Mari Kita Fokus Mengatasi Covid-19, Bukan Memecah Belah Bangsa

0
0
WhatsApp
Twitter

Dengan rincian 5.902 meninggal dan 85.798 sembuh. Dari total tersebut, 8 provinsi kini menjadi sorotan,karena menjadi penyumbang terbanyak kasus Covid-19,dengan akumulasi hingga 74%.

Tentu, itu angka yang mengkhawatirkan dan tidak bisa dianggap remeh, mengingat sampai hari ini belum ditemukan vaksin yang benar-benar bisa menangkal penyebaran Covid19. Dalam hal ini, pemerintah telah menekankan melalui Gugus Tugas Covid-19 untuk melakukan upaya sosialisasi dan komunikasi yang lebih efektif.

“Perlunya perubahan perilaku dengan sosialisasi dan komunikasi yang lebih efektif. Satgas akan meningkatkan kolaborasi pentaheliks berbasis komunitas dengan menitikberatkan kepada peran tokoh-tokoh di daerah. Termasuk tokoh agama, tokoh, masyarakat, termasuk melibatkan juga antropolog, sosiolog dan psikolog,” ujar Doni dalam keterangan pers di Graha BNPB, Jakarta, Senin (27/7).

Dengan menggandeng tokoh daerah dan tokoh agama diharapkan masyarakat lebih mudah menerima pesan yang disampaikan. Senada dengan ketua GP Ansor, Gus Yaqut, mengatakan bahwa yang dibutuhkan saat ini adalah membangun rasa kebersamaan semua elemen bangsa. Dengan kebersamaan dan kegotong-royongan, maka beban penanganan Covid-19 ini bisa teratasi dengan maksimal.

Dan rasanya memang tak elok, di tengah bencana nasional kita justru terpecah-belah, demi kepentingan diri dan fanatisme golongan. Saya melihat akhir-akhir ini masyarakat kita sangat mudah sekali termakan hoaks dan kabar palsu, sehingga sangat rawan memecah belah bangsa.

Apalagi tensi politik di tengah pandemi ini sangat tinggi. Banyak sekali persoalan politik yang dapat diselesaikan dengan baik-baik. Tapi rupanya mereka tidak harus melakukan demonstrasi dengan menghembuskan isu yang aneh dan tidak masuk akal. Apalagi demonstrasi itu diikuti oleh anak-anak yang dilarang oleh undang-undang.Belum lagi, demonstrasi sangat rentan pada tersebarnya virus Covid-19.

Sungguh, kita sedang menghadapi tantangan yang serius, karena ada pihak-pihak yang tidak peka terhadap pandemi dan dampaknya. Begitu banyak negara yang sedang menghadapi resesi ekonomi. Ini sungguh menyedihkan.

Maka dari itu, kita mengetuk hati nurani dari seluruh elemen bangsa agar fokus untuk menghadapi pandemi ini. Tidak pantas jika masih ada pihak-pihak yang justru ingin memecahbelah solidaritas kebangsaan kita.

Akhirnya, kita tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah saja dan membiarkan pemerintah berjuang sendiri dalam mencegah penularan Covid-19 ini. Marilah kita berperan serta dalam pencegahan Covid-19 dimulai dari diri dan keluarga,dengan mengikuti anjuran pemerintah, seperti memakai masker, rajin cuci tangan, dan social distancing.