Dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia, tak diragukan lagi, generasi muda selalu mengambil posisi sebagai garda terdepan perjuangan dan perubahan negeri ini. Sebelum kemerdekaan, semangat gerakan generasi muda sudah digelorakan. Kita tahu ada gerakan Budi Oetomo dan Sumpah Pemuda sebagai manifestasi perlawanan terhadap penjajahan. Kemudian, pada Reformasi 1998, yang merupakan bentuk perlawanan terhadap penindasan dan otoritarianisme politik orde baru.
Perubahan selalu identik dengan generasi muda yang saat ini dikenal dengan sebutan Generasi milenial atau Gen Y. Generasi milenial adalah generasi yang hidup pada era globalisasi dan pasar bebas tak terbatas, difasilitasi oleh akses kemajuan teknologi dan informasi tiada batas.
Menurut Taylor dan Keeter (2010) yang dikutip oleh Turner (2013), mengatakan bahwa generasi milenial merupakan generasi pertama yang memiliki kontak rutin dengan seluruh informasi yang diakses melalui internet. Generasi ini menjadikan globalisasi sebagai referensi utama dalam menjawab isu kekinian, mengetahui fakta kekinian, mengetahui perkembangan video, lagu-lagu, film dan berita dalam waktu yang bersamaan.
Era globalisasi ini menjadi sebuah tantangan bagi para milenial. Hal ini disebabkan oleh maraknya berita hoaks dan perang opini yang dikonsumsi generasi milenial sehari-hari di media sosial. Dengan terbukanya pola pikir mereka terhadap arus informasi, membuat mereka terus melakukan pembaharuan informasi dan ikut tren teranyar, misalnya terkait dengan budaya Korea atau Barat yang dianggap menarik karena dinilai kekinian.
Memang sangat disayangkan, jika perkembangan teknologi yang semakin pesat, tidak digunakan secara bijak. Akhirnya dapat menyebabkan identitas semakin memudar dan hanya menjadi alat pemecah belah di masyarakat. Padahal, identitas adalah hal yang harus dimiliki oleh milenial. Di era digital ini, milenial diharapkan menjaga identitas bangsanya dalam menghadapi pergaulan bertaraf global dengan tidak hidup yang hanya mengikuti tren semata.
Milenial merupakan generasi penerus bangsa, memiliki peran dan kewajiban untuk menjaga persatuan dan memajukan bangsanya. Hal ini dikarenakan, kemajuan suatu bangsa ditentukan bagaimana peran anak muda di dalamnya. Milenial menjadi suatu tonggak bagi kemajuan dan pembangunan bangsa Indonesia.
Maka dari itu, sebagai generasi penerus bangsa, milenial memiliki tantangan agar tidak terprovokasi hoaks dan perpecahan antar anak bangsa. Menjaga kedamaian dengan sikap saling menghargai dan menjunjung tinggi toleransi antar umat beragama, antar suku dan bangsa, maupun antar budaya.
Selain itu, milenial harus mengisi kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan dengan kegiatan yang positif dan dituntut untuk kritis terhadap situasi yang ada. Memiliki kepekaan untuk melihat kekurangan agar mendapatkan cara untuk memperbaikinya. Sikap kritis milenial, dapat memberikan masukan demi membuat Indonesia menjadi lebih baik dan lebih maju.
Milenial juga harus berinovasi dalam menciptakan ide-ide baru, kreatif dan mau bergerak dalam tindakan nyata demi tercipta Indonesia yang lebih maju dalam hal teknologi maupun perekonomian. Kemudian, tularkan semangat dan sikap positif pada lingkungan sekitar, karena perubahan tidak bisa dilakukan sendirian. Seluruh generasi milenial harus berpartisipasi dalam melakukan tindakan nyata untuk kemajuan bangsa Indonesia.
Indonesia sebagai negara dengan bonus demografi, memiliki peluang untuk menjadi negara yang besar. Bonus demografi ini berarti populasi milenial lebih besar dibandingkan orang dewasa. Bonus demografi yang beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, tentunya akan memberikan kemajuan terhadap bangsa ini dalam merealisasikan Indonesia Emas di tahun 2045.
Dengan demikian, masa depan bangsa sangat ditentukan oleh para generasi milenialnya saat ini. Milenial menjadi harapan untuk aktif dalam segala aspek pembangunan bangsa demi meningkatkan kesejahteraan seluruh warga Indonesia. Milenial harus terus berkreasi dan menyiapkan diri agar dapat bersaing dengan bangsa lain. Tentunya, jika semua milenial dapat berkontribusi, maka akan membawa bangsa Indonesia, menjadi bangsa yang tidak lagi dipandang sebelah mata, serta terus menjadi garda terdepan kebangsaan kita.[]