Sebagai sosok perempuan, Tri Rismaharini merupakan Walikota Surabaya pertama dari kaum hawa. Dengan segudang prestasinya yang menginspirasi para perempuan Indonesia. Keberhasilannya dalam memimpin Kota Surabaya menunjukkan bahwa ia sebagai perempuan tidak dapat dipandang sebelah mata. Ia mampu mematahkan stigma negatif, “perempuan makhluk lemah, dan tidak bisa memimpin”. Semua anggapan orang terhadap kepemimpinan perempuan ia patahkan dengan bukti nyata kemajuan Kota Surabaya, Jawa Timur.
Pada dasarnya, semua orang dapat menjadi pemimpin. Namun, perbedaan jender menyebabkan timbulnya ketidakadilan antara kaum laki-laki dengan perempuan. Perempuan tidak sepenuhnya lemah karena pengaruh perempuan dalam masyarakat pun cukup kuat. Oleh karena itu, sangat disayangkan jika perempuan tidak mendapatkan kapasitas lebih untuk memimpin. Padahal, dengan adanya peran perempuan dalam memegang peranan kepemimpinan dapat membawa dampak yang baik.
Kesetaraan antara laki-laki dengan perempuan bisa seimbang apabila mendapatkan peluang dan akses yang sama. Hal ini ditandai dengan peran perempuan dalam mengaspirasikan pendapatnya, atau juga dapat berpartisipasi dalam pembangunan negara yang lebih baik.
Walikota Surabaya Tri Rismaharini, atau yang biasa kita kenal dengan Bu Risma, merupakan perempuan pendobrak di era demokrasi. Bu Risma dalam kepemimpinannya, telah membuat banyak sekali perubahan dan prestasi luar biasa, utamanya dalam meningkatkan pelayanan publik yang lebih sehat dan rapi.
Sebagai kepala daerah, Bu Risma dikenal sangat tegas terhadap bawahannya yang merupakan pegawai negeri sipil. Tak jarang ia turun langsung untuk menengok pegawainya. Jika ada yang tidak sesuai, tak ragu-ragu ia langsung menegur pegawainya agar bekerja lebih baik demi kesejahteraan masyarakat. Berkat kerja kerasnya itu ia berhasil mengubah wajah Surabaya menjadi indah dan bersih.
Selain itu, ia merupakan sosok pemimpin yang sangat peduli terhadap masyarakatnya. Terbukti dalam situasi pandemi ini. Ia telah meresmikan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Surabaya, sebuah laboratorium ini memberikan layanan swab test Covid-19 secara gratis bagi warga Surabaya. Biaya swab test yang cukup mahal, tentunya menjadi persoalan besar untuk masyarakat kecil. Namun, Bu Risma menggunakan anggarannya sendiri agar dapat memberikan fasilitas swab test secara gratis.
Bu Risma adalah kepala daerah yang tanggap dan tulus dalam melayani rakyat. Sebagaimana yang diserukan dr. Tirta pada saat live di Instagram. Ia menyerukan kepada semua elemen di Surabaya untuk mengawal Bu Risma, karena dialah yang menyediakan swab test gratis untuk masyarakatnya. Ia juga menambahkan, walaupun dari bulan Juni dipermalukan dan dibully, Bu Risma sanggup bertahan dari itu semua dan membuktikan Surabaya menjadi zona hijau, pada Senin (28/09/2024).
Sementara itu, Menurut Tenaga Ahli Utama Staf Kepresidenan, Abraham Wirotomo saat berkunjung ke Balai Kota Surabaya, menilai secara keseluruhan penanganan Covid-19 di Surabaya bagus dan patut dicontoh. Kemudian ia juga mengatakan bahwa Wali Kota Risma hebat, karena memiliki data yang sangat detail, sehingga bisa diketahui warga yang positif itu berada di mana. Setelah diketahui tempatnya, Bu Risma langsung melakukan blokade (29/09/2024). Dalam hal ini, Bu Risma membuktikan bahwa kepemimpinan perempuan tidak dapat dipandang sebelah mata.
Selama masa kepemimpinannya, Bu Risma memiliki segudang inovasi yang telah diciptakannya untuk Surabaya, yakni e-Government, penataan ruang terbuka hijau, pengelolaan lingkungan dan sampah, penutupan lokalisasi, transportasi massal Monorel dan Trem, serta rumah bahasa. Karya nyata ini merupakan bukti kerja kerasnya selama ini membuahkan hasil yang nyata bagi rakyat Surabaya.
Berkat pelbagai inovasi yang dihasilkannya itu, Kota Surabaya telah banyak mendapatkan penghargaan. Surabaya berhasil meraih tujuh kali Piala Adipura secara berturut-turut sejak tahun 2011 sampai dengan 2017 dalam kategori kota metropolitan. Bahkan di 2016, Surabaya berhasil mendapatkan Adipura Paripurna. Bukan hanya itu, di tahun 2012 Bu Risma membawa Surabaya menjadi kota terbaik se-Asia Pasifik dalam kategori partisipatif.
Ketulusan yang dimilikinya dalam membangun Surabaya selama 10 tahun ini menghasilkan sederet prestasi dan penghargaan yang luar biasa. Di tahun 2014, ia mendapatkan penghargaan bergengsi dari London Summit Leaders, dalam kategori Innovative City of the Future. Kemudian, masuk nominasi 10 perempuan paling inspiratif Majalah Forbes tahun 2013. Tak hanya itu, Bu Risma juga pernah diganjar sebagai Wali Kota terbaik ketiga di dunia oleh The World Mayor Prize di tahun 2014. Dan di tahun 2016, ia mendapatkan penghargaan Ideal Mother Award dari Universitas Kairo, Mesir, serta masih banyak lagi prestasi lainnya.
Dengan demikian, perempuan sejatinya bisa menjadi pemimpin, karena berkat para perempuan seperti Bu Risma inilah banyak perubahan pun terjadi. Kecerdasan emosi yang dimiliki perempuan, diperlukan oleh sosok pemimpin. Bu Risma sebagai Wali Kota Surabaya telah membuat banyak perubahan untuk kotanya. Segudang inovasi yang telah dilakukan, dan penghargaan yang juga telah diraih merupakan suatu keberhasilan.
Ia juga sangat tegas dalam bersikap, karena ia tidak ingin pegawainya bekerja lamban dalam melayani rakyat. Dengan begitu, saya sepakat jika Ibu Risma, dikatakan sebagai pemimpin perempuan yang menginspirasi.[]