Talcott Parsons, seorang sosiolog modern mengatakan, fokus utama sistem sosial adalah internal dan integrasi normatif. Sementara basis masyarakat adalah tingkat kecukupan diri yang relatif bagi lingkungannya. Dalam sistem sosial itu terdiri dari empat subsistem, yaitu komunitas masyarakat, pola pertahanan, bentuk dan proses pemrintahan, dan ekonomi.
Era globalisasi memang sangat mempengaruhi perkembangan sosial budaya. Pada kenyataan yang ada, bangsa Indonesia tak bisa memalingkan wajah dari proses globalisasi. Apabila bangsa ini ingin bertahan dan berjaya di tengah perkembangan dunia yang kian kompetitif di masa kini dan masa depan, maka keunggulan-keunggulan atas teknologi dan keunggulan Sumber daya Manusia (SDM) mutlak di miliki.
Penguasaan teknologi, sebagaimana terlihat dalam pengalaman banyak negara seperti Amerika Serikat, Jepang, Jerman dan sebagainya, menunjukkan bahwa teknologi merupakan salah satu faktor terpenting yang mengantarkan negara-negara tersebut kepada kemajuan.
Tujuan pembangunan ini untuk mewujudkan manusia yang sejahtera, maka penguasaan atas teknologi memerlukan perspektif etis dan panduan moral. Sebab, seperti juga terlihat dalam pengalaman negara-negara maju, kemajuan dan penguasaan atas teknologi yang berlangsung tanpa perspektif etis dan bimbingan moral akan menimbulkan berbagai konsekuensi dan dampak negatif, yang membuat manusia semakin jauh dari pusat kedalaman spritualnya. Ini pada saatnya nanti menciptakan masalah-masalah kemanusiaan yang cukup berat, di antaranya krisis nilai-nilai etis, pengasingan diri, kekosongan nilai-nilai rohaniah, dan sebagainya.
Arus globalisasi dalam peradaban manusia telah mentransformasi kehidupan masyarakat secara ekonomi maupun sosial budaya. Arus globalisasi yang terus berlangsung menyebabkan seseorang, sekelompok atau satu negara saling dihubungkan dan saling membutuhkan.
Hal itu pula yang menyebabkan budaya-budaya asing dapat dengan mudah masuk ke dalam suatu negara. Mudahnya masyarakat suatu bangsa menerima suatu budaya asing dalam kehidupannya, disebabkan unsur budaya asing tersebut menawarkan kemudahan bagi kehidupan masyarakat tersebut.
Menurut Anthony Giddens, globalisasi yang telah merusak ke seluruh negara di dunia ternyata membawa nilai-nilai budaya global Barat seperti individualisme, liberalisme, dan materialisme. Nilai-nilai budaya Barat telah menginfilterisasi ketahanan budaya nasional masing-masing negara, sehingga mempengaruhi sendi-sendi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Globalisasi, menurut James Petras dan Veltmeyer, akan menyebabkan ketergantungan suatu negara terhadap negara lain dalaam seluruh sektor kehidupan, baik politik, ekonomi maupun budaya. Globalisasi merupakan imprealisme gaya baru yang perlu mendapatkan karena dapat mengancam keutuhan bangsa.
Dalam kondisi semacam itu, peran Pancasila sebagai pandangan hidup dan sebagai dasar negara memegang peranan penting . Pancasila harus bisa menyaring mana saja nilai yang bisa di serap untuk disesuaikan dengan nilai-nilai Pancasila. Dengan begitu, nilai-nilai Pancasila yang berkembang nantinya tetap berada di atas keperibadian bangsa. Pasalnya, setiap bangsa di dunia juga sangat membutuhkan pandangan hidup seperti yang di punyai negara kita, yakni Pancasila.
Tujuannya, tak lain ialah agar negara mampu berdiri kokoh dan mengetahui dengan jelas arah dan tujuan yang hendak diraih. Dengan pandangan hidup, suatu bangsa mempunyai pedoman dalam melihat setiap permasalahan yang dihadapi serta untuk mencari solusinya.
Pandangan hidup yang dimiliki bangsa Indonesia bersumber pada akar budaya dan nilai-nilai religius, maka dengan pandangan hidup yang diyakini, mampu memecahkan masalah yang dihadapi secara tepat. Dengan memiliki pandangan dan pedoman hidup yang jelas, berbagai masalah politik, ekonomi, sosial budaya serta pertahanan dan keamanan dan lain sebagainya akan teratasi dengan baik dan membawa pada kemajuan dan kesejahteraan.
Sebagai pandangan hidup bangsa, Pancasila mengandung konsep dasar kehidupan yang dicita-citakan dan dasar pikiran yang mendalam yang mengarah pada kehidupan yang lebih baik. Oleh karenanya, Pancasila harus menjadi pemersatu bangsa. Tidak ada yang boleh mematikan keanekaragaman yang ada dalam Bhineka Tunggal Ika. Pancasila merupakan cita-cita moral bangsa yang memberikan pedoman dan kekuatan rohaniah bagi tingkah laku hidup sehari-hari dalam menjalankan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Jauh sebelum Pancasila dirumuskan dan disahkan sebagai dasar negara, nilai-nilainya telah ada. Nilai-nilai yang terkandung dalam adat-istiadat dan kebudayaan serta sebagai kausa materialis Pancasila. Maka antara Pancasila dengan bangsa Indonesia tidak dapat dipisahkan. Pancasila sebagai jati diri bangsa, sekaligus sebagai asas persatuan dan kesatuan.
Peran pancasila sangat penting dalam menghadapi arus globalisasi, karena Pancaila merupakan sebuah kekuatan ide yang berakar dari bumi nusantara untuk menghalau paham-paham yang bisa mengakibatkan perpecahan antar anak bangsa. Pancasila sebagai filter terhadap bermacam pengaruh luar, juga nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila mampu membangun sistem imun masyarakat kita. Selain itu, sebagai sistem dan pandangan hidup yang melambangkan konsensus dasar dari berbagai komponen negeri yang pluralisme ini.
Melalui Pancasila, moral sosial, toleransi, dan kemanusiaan, bahkan demokrasi bangsa ini dibentuk. Pancasila harus dijadikan poros identitas untuk menghadapi bermacam ideologi dan pengaruh yang disuguhkan dari luar. Amat disayangkan akhir-akhir ini beberapa kelompok ingin menggulingkan eksistensi pancasila di bumi pertiwi. Mengingat berbagai potensi yang terselubung di dalamnya, maka wacana penggantian Pancasila patut di segera dicegah dan perhatikan betul pergerakannya.
Dalam zaman yang terus bergulir, Pancasila harus kita telaah secara analitis. Penanaman dan pembumian Pancasila mesti ditingkatkan secara terus menerus dan berkelanjutan dalam kehidupan masyarakat, agar kita mampu memfilter arus globalisasi yang ada. Dengan demikian, sekiranya Pancasila dapat berperan dalam era globalisasi, maka penting tiap diri masing-masing menanamkan nilai-nilai luhur Pancasila dan menanamkan kesadaran pentingnya Pancasila dalam kehidupan.