Kita semua beruntung, Pancasila masih kokoh sebagai ideologi bangsa. Tidak bisa dielakkan lagi, bahwa Pancasila menjadi kekuatan bangsa ini untuk bangkit dari setiap momen-momen sejarah yang membuat bangsa ini berada di persimpangan jalan. Bagaimanapun, kita tidak bisa melupakan sejarah begitu saja. Sebagaimana pesan Bung Karno, yakni “jangan sekali-kali meninggalkan sejarah”, atau yang kita kenal dengan istilah “Jas Merah”. Khususnya kita sebagai pemuda, generasi penerus bangsa, harus mengetahui bagaimana sejarah bangsanya.
Pancasila sebagai dasar negara, sudah teruji keistimewaannya. Terbukti, Pancasila sampai saat ini masih menjadi landasan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Namun, kita harus tetap menjaga dan merawatnya agar Pancasila tetap menjadi pondasi bangsa. Oleh karena itu, menjadi momentum yang tepat bagi generasi muda merefleksikan kembali mengenai pemaknaan nilai-nilai di setiap silanya. Kemudian diperjuangkan tujuannya, dan diimplementasikan dalam kesehariannya.
Selain itu, peringatan ini bisa dijadikan sebagai kebangkitan bagi kita semua untuk meningkatkan rasa nasionalisme dan patriotisme yang mulai luntur. Nilai-nilai itu yang kemudian kita maknai sebagai semangat untuk membangun kembali jati diri bangsa, mengingat Pancasila merupakan dasar negara, dan menjadi sumber dari segala sumber hukum yang mengatur masyarakat Indonesia. Sejatinya, nilai-nilai yang ada pada Pancasila, tidak hanya sekadar dihafal, tetapi juga diamalkan.
Yudi Latief pernah mengatakan, bahwa “dengan daya tahan ideologi Pancasila, sudah cukup untuk menghadapi ideologi komunis. Jadi, tidak perlu terlalu belingsatan menghadapinya. Cukup kita pastikan ideologi Pancasila ini tersampaikan dengan baik”, (22/9/2024). Maka dari itu, saat ini yang harus kita lakukan, mengamalkan setiap sila dari Pancasila. Dengan begitu, kita tidak perlu takut lagi jika ada ideologi dari luar yang ingin menggantikan Pancasila.
Sebagai generasi muda, kita diwajibkan mempertahankan nilai-nilai Pancasila. Mengapa demikian? Karena Pancasila merupakan ideologi dan jati diri bangsa kita. Peran pemuda sebagai penerus bangsa sangat besar. Oleh sebab itu, para pemuda harus memiliki karakter dan prinsip yang kuat sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Pembelajaran Pancasila bukan hanya pada dunia akademis, lebih luas lagi, yaitu pada setiap tingkah laku dalam kehidupan sehari-hari, kita diharuskan mengamalkan nilai toleransi, kepedulian sosial, dan nilai positif lainnya.
Kemudian, generasi muda harus menyadari bahwasanya Pancasila hadir sebagai alat pemersatu bangsa. Dengan kebinekaan yang kita miliki, maka perlunya persatuan dalam sebuah ideologi dan dasar negara yang kuat, dan Pancasila mampu mewadahi semua keragaman tersebut. Maka dari itu, mulai saat ini pemuda harus melakukan gerakan, menunjukkan kepeduliannya terhadap masa depan bangsa ini. Kembali saya mengutip Bung Karno yang pernah mengungkapkan secara tegas dan berapi-api dalam sebuah pidato, “Beri aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia.”
Ungkapan Bung Karno menyadarkan kita bahwa pemuda memiliki kekuatan besar untuk mengubah negeri ini lebih maju. Karenanya, pemuda disebut sebagai agen perubahan. Dari mulai gerakan kecil yang dilakukan oleh para pemuda, tentunya sangat berdampak bagi sekitar. Gerakan positif yang dilakukan pemuda akan bermanfaat untuk perubahan menuju Indonesia emas.
Dengan demikian, seharusnya pemuda memaknai keistimewaan Pancasila ini, dengan cara merefleksikan kembali pemaknaan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Kemudian mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari agar menumbuhkan kecintaannya terhadap negeri. Memulai kebiasaan baru, yaitu dengan membiasakan diri melakukan sesuatu yang positif, seperti membaca buku, menulis, berdiskusi, dan mulai mengembangkan potensi diri. Bukan malah terlena dengan arus globalisasi dan tidak bisa mengendalikan diri dari dampak teknologi.
Pemuda hebat ialah pemuda yang mampu berperan dalam menjaga keistimewaan dasar negaranya dan merawat negerinya, serta dapat memberikan perubahan yang bermanfaat bagi diri sendiri, lingkungan sekitar, dan negaranya. Jadi, kalian termasuk pemuda yang seperti apa? Pemuda yang sibuk rebahan atau sibuk melakukan gerakan untuk perubahan?