Jaringan Teroris di ASEAN

1
53
WhatsApp
Twitter

Central Intelligence Agency (CIA) atau Badan Intelijen Pusat yang dimiliki oleh Pemerintah Faderal Amerika Serikat (AS) merilis daftar kelompok yang dianggap memiliki aktivitas atau kegiatan terorisme di berbagai belahan dunia, termasuk di negara-negara Asean.

Pada tahun 1980-an, Afghanistan dan Pakistan menjadi pusat internasional penyebaran paham-paham radikalisme, ektremisme, dan terorisme. Pelatihan fisik dan perang geriliyawan serta pengindoktrinisasi ideologi kelompok teroris menjadi menu utama dalam masa itu. Hal tersebut bermuara pada kekalahan tentara Uni Soviet di medan perang, momentum tersebut dimamfaatkan oleh Osama Bin Laden, dengan mendirikan kelompok teroris Al-Qaeda.

Tujuan utama dari Osama Bin Laden, mendirikan Pan Islamic atau kekhilafahan Islam meliputi negara Islam di seluruh dunia, bertujuan untuk melawan dominasi negara-negara barat, terutama musuh yang sering didengar oleh kita adalah negara Amerika Serikat. Jika di telisik lebih lanjut, hampir semua kelompok teroris seperti Islamic State Iraq and Syria (ISIS), Abu Sayyap, Bako Haram, dan termasuk Al-Qaeda mereka memikili persepsi bahwa mereka melawan dominasi AS.

Propaganda kelompok teroris Al-Qaeda dengan tagline ‘melawan negara barat’ berhasil menarik simpati dari berbagai kelompok teroris di belahan dunia, termasuk Indonesia dan negara-negara ASEAN. Lucunya kenapa dominasi negara-negara barat menjadi poin opini utama yang harus di habisi atau di perangi? Jika memilihat dari sisi budaya barat, kelompok-kelompok teroris membenci budaya barat yang penuh kebebasan. Dari sisi pemerintahan kelompok teroris teroris membenci sistem pemerintahan yang liberal, sekular, dan kolonialis di mana sistem tersebut dianggap sebagai penyalahgunaan terhadap hukum Allah SWT.

Namun, menurut mantan anggota CIA sekaligus blogger kenamaan AS, Michael Scheuer. Yang menulis buku Osama Bin Laden, Mereka (Amerika Serikat dan sekutu) merampok kekayaan, sumber daya, dan minyak kita. Agama kita (Islam) dalam bahaya. Mereka membunuh dan membantai saudara-saudara kita. Mereka membahayakan kehormatan dan harga diri kita. Jika kita berani mengeluarkan satu saja ucapan dan protes atas kezaliman ini, kita pun disebut teroris. Dari buku ini akan menemukan alasan kenapa negara-negara Barat menjadi musuh utama kelompok teroris di seluruh dunia.

John L. Esposito dalam bukunya yang berjudul Unholy War: Teror Atas Nama Islam, menuliskan dugaannya bahwa aksi yang dilakukan oleh kelompok teroris di negara-negara Islam merupakan akal-bulus untuk menggiring opini publik agar bersimpati pada kelompok tersebut dengan menggunakan agama Islam sebagai tandem aksi tersebut, yakni semangat jihad melawan dominasi negara-negara barat seperti AS, yang mereka angap sebagai negara kafir, thogut, dan penyembah berhala.

Lebih lanjut John L. Esposito, mengungkapkan bahwa bedirinya kelompok teroris Al-Qaeda, yang dipimpin oleh Osama Bin Laden merupakan hasil kekecewaannya terhadap negara Arab Saudi, akibat meminta bantuan kepada Amerika Serikat sebagai pelindung kota suci Mekah dan Madinah akibat invasi besar-besaran tentara Irak di kawasan Timur-Tengah.

Ia menganggap mampu melindungi dua kota suci tersebut bersama kelompoknya, dengan rekam jejak dalam medan perang melawan Uni Soviet. Namun, permintaan Osama Bin Laden untuk melindungi kota tersebut ditolak mentah-mentah oleh kerajaan Arab Saudi dan lebih memilih pasukan tentara negeri Paman Sam sebagai pagar hidup.

Rasa kekecewaan Osama Bin Laden, akhirnya mampu menjadi haluan utama berdirinya kelompok Al-Qaeda, di mana dari rasa kekecewaan Osama mampu menarik simpatisan dan kelompok yang termakan kebohongan Osama secara bulat-bulat. Tragedi 9/11 yang menghancurkan menara World Trade Center (WTC) di Amerika Serikat, yang dilakukan oleh kelompok Al-Qaeda sebagai unjuk gigi demi mempercundangi negara-negara barat dan balasan kekecewaan Osama kepada AS.

Aksi 9/11 yang dianggap sebagaian kelompok kecil teroris di ASEAN sebagai aksi heroik yang membela agama Islam, akhirnya berbuah pada pembaiatan atau sumpah setia kepada kelompok Osma Bin Laden. Beberapa media mempublikasikan daftar kelompok teroris di ASEAN yang telah melakukan kerjasama seperti Moro Islamic Liberation Front (MILF), Abu Sayyaf Group (ASG), Laskar Jundullah Indonesia.

Kumpulan Mujahidin Malaysia (KMM) Malasiya, Jemmah Salafiyah Thailand, Arakan Rohingya Nationalist Organization (ARNO), Rohingya Solidarity Organization (RSO) Myanmar dan Bangladesh, Communist Party of the Philippines/New People’s Army (CPP/NPA), Jemaah Islamiyah (JI) yang memiliki basis simpatisan di Indonesia, Asia Tenggara, dan ASEAN, Mujahidin Indonesia Timur (MIT), Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Indonesia, Jamaah Ansharut Tauhid (JAT), dan Jamaah Ansharut Khilafah (JAK) Indonesia.

Pada awalnya, kelompok teroris di ASEAN merupakan separtis yang menginginkan separatis kelas teri dengan dasar pergerakan kelompok puritan, di mana mereka menganggap sistem negara harus diganti pada hukum Allah SWT. Namun, ancamannya masih tergolong menengah yang bersekala kecil dan masih bisa ditangani oleh pihak keamanan. Berbeda saat bergabung pada kelompok teroris seperti Al-Qaeda dan ISIS, kelompok kecil ini telah memiliki wilayah serang internasional, bukan lagi tergantung kepada negara yang ia tempati.

Negara di suluruh dunia menyadari bahwa keamanan global menjadi isu yang sangat berpengaruh dalam membangun sebuah negara, apalagi terkait isu kelompok teroris. Banyaknya kelompok teroris di ASEAN dan jaringan teroris internasional hanya mampu dibendung dengan bekerjasama antar negara dan lembaga, mengingat jaringan teroris global dari hari-kehari kian berkembang. Dengan demikian, efek kerjasama antar negara dalam melakukan pencegahan serta pemberantasan kelompok tersebut semakin membaik

1 KOMENTAR