Nasihat

Belajar Islam Dari Gus Baha

2 Mins read

Gus Baha, sapaan akrab dari KH. Ahmad Bahauddin, adalah putra dari pasangan KH. Nursalim dan Nyai Hj. Yuhanidz Nursalim. Ia adalah kiai yang hari ini sedang digemari banyak kalangan, utamanya para santri. Gaya ceramahnya yang santai dan penuh canda, banyak tersebar di berbagai kanal Youtube. Ciri khas itulah yang menjadikan majlis kajian beliau selalu ramai dan menarik untuk disimak.

Sebagai seorang pendidik umat, Gus Baha memiliki mata rantai keilmuan yang jelas. Ia belajar dan menghafal Al-Qur’an langsung dari ayahnya. Sanad Al-Qur’an tadi bersambung ke KH. Arwani, Kudus dan KH. Abdullah Salam, Pati. Selain itu, beliau juga dikenal sebagai santri kesayangan Alm. KH. Maimoen Zubair, pimpinan PP. Al-Anwar Sarang, Rembang.

Gus Baha dikenal sebagai seorang pakar tafsir, hafiz Al-Qur’an, serta ahli dalam bidang fikih, hadis, dan beberapa keilmuan lain. Maka tidak heran jika banyak pihak mengakui kapasitas keilmuan beliau, meskipun beliau bukan lulusan kampus bergengsi. Pengakuan tersebut misalnya hadir dari penuturan Prof. Quraish Shihab sebagai berikut, “sulit ditemukan orang yang sangat memahami dan hafal detail-detail Al-Qur’an hingga detail-detail fikih yang tersirat dalam ayat-ayat Al-Qur’an, seperti Gus Baha.”

Melalui berbagai ceramah beliau yang mengudara di berbagai media, terlihat bagaimana Gus Baha mampu menghadirkan citra Islam yang damai, moderat, dan tidak kaku. Kepiawaiannya membungkus materi agama—yang notabene berat—dengan guyonan, membuat Islam lebih mudah dicerna oleh masyarakat, tanpa mengurangi esensi materinya. Ia memahami agama secara mendalam, sehingga mampu menyederhanakan teori yang rumit menjadi perkara sederhana. Ketidaklengkapan dalam memahami agama adalah hal yang berbahaya, sehingga bagi Gus Baha, khatam (selesai) dalam mengaji adalah syarat yang tidak bisa ditawar.

Kesungguhan dan keikhlasannya dalam berdakwah, terlihat melalui berbagai ceramahnya. Gus Baha menyampaikan komitmennya untuk mengenalkan kepada masyarakat luas bahwa ajaran Allah Swt itu luar biasa indah dan penuh solusi. Ia murni berdakwah, tidak untuk popularitas maupun materi. Ia juga mengutarakankan, dakwah seharusnya bisa menghadirkan nuansa Islam yang penuh cinta dan kebahagiaan bagi pendengarnya. Bukan malah menawarkan rasa takut dan mengesankan Islam sebagai agama yang keras dan antagonis.

Gus Baha mampu menginternalisasi nilai dan ajaran Islam dalam dirinya, yang kemudian tergambar melalui akhlak dan tingkah laku beliau. Kedamaian dan kesantunan yang beliau hadirkan dalam ceramahnya, bisa menjadi tameng agar Islam tidak mudah disalahpahami.

Islam sebagai ajaran agama, tidak boleh diajarkan secara serampangan dan disampaikan oleh sembarang orang. Masyarakat juga harus jeli dalam memfilter mana yang benar-benar ustaz dan mana yang bukan. Maka dari itu, di tengah gelombang maraknya penceramah karbitan yang tidak jelas sanad keilmuannya, Gus Baha sangat layak menjadi rujukan untuk belajar ajaran dan nilai Islam yang indah dan menyejukkan. Tidak salah jika beliau disebut sebagai definisi dari keramahan Islam. Wallahu a’lam.

Related posts
Dunia IslamKolomNasihat

Puasa dan Spirit Toleransi

Menjelang bulan suci Ramadhan, seringkali teror dan bom bunuh diri terjadi. Terakhir, terjadi bom bunuh diri di Gereja Katedral, Kota Makassar dan…
KolomNasihat

Sunnah Sahur

Sahur merupakan elemen penting dari puasa. Sahur merupakan waktu yang tepat mempersiapkan asupan yang cukup agar dapat berpuasa sepanjang hari. Namun, tidak…
Dunia IslamKolomNasihat

Ramadhan Bulan Toleransi

Ramadhan merupakan bulan penuh rahmat, tidak hanya bagi umat Islam, tetapi juga umat agama lain. Setiap Ramadhan, kita melihat pemandangan yang sangat…