Pemuda sebagai Agen Perubahan

0
8
WhatsApp
Twitter

Pemuda adalah generasi penerus bangsa, bahkan Ir. Soekarno mengungkapkan “berikan aku sepuluh pemuda maka aku guncangan dunia”. Ini sebagai bukti, bahwa peran pemuda dalam pembangunan bangsa dan negara mempunyai posisi yang diperhitungkan. Selain mempunyai fisik yang kuat, juga memiliki akal fikiran yang akan terus berkembang seiring dengan pengalaman hidupnya.

Namun saat ini, pada kenyataannya pemuda yang di sanjung-sanjung mampu menjadi fondasi pembangunan justru mengalami kemerosotan moral. Mereka, pemuda yang duduk dipemerintahan dianggap mempunyai ide dan gagasan cemerlang untuk melakukan perubahan, justru tak sedikit yang tersandung kasus kriminal, seperti halnya korupsi. Pemuda di kalangan masyarakat biasa pun sibuk dengan kehidupan dunia mayanya, seperti anak sekolah yang lebih mengutamakan sosial media dari pada belajar. Sehingga lupa dunia yang sebenarnya, bahwa ia hidup di dunia nyata yang terdiri atas individu-individu yang bersosialisasi dalam lingkungannya. Lebih sibuk memikirkan hal yang mengantarkan pada individualistik dan hedonis.

Dalam sejarahnya, dimana Moehammad Yamin, J.Leimena, Soegondo Djodjopoespito dan lainnya. Bersama pemuda-pemudi kalangan etnis suku dan agama, bersama-sama melebur menjadi satu merumuskan cita-cita dari bangsa, yaitu “bertumpah darah satu tanah air Indonesia, berbangsa satu bangsa Indonesia, dan berbahasa satu bahasa Indonesia”. Ikrar inilah menjadi suatu tonggak untuk menumbuhkan semangat dalam menegakkan cita-cita berdirinya Indonesia. Seharunya kita merasa malu melihat perjuangan para pahlawan yang rela berkorban demi memperjuangkan bangsa ini.

Menurut Soekanto (1992) bahwa pihak-pihak yang menghendaki perubahan dinamakan Agent of Change yaitu seseorang, atau sekelompok orang yang mendapat kepercayaan sebagai pemimpin satu atau lebih Lembaga-lembaga kemasyarakatan. Terkait itu, bahwa peran pemuda sangatlah penting bagi perubahan masyarakat, bangsa dan negara.

Oleh karena itu, pemuda juga harus menjadi garda terdepan sebagai penerus perjuangan bangsa Indonesia yang telah dimulai oleh para founding fathers kita terdahulu. Walaupun Indonesia sudah merdeka, bukan berarti kita selaku generasi muda tidak memiliki tanggung jawab, justru sebagai generasi muda banyak hal yang kita bisa lakukan. Pada zaman dahulu pemuda melawan penjajahan, dan pada saat ini pemuda berjuang melawan kemiskinan, kebodohan dan ketidak adilan.

Seiring berjalannya waktu, untuk mengisi dan melanjutkan perjuangan bangsa ini, setidaknya melakukan hal-hal yang bermanfaat bagi kita semua. Di era yang serba digital ini, maka kita sebagai pemuda sudah berani mengambil Langkah dan keluar dari zona nyaman. Mengambil langkah dengan seribu kali lebih kreatif rasanya bisa kita jadikan pilihan untuk bagaimana menjadi pemuda yang mampu membawa perubahan yang inovatif dan progresif. seperti yang diungkapkan havelock (1973) “agen perubahan adalah orang yang membantu terlaksananya perubahan sosial atau suatu inovasi bersama”. Maka dari itu kita wajib membangun perubahan secara gotong royong agar dapat mencapai tujuan bersama.

Maka dari itu, pemuda mempunyai banyak mimpi dengan segenap ide dan gagasanya sehingga mereka yakin dengan sepenuh hati dapat bersaing dengan segenap tenaganya. Contohnya kita lihat pada zaman Bung Hatta, ia mampu menciptakan pesawat sehingga melalui karyanya ia dikenal di seluruh dunia. Maka dari itu adalah bukti bahwa pemuda sebagai agen of change.