Mendadak Pancasila ala Pengasong Khilafah

0
5
WhatsApp
Twitter

Pancasila sebagai ideologi negara kembali menjadi isu panas, karena ada salah satu lembaga tertentu yang mencoba menafsirkan ulang. Akibatnya terjadi silang pendapat, pertentangan dan kegaduhan di antara anak bangsa. Bola panas ini akhirnya bergulir dan membuat anak bangsa mengalami kegaduhan. Tidak hanya itu, organisasi yang selama ini getol meneriakkan khilafah, tiba-tiba mendadak bersorak dan membela Pancasila.

Ratusan massa dari sejumlah ormas Islam, seperti FPI, GNPF Ulama, PA 212 yang tergabung dalam ANAK NKRI menggelar aksi di depan Gedung MPR/DPR, Jakarta, Pada Kamis, 16 Juli 2020. Mereka berunjuk rasa menolak Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP). Padahal selama ini, FPI dan PA 212 tidak pernah berbicara Pancasila, bahkan cenderung selalu berbicara khilafah.

Setelah dibubarkannya HTI, organisasi yang selama ini sangat getol mengkampanyekan khilafah, ternyata masih ada organisasi bernama Front Pembela Islam (FPI), yang tujuannya hampir sama dengan HTI, yaitu penegakan khilafah. Bahkan bisa dikatakan sebagai sahabat seperjuangan. Karena ketika HTI dibubarkan pada tanggal 17 juli 2017, FPI berada digarda terdepan dalam membela HTI.

FPI lahir pada 17 Agustus 1998 yang lalu. Khilafah Islamiyyah yang diperjuangkan FPI bukanlah isapan jempol belaka. FPI sudah pernah menyurati Kedutaan Besar Arab Saudi untuk membicaran tentang khilafah. Kemudian mereka melakukan kegiatan-kegiatan sepertu tabligh akbar, forum kajian, majelis ta’lim dan buletin media untuk mencapai tujuan mereka.

Bahkan lebih dalam lagi, di dalam AD/ART organisasi FPI, sama sekali tidak mencantumkan Pancasila dan UUD 1945 sebagai landasan organisasi tersebut. Isi dari AD/ART FPI Pasal 6 yaitu, “Bahwa visi dan misi organisasi FPI adalah penerapan Islam secara kaffah di bawah naungan khilafah Islamiyah melalui pelaksanaan dakwah, penegakan hisbah dan pengawalan jihad”. Sebuah visi misi yang sangat jelas bertentangan dengan semagat ke-Indonesia dan ke-Pancasilaan.

Asep Syarifudin, Ketua Pelaksana Tugas PA 212 pernah mengatakan, “Harapan saya 2024 khilafah tegak di Indonesia. Khilafah itu adalah syariat Islam. Kalau menolak khilafah itu menolak syariat Islam. Itu penodaan agama”. Pernyataan itu dilontarkan ketika diadakannya diskusi yang di selenggarakan di Gedung Joeang, Jalan Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (18/7/2024). Tentu saja, agenda-agenda yang mereka lakukan saat ini dan yang akan datang adalah memperjuangkan apa yang menjadi harapan mereka.

Menurut Awit Msyhuri, selaku Kabid Penegakan Khilafah DPP FPI, “FPI sejatinya telah merumuskan jalan menegakkan khilafah sejak 2008 pada Musyawarah Nasional II FPI. Rumusan itu kemudian diperdalam di Munas berikutnya pada tahun 2013. Jadi soal khilafah bagi FPI bukan barang baru dan sampai saat inipun, semangatnya masih sama”. Dari pernyataan itu sudah jelas FPI memperjuangkan khilafah sejak awal dan tidak akan pernah surut perjuangan mereka, apapun tantangan dan rintangannya.

Dari pernyataan di atas, sudah sangat jelas. FPI, GNPF Ulama dan PA 212 sedang mengagendakan Khilafah Islamiyyah, sebagai tujuan dibentuknya organisasi ini. Ini sangat berbahaya bagi kelangsungan berbangsa dan bernegara, karena bertentangan dengan Pancasila, bahkan bisa mengganggu Pancasila kita.

Pancasila merupakan falsafah negara yang sudah mengakar rumput. Pancasila selalu menjadi benteng terakhir dari ideologi yang menyimpang. Dan Pancasila pun tidak akan pernah bisa diganti dan akan tetap relevan di tengah perkembangan zaman. Jika FPI, GNPF dan PA 212 masih tetap memperjuangkan khilafah, maka itu bisa dipastikan sebagai common enemy bangsa ini.

Dari kesimpulan itu, ada sesuatu yang aneh, ketika sekelompok organisasi yang dulu tidak pernah mengakui Pancasila, bahkan ingin mengubah Pancasila, tiba-tiba dengan lantang dan keras membela Pancasila. Bisa jadi ucapan pembelaan terhadap Pancasila itu, adalah satu cara agar mereka diterima oleh masyarakat. Kemudian pada waktu tertentu mereka tetap akan memaksakan ideologi transnasional berlaku di Indonesia. Itulah agenda tersembunyi mereka. Maka kita harus tetap waspada terhadap kamuflase mereka sebagai pengasong khilafah.