiranya Barat mau dengan berlapang dada membuka hati secara benar, sesungguhnya tidak ada yang cela pada Islam dan Nabi Muhammad SAW. Islam dan Nabi Muhammad datang dengan membawa misi perdamaian dunia dan selalu menyeru untuk saling tolong-menolong, mengindari kekerasan dan memilih jalan tengah, jalan damai. Akhirnya, melalui media ini diharapkan mampu menjadi jalan jihad kita dalam mengenalkan Islam dan Nabi Muhammad kepada Barat menjadi solusi dan jawaban, agar citra buruk Barat terhadap Islam dan Nabi Muhammad dapat terhapus.