Kolom

Media Sosial, Kawan atau Lawan?

2 Mins read

Pada saat ini, media sosial sudah menjadi kebutuhan pokok semua orang. Media sosial, kini sudah menjadi hal yang wajib dimiliki oleh banyak orang. Banyak hal yang dapat kita lakukan di media sosial, apalagi sekarang sudah banyak pengguna smartphone yang di dalamnya terdapat beberapa aplikasi, seperti Facebook, Twitter, Whatsaap, Instagram dan lain-lain.

Media sosial juga, memudahkan pengguna untuk saling berkomunikasi baik dari jarak dekat maupun jarak jauh, berbagi informasi dan menciptakan isi melalui blog, jejaring sosial dan masih banyak lagi. Media sosial selama ini, diklaim membantu penggunanya agar tetap terhubung satu sama lain meski terpisah oleh jarak.

Dengan adanya media sosial, manusia memanfaatkan sebagai sarana untuk membangun hubungan atau relasi. Bahkan, media sosial membantu kita untuk saling berkomunikasi. Karena media sosial memiliki jangkauan global, yang mempermudah kita untuk berinteraksi di mana pun kita berada. Tapi, apakah media sosial bisa menjadi kawan atau lawan bagi kita?

Nah, berdasarkan penelitian laporan terbaru We Are Social di tahun 2020 disebutkan bahwa ada 175,4 juta pengguna internet di Indonesia. Dibandingkan tahun sebelumnya, ada kenaikan 17% atau 25 juta pengguna internet di negeri ini. Berdasarkan total populasi Indonesia yang berjumlah 272,1 juta jiwa, maka itu artinya 64% setengah penduduk RI telah merasakan akses ke dunia maya.

Dalam laporan ini, diketahui bahwa saat ini masyarakat Indonesia yang ponsel sebanyak 338,2 juta. Begitu juga data yang tak kalah menariknya, ada 160 juta pengguna aktif media sosial. Bila dibandingkan dengan 2019, maka pada tahun ini We Are Social menemukan ada peningkatan 10 juta orang Indonesia yang aktif di medsos.

Oleh karena itu, sangat miris jika kita terlalu sering menggunakan media sosial karena akan menimbulkan efek negatif. Orang yang kecanduan media sosial terlalu lama akan menunda semua aktivitasnya, menimbulkan rasa malas. Menjadi sangat peduli dengan jumlah akun followersnya dari aplikasi yang ia miliki, dan cenderung memikirkan dirinya sendiri tanpa memikirkan orang lain.

Selain itu, media sosial seringkali membuat penggunanya ingin mengungkapkan perasaan dengan mengupdate apa saja yang dialami atau terlintas dipikirannya. Jika itu dilakukan secara terus menurus, bisa dikatakan orang tersebut kecanduan media sosial. Ciri-ciri kecanduan media sosial itu, selalu membawa handphone kemana saja, bangun tidur yang pertama kali dicari handphone lalu, mengecek apakah ada notifikasi dari akun yang dipunyai. Foto terlebih dahulu sebelum makan lalu diupload di media sosial agar dibilang gaul.

Jika kita melihat kondisi remaja saat ini, salah satunya siswa SD yang sudah banyak menggunakan media sosial seperti Facebook, Twitter dan lain-lain. Sungguh sangat memprihatinkan, jika kita putar kebelakang di zaman kita kecil masih bermain permainan tradisional belum mengenal media sosial. Sangat berbanding terbalik dengan anak kecil sekarang, yang sudah diberikan gadjet oleh orang tuanya sebagai mainan.

Mungkin hampir setiap hari kasus penculikan, pembunuhan bahkan pemerkosan yang dialami oleh remaja-remaja dan itu berawal dari media sosial. Tapi jika kita bijak menggunakan media sosial, kita bisa menghasilkan uang dengan cara berjualan di media sosial. Sebagai remaja, kita harus bisa mengontrol agar tidak kecanduan menggunakan media sosial. Dengan menyibukan diri mengikuti kegiatan-kegiatan positif dan bermanfaat.

Maka demikian, semua itu tergantung dari masing-masing individu. Jadikanlah media sosial sebagai teman yang bisa membantu, ketika kita mengalami kesulitan dalam hal pelajaran atau hal keuangan, jangan jadikan media sosial sebagai lawan yang secara diam-diam akan menghancurkan kita sendiri.

Related posts
KolomNasihat

Cara Berpikir Kritis ala Ibnu Khaldun

Menjadi Muslim, bukan berarti pasif menerima kehendak ilahi, melainkan berada dalam keadaan kritis yang konstan. Berpikir kritis adalah bagian penting dari warisan…
Kolom

Covid-19, Kegentingan yang Semakin Nyata

Kasus positif Covid-19 di Indonesia kembali mencetak rekor tertinggi sejak pandemi karena pertama kalinya menembus angka 20.574 kasus perhari pada Kamis (24/6/2024)….
Dunia IslamKolomNasihat

Demokrasi Pancasila itu Islami

Demokrasi memang telah mengantarkan Dunia Barat mencapai kemajuan menuju kemakmuran bagi rakyatnya. Namun, bagaimanapun demokrasi sebagai sebuah sistem pembangunan negara belum mencapai…

×
KolomNasihat

Cinta Tanah Air Bukan Padang Pasir