Pancasila selalu berada di hati sanubari warga-bangsa. Kita jangan pernah putus asa meskipun kita tengah menghadapi wabah pandemi Covid-19. Hal ini menjadi ujian serta tantangan yang harus dihadapi oleh kita semua. Dan tantangan kita saat ini adalah justru bagaimana membumikan Pancasila di tengah pandemi.
Dalam berbagai wacana merusak persatuan dan kesatuan bangsa, konflik horizontal antar sesama, kerap kali terbukti lebih efektif dan mudah dari pada konflik yang dihasilkan dari perang melawan penjajah maupun agresi militer. Hal ini yang membuat bagaimanapun juga kekuatan Pancasila menjadi modal utama dalam menghadapi berbagai peristiwa sosial, termasuk melawan pandemi Covid-19.
Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara sudah final. Jika dilihat pada situasi hari ini, membumikan Pancasila telah menemukan momentumnya. Mempererat serta menyatu kembali persaudaraan, singkirkan perbedaan yang tidak perlu dan berperang bersama melawan Covid-19 menjadi tugas dan tanggung jawab kita bersama. Sebab, Pancasila telah menjadi pembangkit semangat gotong royong semua elemen masyarakat yang tak bisa hanya bertumpu pada kekuatan pemerintah, tetapi dibutuhkan kebersamaan. Dari sini, setiap perbedaan harus diluruhkan.
Pancasila sebagai aspek persatuan dan gotong royong dapat merangkul masyarakat yang sejak awal memang sudah majemuk. Dalam pidatonya tentang Pancasila yang dibacakan pada tanggal 1 Juni 1945, Bung Karno mengatakan, bahwa lahirnya gagasan Pancasila sebagai dasar negara membutuhkan satu Weltanschauung yang disetujui oleh semua kalangan. Bung Karno menggali secara dalam kekayaan atau kebudayaan leluhur bangsa dengan menemukan lima hal yang menurutnya dapat menyatukan berbagai kalangan.
Lebih jauh, Bung Karno juga menyebutkan bahwa lima sila itu masih bisa diperas lagi menjadi tiga sila yang ia sebut trisila. Ia bahkan menambahkan lagi bahwa jika masih kurang berkenan dengan trisila, maka prinsip-prinsip itu masih bisa diperas lagi menjadi satu sila atau disebut ekasila. Isi dari ekasila ini, yaitu gotong royong. Singkatnya, menurut Bung Karno lima prinsip Pancasila itu ruhnya ada pada prinsip gotong royong.
Prinsip gotong royong ini jelas merupakan sesuatu yang amat penting bahkan sangat dibutuhkan oleh bangsa ini, untuk dapat menghadapi pandemi virus korona. Meskipun, mengandaikan penjara sosial dan fisik, namun untuk menghadapinya kita butuh kerja sama dan saling membantu. Tanpa kekompakan dan gotong royong semua kalangan. Wabah pandemi ini akan terus melaju dengan pesatnya. Ia akan terus melumpuhkan segala sendi kehidupan manusia.
Senada dengan Bung Karno, menurut Presiden Joko Widodo dalam akun instagramnya @jokowi pada Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, kamis (01/10/20) mengatakan, bahwa setiap era dan zaman selalu datang dengan tantangan sendiri. Bagi bangsa Indonesia, tantangan ujian dalam berbagai bentuk kita hadapi di zaman kemerdekaan, era globalisasi, dan sekarang, negara kita ditantang dengan ujian yang tak alang-kapalang; Pandemi Covid-19. Semua tantangan ini selalu dapat kita lewati dan kita menangi berkat kekuatan yang nyata, yaitu persatuan dan persaudaraan bangsa yang dipandu dengan ideologi Pancasila.
Pada situasi seperti ini, semangat gotong royong terus terbangun sebagai implementasi nyata keistimewaan Pancasila. Kita harus tetap optimistis sebagai bagian dari harapan untuk memperkuat ketahanan nasional di tengah pandemi. Sebagai contoh misalnya, penggalangan solidaritas dan gotong royong yang dilakukan oleh semua elemen masyarakat, pemerintah, generasi milenial, bahkan organisasi masyarakat seperti NU dan Muhamadiyyah membantu bersama-sama dengan warga memerangi pandemi. Mulai dari sosialisasi dan edukasi ke masyarakat, sukarelawan Covid-19, hingga pelayanan di rumah sakit milik ormas keagamaan diintensifkan untuk membantu pemerintah memerangi Covid-19.
Kedahsyatan persatuan dan persaudaraan dalam ideologi Pancasila sejatinya tidak bisa dilakukan dengan mengucapkan “saya Pancasilais” atau melalui proses sosialisasi teoretik semata, akan tetapi makna ideologi Pancasila akan terasa hikmatnya, apabila diaplikasikan melalui keterlibatan kita dalam proses mewujudkan keadilan serta kesejahteraan umum, saling bergotong royong bahkan melalui komitmen kita untuk menjunjung tinggi Pancasila dalam berbagai kondisi.
Dengan demikian, keistimewaan Pancasila di tengah pandemi Covid-19 seharusnya menjadi momen untuk merajut persatuan dan gotong royong. Dibutuhkan solidaritas semua elemen, baik pemerintah secara internal, pemerintah dengan masyarakat, dan antar sesama. Sebagai ideologi yang menjadi representasi dari nilai persatuan serta nilai yang hidup dalam masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, ideologi Pancasila menjadi kaidah utama dan bintang penuntun dalam konteks berbangsa dan bernegara.