Kolom

Pancasila Anugerah Tuhan untuk Indonesia

2 Mins read

Kehadiran Pancasila telah membawa berkah yang luar biasa. Betapa tidak, semenjak lahirnya Pancasila di Indonesia, negara ini telah menemukan jatidirinya. Bangsa yang menghargai perbedaan dan bangsa yang mencintai perdamain. Terangkum dalam semboyan Bhineka Tunggal Ika, berbeda-beda namun tetap satu tujuan.

Dilansir dari buku Sejarah dan dunia politik (2002), karya Satya, Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), mengadakan sidang pertama pada tanggal 29 Mei hingga 1 Juni 1945. Rapat tersebut dilaksanakan di Gedung Pancasila, atau dulu disebut Gedung Chuo Sangi In.

Ketika itu, BPUPKI membentuk panitia kecil untuk merumuskan serta menyusun Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Karenanya, dibentuklah panitia sembilan yang terdiri dari Soekarno, Mohammad Hatta, AA Maramis, Abikoesno Tjokrosoejoso, Abdul Kahar Muzakir, Agus Soebardjo, Wahid Hasjim dan Mohammad Yamin, yang ditugaskan untuk merumuskan kembali Pancasila sebagai dasar negara, berdasarkan pidato yang diucapkan oleh Soekarno pada 1 Juni 1945, serta menjadikan dokumen tersebut sebagai teks untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.

Setelah melalui proses yang cukup panjang, akhirnya rumusan Pancasila tersebut selesai dirumuskan. Untuk kemudian dicantumkan ke dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Setelah itu, disahkan dan dinyatakan sebagai dasar negara Indonesia merdeka pada 18 Agustus 1945 oleh BPUPKI. Akhirnya, pada tanggal 1 Juni ini resmi ditetapkan sebagai Hari Lahir Pancasila. Melalui keputusan Presiden Nomor 24 tahun 2016 oleh Presiden Joko Widodo.

Pancasila berasal dari Bahasa Sansekerta, yaitu panca yang artinya lima, dan sila yang berarti asas atau dasar. Dikenalkan oleh Mpu Tantular pada masa Majapahit, dalam tulisannya Sutasoma atau Negarakertagama. Dilansir dari buku Pancasila sebagai Ideologi dan Dasar Negara (2012) karya Ronto, Pancasila adalah lima dasar yang di jadikan perjanjian luhur dan di sepakati oleh pendiri bangsa Indonesia.

Sepanjang lahirnya Pancasila, Pancasila telah menjadi falsafah hidup bernegara di Indonesia. Bahkan, dalam sejarah Pancasila, tidak ada satupun yang mampu menghancurkan Pancasila sebagai ideologi. Contohnya, Pancasila melawan PKI, PKI yang hancur, Pancasila melawan DI/TII, DI/TII yang hancur. Bahkan yang terakhir, Pancasila melawan HTI, HTI yang hancur.

Relevansi Pancasila hari ini masih cukup memuaskan. Terkhusus untuk mayoritas penduduk Indonesia yang beragama Islam. Lembaga Survei Indonesia (LSI) menemukan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 sudah banyak diterima oleh mayoritas masyarakat muslim di Indonesia. Jumlahnya mencapai lebih dari 80 persen. “86,5 persen responden muslim menilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar yang sekarang adalah terbaik bagi kehidupan kita sebagai bangsa Indonesia,” kata Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan saat merilis hasil survei, di kawasan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Ahad, 3 November 2019.

Pancasila adalah sebuah anugerah yang nyata bagi bangsa Indonesia. Pancasila mampu mempersatukan elemen bangsa. Pancasila mampu mengalahkan dan menjadi benteng pertahanan, untuk mencegah masuknya ideologi dari luar, yang akan merusak bangsa ini. Pancasila mampu menjaga bangsa Indonesia dari perpecahan.

Selain itu, Pancasila juga mempunyai fungsi yang sangat fundamental, yaitu: pandangan hidup bangsa Indonesia. Pancasila sebagai jiwa bangsa Indonesia. Pancasila sebagai kepribadian bangsa Indonesia. Pancasila sebagai perjanjian luhur. Sumber dari segala tertib hukum. Cita-cita serta tujuan bangsa Indonesia dan Pancasila sebagai dasar negara.

Dalam perspektif itu, Pancasila adalah sebuah anugerah dari tuhan yang tidak akan bisa tergantikan nilainya. Tidak hanya mempersatukan dan mendamaikan bangsa. Berkat lahirnya Pancasila juga mampu menyelamatkan dan mengentaskan bangsa Indonesia dari krisis politik, ekonomi, dan budaya. Mencegah konflik internal maupun eksternal berkecambuk di dalam negeri, serta mencegah konflik nasional maupun internasional yang berkepanjangan.

Maka dari itu, marilah kita syukuri anugerah dari Tuhan yang luar biasa untuk bangsa ini. Dengan bersama-sama melindungi segenap bangsa Indonesia dan tumpah darah Indonesia. Mencerdaskan kehidupan bangsa, serta ikut dalam ketertiban dunia. Mencintai bangsa ini dalam bingkai kebhinnekaan. Tetaplah membumikan Pancasila sebagai anugerah Tuhan yang diberikan untuk bangsa Indonesia.

Related posts
KolomNasihat

Cara Berpikir Kritis ala Ibnu Khaldun

Menjadi Muslim, bukan berarti pasif menerima kehendak ilahi, melainkan berada dalam keadaan kritis yang konstan. Berpikir kritis adalah bagian penting dari warisan…
Kolom

Covid-19, Kegentingan yang Semakin Nyata

Kasus positif Covid-19 di Indonesia kembali mencetak rekor tertinggi sejak pandemi karena pertama kalinya menembus angka 20.574 kasus perhari pada Kamis (24/6/2024)….
Dunia IslamKolomNasihat

Demokrasi Pancasila itu Islami

Demokrasi memang telah mengantarkan Dunia Barat mencapai kemajuan menuju kemakmuran bagi rakyatnya. Namun, bagaimanapun demokrasi sebagai sebuah sistem pembangunan negara belum mencapai…