Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) tetap menjadi ancaman, walaupun sudah dinyatakan mengalami kekalahan total. Markas terakhir mereka di Baghouz, Suriah telah dibombardir oleh Pasukan Demokratis Suriah (SDF). Tetapi sisa dari pasukan ISIS diyakini masih bersembunyi di negera lainnya. Ideologi ISIS dan organisasi ekstremis lainnya telah menodai ajaran Islam. ISIS diyakini sebagai kelompok radikal Neo-Khawarij, yang telah bermetamofosis dan ada sejak masa Sayyidina Ali bin Thalib ra.
Dalam sejarah Islam, Khawarij sendiri dinilai sebagai awal kelompok radikal dalam Islam. Kelompok ini awalnya adalah kelompok pendukung Sayyidina Ali melawan kelompok Mu’awiyah bin Abu Sufyan, dalam perang Siffin pada tahun 37 H/658 M. Munculnya golongan ini disebabkan peristiwa tahkim (Arbitrase), yaitu upaya menyelesaikan peperangan antara Ali bin Abi Thalib di satu pihak dan Mu’awiyah pihak lainnya. Tetapi, ada sebagian kelompok Ali yang tidak menerima tindakan tahkim tersebut. Akhirnya kelompok ini membenci Ali ra, karena dianggap tidak tegas dan membenci Mu’wiyah karena melawan khalifah yang sah. Maka kelompok ini pun keluar dari barisan Sayyidina Ali dan menganggap kelompok Ali dan Mu’awiyah kafir, karena tidak ke Al-Quran dalam menyelesaikan pertiakain tersebut.
Support terus channel KALAM DAMAI RAHMATAN LIL ‘ALAMIN (KADRUN TV) Like, Komen, Subscribe dan SHARE bakal ada update isu-isu aktual yang dibahas oleh intelektual muda yang berkompeten Temukan kami di media sosial: Website: kadrun.id Fanspage: kadrun.id Twitter: kadrunid #khawarij #radikalimse #kadruntv #kadrunnews #kadrunupdate